Uji coba LRT Jakarta dengan rute Kelapa Gading ke Rawa Mangun: 'LRT tidak akan bermakna jika tidak segera disambung ke rute-rute lain'

LRT Hak atas foto Getty Images

Moda transportasi light rail transit (LRT) Jakarta telah memasuki tahap uji coba publik dan siap beroperasi dengan panjang rute 5,8 kilometer.

Namun pengamat transportasi mengatakan fasilitas ini tidak akan bermakna jika tidak segera diikuti pembangunan rute lanjutan yang mengarah ke pusat kota.

LRT Jakarta, yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta melalui PT LRT Jakarta, telah memasuki tahapan uji coba publik sejak tanggal 11 Juni hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Warga diperkenankan menjajal LRT secara gratis dari pukul 05.30 WIB sampai dengan 23.00 WIB dengan hanya waktu antara (headway) selama 10 menit.

Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta, Melisa Suciati, belum memastikan kapan LRT akan beroperasi penuh.

"Berproses ya, (kita) nggak bisa menentukan kapan. Kita jalani dulu saja. Kita tes, kita pelan-pelan pelajari, memperbaiki sambil menyempurnakan," kata Melisa.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Warga diperkenankan menjajal LRT secara gratis dari pukul 5.30 WIB sampai dengan 23.00 dengan hanya waktu antara (headway) selama 10 menit.

Dirut PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengungkapkan saat ini perusahaannya masih menunggu terbitnya Izin Operasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ke mana saja rutenya?

LRT Jakarta fase I akan melayani rute Kelapa Gading, Jakarta Utara, hingga Rawa Mangun, Jakarta Timur, dengan panjang 5,8 kilometer.

Rute ini bisa disebut pendek jika dibandingkan rute MRT fase 1 rute Lebak Bulus-Bundaran HI yang panjangnya 16 kilometer atau layanan Koridor 1 Transjakarta rute Blok M-Kota yang panjangnya mencapai sekitar 13 kilometer.

Hak atas foto PT LRT Jakarta
Image caption Rute dan jarak tempuh LRT Jakarta.

Beberapa tempat yang dilewati rute ini adalah Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara; Pacuan Kuda Pulomas; dan arena balap sepeda, Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

Sebelumnya, rute tersebut ditentukan untuk memfasilitasi atlet-atlet Asian Games 2018.

Namun, proses konstruksi yang terhambat, membuat LRT yang mulai dibangun pada Mei 2017 ini belum juga beroperasi penuh hingga saat ini.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, meragukan bahwa rute tersebut akan efektif menjaring penumpang.

"Kalau cuma enam kilometer tak ada maknanya, tak banyak bermanfaat," kata Djoko.

Hak atas foto Getty Images
Image caption LRT Jakarta sebelumnya ditargetkan untuk beroperasi sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

Velodrome bukanlah tujuan utama kebanyakan orang di Kelapa Gading, kata Djoko, karena lebih banyak yang menuju ke pusat kota atau Jakarta Selatan.

Djoko menambahkan pemerintah DKI harus segera melanjutkan fase berikutnya agar fasilitas ini bermanfaat bagi masyarakat.

Pengamat transportasi dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Tory Damantoro, mengeluarkan pendapat senada.

Ia menyebut pembangunan LRT fase pertama belum akan mampu mengubah pola transportasi warga.

Tory merujuk pada survei Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) di tahun 2012 yang menyebut rata-rata perjalanan di Jakarta berkisar antara 10 hingga 15 kilometer.

Maka, tambahnya, layanan LRT fase 1 Jakarta, belum akan mampu melayani penuh perjalanan warga.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pengembangan angkutan umum dinilai penting untuk mengatasi macet di Jakarta.

Djoko menambahkan rute LRT yang pendek itu belum bisa menutup biaya operasional dan pembangunannya.

LRT Jakarta, yang kapasitasnya mencapai sekitar 1.000 orang per rangkaian ini, menghabiskan dana sekitar Rp6,8 triliun.

Kereta LRT diproduksi oleh perusahaan Korea Selatan, Hyundai Rotem.

Solusi integrasi

Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta, Melisa Suciati, mengatakan PT LRT Jakarta telah mengintegrasikan LRT dengan layanan Transjakarta untuk memfasilitasi perpindahan moda transportasi pengguna.

Saat ini, kata Melisa, di Stasiun Velodrome sedang dibangun skybridge atau jembatan penghubung antara Stasiun Velodrome dengan Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun.

Halte ini melayani rute Pulo Gadung hingga Kelapa Gading.

"Dengan konsep integrasi itu kita dapat mengantarkan penumpang dari tempat tinggalnya di Kelapa Gading menuju Dukuh Atas dalam waktu kurang dari satu jam," katanya.

"Walaupun terkesan pendek, tapi sebenarnya kalau mau memanfaatkan fasilitas tambahan yaitu integrasi itu tidak pendek-pendek banget... Ini kan sifatnya juga sementara," ujarnya.

Hak atas foto PT LRT Jakarta
Image caption Rute integrasi LRT dan Transjakarta

Melisa menegaskan bahwa ke depannya LRT akan diintegrasikan dengan rute yang lain.

Saat ini, LRT Jakarta mempertimbangkan pembangunan fase II yang akan melayani jalur utara dan selatan.

Jalur utara direncanakan akan melintang dari Stasiun Pegangsaan ke Jakarta International Stadium (JIS) di Taman BMW, Jakarta Utara.

Sementara, jalur selatan dicanangkan untuk melayani rute Stasiun Velodrome menuju ke Manggarai.

Hak atas foto Kompas.com
Image caption PT LRT Jakarta mempertimbangkan untuk menyambung rute hingga ke Manggarai.

Pengamat transportasi Tory Damantoro mengatakan pembangunan ke arah Stadium BMW baik untuk pengembangan kawasan di Jakarta Utara, yang cenderung masih tertinggal.

Sementara, kata Tory, DTKJ sangat mendukung koneksi LRT hingga ke Manggarai yang merupakan pusat angkutan umum kereta di Jakarta.

"Ketika tersambung dengan Manggarai pengguna LRT bisa melakukan perjalanan hingga Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Serpong," ujarnya.

Ia menambahkan meski LRT belum akan "balik untung" untuk waktu yang lama, pemerintah daerah perlu konsisten membangun fasilitas ini.

"Angkutan massal itu program jangka panjang, nggak bisa jangka pendek kayak Bandung Bondowosogitu. Yang diperlukan di sini adalah konsistensi pemerintah untuk membangun transportasi massal walaupun gubernurnya ganti-ganti," kata Tory.

Bantah keterlambatan

Sebelumnya, mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) bermimpi memamerkan LRT saat ajang Asian Games.

Namun pembangunan LRT Jakarta dilakukan pada bulan Mei 2017 itu, belum rampung hingga kini.

Melisa mempertanyakan target tersebut.

"Kalau targetnya tahun 2018, masa kita bangun lima stasiun dalam waktu satu tahun?" tanya Melisa.

Hak atas foto Getty Images

Ia menyebut karena ini adalah LRT pertama di Jakarta, segala sesuatu butuh persiapan dan kehati-hatian.

Pada bulan April lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dia juga tidak akan buru-buru mengoperasikan LRT hingga fasilitas itu siap beroperasi sepenuhnya.

Sementara itu selain pemerintah provinsi DKI Jakarta, pemerintah pusat, melalui PT Adhi Karya, juga mengembangkan LRT yang disebut LRT Jabodebek.

LRT Jabodebek tahap I, yang sedang berjalan, terdiri dari tiga rute yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan Cawang - Bekasi Timur.

Berita terkait