Kapal diduga tenggelam di Morowali: 17 awak kapal masih dalam pencarian

Kapal SAR Palu menuju pelabuhan Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Hak atas foto Antara
Image caption Kapal SAR Palu menuju pelabuhan Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah.

Tim SAR masih melakukan pencarian korban kapal yang diduga tenggelam di perairan Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Satu orang ditemukan selamat, sementara 17 orang masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Palu, Basrano mengatakan hingga hari kedua pencarian pada Rabu (05/06) timnya masih melakukan pencarian awak kapal Kapal Motor (KM) Lintas Timur yang tenggelam dalam perjalanannya dari Bitung ke Morowali.

"Sejauh ini masih dilakukan upaya pencarian oleh tim SAR yang ada di lapangan. Hasil sementara masih nihil," ujar Basrano kepada BBC News Indonesia, Rabu (05/06) siang.

Informasi awal yang beredar, terdapat 19 orang korban masih dalam pencarian. Namun, berdasar keterangan korban selamat yang ditemukan di perairan Banggai Laut, Selasa (04/06), setelah terkatung-katung selama empat hari, diketahui bahwa total awak kapal itu berjumlah 18 orang.

"Info awal yang beredar ada 20 kru, tapi setelah kita interview salah satu korban yang dievakuasi selamat kemarin, atas nama Yacob, beliau menerangkan bahwa yang on board di atas kapal itu ada totalnya 18 orang, sudah termasuk yang bersangkutan. Artinya, yang dicari itu adalah 17 orang, bukan 19 orang," jelas Basrano.

Kepala Kantor SAR Palu, Basrano mengatakan korban selamat yang disebut bernama Yacob saat ini tengah dirawat di klinik di Banggai setelah ditemukan oleh kapal berbendara India, NV. Nurbayaksar, pada Selasa sore waktu setempat.

Ketika ditemukan, lanjut Basrano, kondisi Yacob sangat lemah. Bahkan, berdasar keterangan petugas medis, kadar gula darah yang bersangkutan hanya 52 mg/dL. Padahal, kadar gula darah normal sekitar 170 mg/dL.

"Artinya, bahwa kondisinya masih dalam kondisi lemas," kata dia.

Betapa pun, dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap korban selamat, diketahui bahwa sebelum kejadian, mesin kapal mengalami black out, atau mati. Di sisi lain, posisi kapal tidak stabil karena dihantam oleh gelombang.

"Arahnya sudah tidak jelas karena posisi mesin mati. kemudian dihantam dengan cuaca yang ekstrim sehingga ini menyebabkan kapal tenggelam," ujar Basrano.

Berdasarkan keterangan ini dan lokasi penemuan korban dengan kejadian pada tanggal 31 Mei, diperkirakan lokasi tenggelam kapal motor bernama KM Lintas Timur ada "di timur Morowali."

Kondisi cuaca buruk, dibenarkan oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad, yang menyebut badai gelombang yang terjadi beberapa hari tearkhir.

"Diduga tenggelamnya Kapal kargo KM. Lintas Timur karena adanya badai gelombang yang terjadi beberapa hari ini dan 1 orang korban selamat ditemukan di perairan Bangkep dekat dengan Kec. Buko karena terbawa arus," ujar Ahmad dalam keterangan tertulis. Dia pun memperingatkan nakhoda kapal kemungkinan masih terjadi badai gelombang tinggi di perairan wilyah Bangkep, Batui - Toili hingga perairan Morowali hingga Juli mendatang. "Setiap Nakhoda agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG dan memastikan kapalnya laik laut sebelum berlayar agar terhindar dari musibah atau kecelakaan laut yang tidak diinginkan. Kami dan Tim SAR terus melakukan koordinasi pencarian kru kapal yang belum ditemukan. Semoga kru kapal dapat ditemukan secepatnya," tutup Ahmad.

Kapal kargo KM Lintas Timur dengan berat 1.720 GT dan panjang 80,10 meter membawa muatan semen 3.000 sak tersebut berangkat dari Pelabuhan Bitung pada 28 Mei lalu dengan tujuan Pelabuhan Morowali, Sulawesi Tengah.

Topik terkait

Berita terkait