'Anak bawaan': Balita di balik jeruji penjara
Media playback tidak ada di perangkat Anda

'Anak bawaan': Balita yang diasuh ibunya di balik jeruji penjara

Sebanyak 12 anak di bawah usia dua tahun tinggal di balik jeruji Lapas Perempuan Malang, Jawa Timur, bersama ibu mereka yang menjadi narapidana.

Penjara jelas bukan tempat yang ideal untuk membesarkan anak. Namun, bagi para narapidana perempuan, pilihan membesarkan anak di penjara jauh lebih baik ketimbang menitipkan anak kepada keluarga atau orang lain.

Salah satu narapidana perempuan yang terpaksa membawa anaknya ke bui adalah YS, 21 tahun. Dia dipenjara karena terlibat kasus narkoba.

Anak YS, Damar (bukan nama sebenarnya), lahir di penjara dan kini sudah berusia 17 bulan.

"Memang kasihan kalau anak tinggal di sini. Tapi adanya kebutuhan khusus anak, seperti ASI, [maka diasuh] di sini, biar ada temannya buat mainan, ada yang jagain," ujar YS.

Simak juga:

Selain Damar, terdapat 11 anak yang tinggal dengan ibu mereka di Lapas Perempuan Malang, jumlah terbanyak sepanjang sejarah lapas khusus perempuan itu mulai beroperasi, sejak 1969.

Lapas Perempuan Malang memang menjadi rujukan bagi tahanan dan napi perempuan yang hamil dan membesarkan anaknya di penjara.

Kepala Lapas Kelas IIA Malang, Ika Yusanti, mengatakan saat ini Lapas Perempuan Kelas IIA Malang yang berdaya tampung 164 orang, diisi 668 orang, atau lima kali lipat dari kapasitas.

Sementara Kementerian Hukum dan HAM mencatat, saat ini ada 67 'anak bawaan' yang tersebar di seluruh Indonesia.

Video produksi Ayomi Amindoni dan Dessi Ariyanti.