Pelanggar etik jadi Ketua KPK, Jokowi sebut sudah sesuai prosedur

Hukum Hak atas foto NurPhoto/Getty Images
Image caption Presiden Jokowi menyebut proses pemilihan pimpinan KPK telah berjalan sesuai prosedur.

Presiden Joko Widodo menilai tidak ada yang perlu dipersoalkan terkait lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru dipilih DPR.

Dua dari lima komisioner KPK terpilih, yaitu Firli Bahuri dan Alexander Marwata, sebelumnya dianggap memiliki catatan negatif dalam pemberatasan korupsi.

"Sudah lolos panitia seleksi dan prosedurnya ada di kewenangan DPR," kata Jokowi terkait terpilihnya Firli, dalam sesi jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/09).

Firli merupakan jenderal polisi berpangkat inspektur jenderal. Saat menjabat deputi penindakan KPK, Firli dinyatakan melanggar etik.

Mei lalu, pimpinan KPK menyebut Firli bertemu eks Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi alias TGB, yang tengah kala itu tengah diselidiki dalam dugaan korupsi kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Jokowi juga angkat bicara tentang Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang dikabarkan mundur dari jabatannya, Jumat pagi ini.

"Hak setiap orang untuk mundur atau tidak mundur. Itu hak pribadi seseorang," kata Jokowi.

Hingga berita ini diturunkan, BBC Indonesia masih terus berupaya mengkonfirmasi pengunduran diri itu kepada Saut.

Hak atas foto ANTARA FOTO
Image caption Irjen Firli Bahuri dipilih DPR menjadi Ketua KPK untuk lima tahun mendatang.

Melansir Detikcom, dalam surat terbukanya Saut menyebut mundur dari KPK terhitung 16 September mendatang. Dalam salah satu pernyataannya, Saut berbicara tentang penegakan nilai dan prinsip yang dipegang KPK.

"Saya mohon maaf karena dalam banyak hal memang kita harus bisa membedakan antara cemen dengan penegakan 9 nilai KPK yang kita miliki (jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil) yang kita tanamkan dan ajarkan selama ini, sebagai bagian dari nilai di KPK yaitu RI-KPK (religius, integritas, kepemimpinan, profesional dan keadilan)."

"Mari kita pegang itu sampai kapanpun," demikian tulis Saut dalam suratnya.

Hak atas foto ANTARA FOTO
Image caption Saut Situmorang menyatakan mundur dari KPK.

Selain Firli dan Alexander Marwata, tiga pimpinan baru KPK yang telah dipilih Komisi III DPR adalah Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango.

Dalam sesi fit and proper test di DPR, Kamis kemarin, Firli menyangkal tudingan main mata dengan TGB. Firli berkata, saat masih menjabat deputi penindakan, ia tak sengaja bertemu dengan TGB.

"Tidak ada pembicaraan apa pun," ujar Firli.

Sementara itu, Alexander Marwata merupakan pimpinan KPK aktif. Sebelum terpilih masuk komisi antirasuah lima lima lalu, mantan hakim itu disorot karena memberi pendapat berbeda dalam sidang kasus korupsi yang menjerat eks Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Meski Marwata tak setuju Ratu Atut melakukan korupsi, dalam kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Lebak, Banten, politikus Golkar itu tetap dinyatakan bersalah.

Lima pimpinan KPK yang baru terpilih akan menggantikan komisioner periode 2014-2019 yang masa jabatannya akan berakhir 21 Desember mendatang.

Hak atas foto ANTARA FOTO
Image caption Aksi lempar batu dan pembakaran terjadi di kantor KPK, Jakarta, Jumat (13/09).

Jelang Jumat sore, terjadi kericuhan di depan kantor KPK yang berada di kawasan Rasuna Said.

Awalnya, sekelompok orang yang menamakan diri Himpunan Aktivis Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI menyuarakan dukungan mereka pada Firli dan proses revisi UU KPK.

Mereka kemudian mendesak pencopotan kain hitam yang menutup lambang KPK. Kain hitam itu sebelumnya dipasang wadah pegawai KPK bersama Saut Situmorang.

Tak lama setelahnya, massa tersebut melempari gedung KPK dengan batu, lantas membakar sejumlah karangan bunga bertuliskan simpati pada komisi antirasuah.

Topik terkait

Berita terkait