Belum terima kertas suara, lebih dari 300 TPS di Kota Jayapura menunda pemilu

pemilu Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Hingga Rabu (17/04) siang, logistik pemilu dari kantor KPU Jayapura ke ratusan TPS belum kunjung dikirim.

Pencoblosan di lebih dari 300 TPS di Kota Jayapura ditunda karena persoalan distribusi logistik.

Hingga sekitar 11.30 WIT, TPS di seluruh Distrik Abepura belum menerima surat dan kotak suara. Hal yang sama juga terjadi di TPS di Distrik Jayapura Selatan.

Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, menyebut keputusan itu diambil melalui rapat yang dihadiri perwakilan KPU setempat, Bawaslu, kepolisian, dan Wakil Walikota Jayapura, Rustam Saru.

"Mempertimbangkan waktu, ini kan sisa dua jam, tidak akan efektif, distribusi logistik butuh waktu, sesampainya di TPS masih harus dihitung," kata Kossay kepada wartawan BBC News Indonesia, Abraham Utama dan Anindita Pradana, di Jayapura.

"Maka sesuai rekomendasi Bawaslu, pemungutan suara ditunda besok, berlaku di seluruh TPS di Abepura, dan tiga kelurahan di Jayapura Selatan," tambahnya.

Menurut Kossay, akar persoalan logistik ini adalah keterlambatan surat suara tiba dari tempat percetakan ke kantor KPU. Minimnya tenaga penyortir dan pelipat surat suara juga disebutnya sebagai penyebab.

"Ini di luar dugaan. Kemarin KPU Jayapura katakan kepada saya bahwa distribusi logistik aman," kata Kossay.

Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Ribuan kotak suara masih berada di kantor KPU Jayapura sampai pukul 11.30 WIT.

Pengemasan surat suara ke kotak suara masih terus berlangsung di kantor KPU Jayapura. Sejumlah pengguna hak suara yang kesal sempat datang dan mempertanyakan situasi yang terjadi.

Yohana Ngoranubun, warga Kelurahan Abepantai, mengaku sudah tiga kali pulang pergi dari rumah ke TPS. Ia kecewa dengan penundaan ini karena pencoblosan Kamis esok bakal bentrok dengan jadwal ibadah paskah.

"Kalau ditunda seperti ini kami rugi, banyak pemegang suara beragama Katolik, padahal besok hari raya."

"Saya minta walaupun siang atau sore, pencoblosan tetap dilaksanakan hari ini, tidak usah ditunda," kata Yohana.

Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Kotak-kotak suara masih berada di kantor KPU Jayapura.

Sementara itu, sejumlah panitia pemungutan suara di Abepura masih menunggu informasi resmi KPU sebelum menutup TPS.

Mereka menyebut perlu ada penyesuaian, terutama dari sisi anggaran.

"Anggaran seharusnya ditambah. Dana TPS sebanyak Rp7 juta sudah habis untuk sewa tenda, beli makan, dan honor panitia," ucap Fredy Senda, PPK di Kelurahan Abepantai.

Lebih dari itu, Fredy menyebut bakal ada penurunan partisipasi pemilih akibat penundaan ini. "Pasti ada warga yang sudah tidak mau lagi datang untuk mencoblos," tuturnya.

Berita terkait