Tradisi Semana Santa di Larantuka dalam rangkaian foto

Prosesi paskah Semana Santa sudah berjalan selama 500 tahun di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

semana

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Sebelum melakukan prosesi puncak Jumat Agung, warga Larantuka berziarah ke makam keluarga.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Ziarah ini menjadi ritual sekali setahun menjelang prosesi puncak Semana Santa, atau pekan suci Paskah. Dalam bahasa Portugis, Semana Santa berarti Pekan Suci. Sebuah sebutan yang akrab bagi pemeluk agama Katolik yang berhubungan dengan rangkaian perayaan Paskah selama satu pekan, yang diawali dengan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Setelah ziarah warga langung berduyun-duyun ke jantung kota Larantuka untuk melakukan prosesi Jumat Agung, atau Sesta Vera, mengelilingi kota dengan menyinggahi delapan armida, atau perhentian.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Suara jernih seorang perempuan pembawa ratapan (Ovos Omnes) menyeruak dari kesunyian malam melantunkan ratapan dukacita (ovos) Bunda Maria.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Prosesi Jumat Agung (19/04) adalah puncak dari acara Seman Santa. Dalam prosesi ini, Patung Tuan Ma, begitu warga Larantuka menyebut patung Maria Dolorosa (Bunda Maria Berkabung) yang mengenakan busana jubah berwarna biru tua, diarak mengelilingi Kota Reina.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Sambil berarak keliling kota, para peziarah mengambil bagian dalam penderitaan Yesus dan dukacita Bunda Maria sambil merapal doa-doa dan permohonan.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Proses puncak Semana Santa sudah dilakoni oleh warga Larantuka selama lima abad, sejak kedatangan Portugis di wilayah itu.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Keturunan penemu pertama patung Tuan Ma, yang berasal dari suku Resiona, kini menjadi pemegang kunci Kapela Tuan Ma.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Keturunan Raja Larantuka, Don Andreas Martinus Viera de Godinho (DVG) sedang membuka Kapela Tuan Ma, tempat bersemayamnya patung Tuan Ma selama setahun terakhir.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Tradisi Muda Tuan Ma, atau bersujud di depan patung Tuan Ma mengawali prosesi Jumat Agung di Larantuka, tempat digelarnya prosesi paskah Semana Santa yang sudah berjalan 500 tahun.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Peziarah hanya dapat bertemu dengan Tuan Ma setahun sekali pada perayaan Paskah. Momen ini digunakan para peziarah untuk menyampaikan pemohonan, atau wujud, agar dikabulkan.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Kepercayaan terhadap Tuan Ma berawal sejak 500 tahun silam. Sejarah mencatat, patung Tuan Ma ditemukan sekitar tahun 1510 di pantai Larantuka, diduga patung tersebut dibawa oleh orang Portugis pada masa penjajahan dan misi penyebaran agama masa itu.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Tradisi Semana Santa yang merupakan percampuran budaya Portugis dan adat lokal ini tidak bisa lepas dari kehadiran Tuan Ma yang melegenda. Kisahnya menjulur-julur hingga puluhan generasi, bercampur legenda dan mitos.

Sumber gambar, BBC News Indonesia

Keterangan gambar,

Seorang umat berdoa dengan khusyuk pada saat misa Jumat Agung di Katedral Reinha Rosai Laratuka.