Ani Yudhoyono, mantan ibu negara meninggal dunia

Ani Yudhoyono Hak atas foto ADEK BERRY/AFP
Image caption Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela upacara Kemerdekaan Indonesia ke-69 di Istana Kepresidenan, 17 Agustus 2014.

Mantan ibu negara, Kristiani Herrawati, atau dikenal sebagai Ani Yudhoyono, istri dari Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, tutup usia pada Sabtu (01/06) siang.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan tepat pada pukul 11.50 waktu Singapura, atau 10.50 WIB, Ani Yudhoyono dinyatakan meninggal dunia.

"Ibu Ani Yudhoyono telah meninggalkan kita sekitar pukul 11.50," ujar Imelda, Sabtu (01/06).

Sempat dilaporkan membaik, kondisi Ani dilaporkan menurun dan kembali menjalani perawatan intensif di ruang ICU National University, Hospital, Singapura. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Selain kerabat dan pimpinan Partai Demokrat, beberapa tokoh seperti Agung Laksono, Hatta Rajasa, M Nuh dan Andi Malarangeng, menyambangi rumah sakit untuk menyampaikan belasungkawa.

Besan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Hatta Rasaja, yang mewakili keluarga besar SBY mengatakan presiden keenam RI itu mengikhlaskan kepergian istrinya tersebut.

"Tentu sebagai suami yang mendampingi 43 tahun terlihat duka yang mendalam dari Pak SBY, tapi beliau ikhlas menerima takdir Allah ini," kata dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Ani Yudhoyono, yang menurutnya merupakan "sosok perempuan tegar dan memiliki peran penting selama sepuluh tahun pemerintahan SBY menjadi presiden Indonesia."

"Dia tokoh yang setia dan dedikatif sebagai ibu negara, yang juga memberikan simbol sosok perempuan yang memiliki peranan penting," tutur Sri Mulyani.

Sementara itu, melalui unggahan di akun Instagram pribadi, Presiden Jokowi menyebut bahwa semasa hidupnya Ibu Ani Yudhoyono adalah tokoh yang senantiasa memberi inspirasi."Almarhumah adalah seorang tokoh yang senantiasa memberi inspirasi dan teladan sebagai istri dan Ibu Negara yang setia mendampingi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono semasa menjadi presiden, sebagai ibu dari anak-anaknya, dan sebagai putri seorang prajurit," tulis Presiden Jokowi.

Setelah disemayamkan di KBRI Singapura, jenasah Ani Yudhoyono akan diberangkatkan dari Singapura, Sabtu (01/06) malam menggunakan pesawat Hercules dan diperkirakan akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 20.30 WIB.

Jenasahnya kemudian disemayamkan di rumah duka di Cikeas dan akan dimakamkan di taman makam pahlawan (TMP) Kalibata pada pukul 15.00 WIB.

Ingin cium jenasah sang istri

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan sebelum diberangkatkan ke tanah air, jenasah Ani Yudhoyono akan disemayamkan di KBRI Singapura terlebih dulu.

Dia mengungkapkan SBY meminta setelah jenasah dimandikan dan dimasukkan ke peti jenasah, dia menghendaki untuk mencium istrinya untuk terakhir kali.

"Itu berkali-kali dia sampaikan," kata Hinca.

Hak atas foto ROMEO GACAD/AFP
Image caption Ani Yudhoyono dan salah-seorang cucunya, Almira Tunggadewi (kiri), saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace yang sedang berlabuh di Jakarta, 7 Juni 2013.

Salah satu dokter yang merawat Ani, dokter Terawan Agus Putranto, menjelaskan tim dokter gabungan sudah berupaya maksimal, "tapi Tuhan berencana lain."

"Kemarin membaik namun tiba-tiba beliau mengalami kemunduran dan itu memang dari perjalanan penyakitnya," kata Terawan.

Dia melanjutkan, ketika menghembuskan napas terakhir, Ani dalam kondisi tidak sadar lantaran sempat mengalami gagal napas sehingga terpaksa menggunakan respirator untuk membantu pernafasan.

"Menggunakan respirator sejak kemarin malam, sudah berlangsung usaha untuk men-support beliau tapi upaya itu belum membawa hasil," jelas Terawan.

Hak atas foto BEN STANSALL/AFP/Getty Images
Image caption Ani Yudhoyono, sedang membidikkan kameranya ke arah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang berpidato di sebuah acara saat melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris, 1 November 2012.

Sejak Februari 2019 lalu, Ani Yudhoyono dirawat di National University Hospital, Singapura, lantaran mengidap penyakit kanker darah.

