Kivlan Zen: Mantan Pangkostrad dijadikan tersangka karena diduga terlibat makar

Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (tengah) menghadiri unjuk rasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (9/5/2019). Polisi membubarkan unjuk rasa tersebut karena tidak memiliki surat tanda terima pemberitahuan unjuk rasa. Hak atas foto ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra./hp
Image caption Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein (tengah) menghadiri unjuk rasa menuntut diusutnya tuduhan kecurangan.

Mabes Polri menetapkan mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.

Hal itu dipastikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada BBC News Indonesia, Selasa (28/5) pagi.

"Ya betul. (Kivlan) akan hadir dalam riksa di Bareskrim," kata Dedi.

Sebelumnya, Kivlan dilaporkan oleh seseorang bernama Jalaludin asal Serang, Banten dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tanggal 7 Mei 2019.

Perkara yang dilaporkan adalah Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107.

Lantaran kasus ini Kivlan sempat dicekal ke luar negeri oleh Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Pencekalan ini diserahkan kepada Kivlan di Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, pada 10 Mei 2019. Menurut kepolisian, Kivlan hendak menaiki pesawat ke Brunei Darussalam lewat Kota Batam.

Namun, sehari kemudian, Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Sam Fernando, mengungkapkan bahwa pencekalan tersebut dicabut.

Hak atas foto ANTARA FOTO/Jaya Kusuma
Image caption Politikus PAN Eggi Sudjana (tengah) ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar.

Kepada wartawan, Kivlan menepis tuduhan bahwa dirinya hendak kabur.

"Bagaimana saya mau lari? Saya ini perwira, jenderal, masa saya melarikan diri atas tanggung jawab? Saya sudah berbuat untuk republik ini untuk bangsa Indonesia, untuk menegakkan kedaulatan, menegakkan demokrasi, untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, sumpah prajurit saya, membela kejujuran dan kebenaran, saya sampaikan," tutur Kivlan.

Kivlan beberapa kali melancarkan demonstrasi, menuduh telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.

Dia menambah daftar pendukung calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus makar.

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma dan politikus PAN, Egi Sudjana, juga mendapat predikat tersebut dalam kasus serupa.

Kemudian, Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap terkait kasus penyebaran hoaks pada Minggu (26/5).

Adapun Bachtiar Nasir ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang.

Berita terkait