Jokowi: Resmi dilantik, target pendapatan warga Rp27 juta per bulan dan janji perombakan eselon

Politik Hak atas foto ANTARAFOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Image caption Jokowi membacakan sumpah jabatan di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10).

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024 setelah menyelesaikan seremoni pelantikan di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10).

Dalam pidato sekitar 16 menit, Jokowi menyebut sejumlah target dan janji program, dari menggenjot pendapatan per kapita hingga merombak jenjang kepegawaian di lembaga pemerintahan.

Di hadapan anggota MPR dan belasan pimpinan negara sahabat, Jokowi menyebut target awalnya untuk melepaskan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan kelas menengah.

Jokowi berkata, pemerintahannya akan membuat basis program agar pendapatan per kapita masyarakat Indonesia mencapai Rp27 juta per bulan, pada tahun 2045.

Dengan capaian itu, kata Jokowi, Indonesia secara tidak langsung akan masuk daftar lima negara ekonomi terbesar di dunia.

"Di satu abad Indonesia merdeka, Indonesia semestinya telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah," ujar Jokowi.

"Indonesia semestinya menjadi negara maju dengan pendapatan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan."

"Itulah target kita bersama, mimpi kita di tahun 2045 produk domestik bruto menjadi US$7 triliun dengan kemiskinan mendekati 0 persen," tuturnya.

Jokowi mengklaim target tersebut masuk akal dan dapat dicapai. Syaratnya, kata dia, pemerintah harus kerja secara cepat dan menggenjot produktivitas.

Dalam pidatonya, Jokowi juga menyinggung tentang kinerja birokrat. Ia meminta menteri dan seluruh pegawai pemerintah menjamin masyarakat menerima manfaat pelayanan publik.

Dua perkataan Jokowi terkait hal ini mencakup ancaman pemecatan terhadap menteri yang gagal memenuhi target dan perombakan jenjang kepegawaian di lembaga eksekutif.

"Investasi lapangan kerja harus diprioritaskan, birokrasi panjang harus dipangkas...Eselon satu, dua, tiga, empat, apa enggak kebanyakan?" kata Jokowi.

"Saya akan minta untuk disederhanakan dua level saja, diganti jabatanfungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi."

"Saya juga akan minta para menteri menjamin tujuan pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, akan saya copot," ucapnya.

Pelantikan Jokowi di Gedung MPR dihadiri mantan presiden dan wakil presiden Indonesia. Ketua MPR, Bambang Soesatyo, secara khusus menyebut Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, dua bekas presiden yang jarang berada dalam satu acara formal yang sama.

Hak atas foto SIGID KURNIAWAN
Image caption Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat menghadiri pelantikan Joko Widodo sebagai presiden masa jabatan 2019-2024

Adapun, Jokowi dalam awal pidatonya menyapa Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, peserta pemilihan presiden tahun 2019 yang dikalahkannya. Jokowi menyapa mereka dengan sebutan 'sahabat baik'.

Sebelum seremoni pelantikan, kepada pers, Jokowi berkata baru akan mengumumkan nama-nama menteri kabinetnya, Senin besok. Hingga berita ini diturunkan, ia belum menyebut satu pun nama pengisi kursi menteri.

Berita terkait