Selama perawatan, kondisi kesehatan Ani Yudhoyono dilaporkan sempat naik-turun.

Dalam perkembangannya, Rabu (29/05), Ani Yudhoyono dilaporkan kembali masuk ICU karena disebutkan mengalami demam tinggi.

Dan pada Kamis (30/5) malam, Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengabarkan demam Ani Yudhoyono sudah turun.

"Syukur kepada Tuhan, infonya yang kami terima sore tadi, demam dan panas suhu tubuh ibu Ani katanya sudah turun," ujar Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon, Kamis (30/05).

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Ani menikah dengan SBY pada tanggal 30 Juli 1976, saat SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik. Foto: Presiden SBY dan Ibu Negara di Istana Merdeka, di sela-sela upacara Kemerdekaan Indonesia ke-69 di Istana Kepresidenan, 17 Agustus 2014.

Namun pada Jumat (31/05) pagi, kondisi kesehatan Ani Yudhoyono dilaporkan "kembali menurun" dan "tidak sadarkan diri", ungkap politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulungnya, mengungkapkan bahwa kondisi ibunya belum stabil.

"Saat ini, Ibu Ani sedang memerlukan penanganan ekstra. Seluruh keluarga besar Yudhoyono sedang berkonsentrasi pada upaya pemulihan kembali kondisi kesehatan Ibu Ani," kata AHY.

Sejak saat itulah, seluruh keluarga SBY dilaporkan sudah berada di Singapura. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulungnya, mengungkapkan bahwa kondisi ibunya belum stabil.

Hak atas foto Instagram/Ani Yudhoyono
Hak atas foto Instagram/Ani Yudhoyono
Hak atas foto Instagram/Ani Yudhoyono

Sejak Ani Yudhoyono dirawat di Singapura, Susilo Bambang Yudhoyono - sebagai Ketua Umum Partai Demokrat - praktis lebih banyak mendampingi istrinya ketimbang disibukkan dengan Pemilu 2019.

Setelah KPU mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019, SBY mengucapkan selamat kepada calon presiden petahana Joko Widodo yang unggul dalam perolehan suara.

Sikap SBY ini mengundang tanda tanya rekanan koalisi yang tergabung dalam kubu Prabowo Subianto yang hingga sekarang menolak hasil rekapitulasi tersebut karena dianggap dipenuhi kecurangan.

Melalui media sosial, sebagian simpatisan kubu Prabowo dilaporkan 'menyerang' kondisi kesehatan Ani Yudhoyono dengan apa yang mereka sebut sebagai tidak maksimalnya kampanye SBY pada Pilpres dan Pileg 2019.

Hak atas foto Instagram/ Ani Yudhoyono

Beberapa politikus Partai Demokrat berang dan balik menyerang sejumlah akun anonim yang disebutkan merundung kondisi kesehatan mantan Ibu Negara itu.

Di sinilah, kemudian muncul wacana bahwa Partai Demokrat berniat mencabut dukungannya terhadap Prabowo.

Hak atas foto ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY/AWW
Image caption Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Bogor, Rabu (22/5/2019). Dalam pertemuan tersebut Partai Demokrat menyampaikan selamat atas hasil Pilpres 2019 yang telah diumumkan oleh KPU.

Para elit Partai Demokrat membantah sinyalemen ini, namun pada saat bersamaan putra SBY, yang juga politikus Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, bertemu dengan Joko Widodo di Istana Merdeka.

Sebuah peristiwa politik yang menurut pengamat menunjukkan bahwa Partai Demokrat kini merapat ke kubu Jokowi.

Anak ketiga Sarwo Edhie Wibowo

Ani Yudhoyono, kelahiran 6 Juli 1952 lahir di Yogyakarta adalah anak ketiga ketika pasangan Letjen Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah.

Dia menikah dengan SBY pada tanggal 30 Juli 1976, saat SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik.

Hak atas foto aniyudhoyono.or.id
Image caption Ani Yudhoyono (berdiri, dua dari kiri), kelahiran 6 Juli 1952 lahir di Yogyakarta adalah anak ketiga ketika pasangan Letjen Sarwo Edhie Wibowo dan Hj Sunarti Sri Hadiyah.

Pasangan ini dikaruniai dua orang putra, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Sebagai Ibu Negara, Ani mendampingi SBY dalam dua periode kepemimpinannya, sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014.

Sejumlah laporan menyebutkan, Ani sempat kuliah Jurusan Kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, tetapi pada tahun ketiga meninggalkan bangku kuliah karena pindah untuk mengikuti ayahnya yang ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Setelah pulang ke Indonesia, dia menikah dengan SBY dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik pada tahun 1998.

Topik terkait

Berita terkait