Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Mahfud MD dipanggil ke istana menjelang pengumuman kabinet

Presiden Joko Widodo Hak atas foto SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO

Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah orang ke Istana Merdeka, termasuk pendiri dan CEO Gojek, Nadiem Makarim dan mantan Ketua MK Mahfud MD ke Istana Merdeka, Jakarta Senin (21/10).

Dalam waktu hampir bersamaan, Presiden Jokowi juga memanggil Komisaris Utama Net TV, Wishnutama dan eks ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Tohir.

Presiden juga memanggil pula Fadjroel Rachman, Komisaris PT Adhikarya. Dahulu Fadjroel dikenal sebagai aktivis mahasiswa ITB.

Mereka semuanya mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Sampai Senin siang, belum ada keterangan resmi Istana atas pertemuan tersebut.

Usai bertemu Jokowi, Mahfud mengatakan dirinya berdiskusi dengan Presiden Jokowi tentang berbagai masalah makro, namun secara mendalam membahas planggaran HAM serta masalah penegakan hukum yang "kurang mengigit".

"Soal pemberantasan korupsi di berbagai sektor juga kita diskusikan banyak," kata Mahfud. Keduanya juga mendiskusikan soal isu keberagaman.

Hak atas foto Wahyu Putro A/ANTARA FOTO
Image caption Nadiem Makarim

Ditanya wartawan apakah dirinya bersedia ditunjuk sebagai menteri, Mahfud mengatakan dirinya bersedia.

"Saya katakan, saya siap membantu negara," kata Mahfud.

Hak atas foto Wahyu Putro A/ANTARA FOTO
Image caption Mahfud MD

Meskipun demikian, Mahfud mengaku Jokowi belum menyebutkan nama pos menteri untuk dirinya.

"Tadi bicara dengan Presiden, bisa di bidang hukum, bisa di politik, bisa di agama juga, seperti yang diisukan selama ini," ujarnya.

"Saya banyak disebut, katanya, Menhukham, katanya Jaksa Agung, katanya menteri agama. Pokoknya di bidang itu," katanya.

Menurutnya, Presiden akan mengumumkan nama-nama menterinya pada Rabu (23/10).

Hak atas foto BBC News Indonesia

Sementara, Komisaris Utama Net TV, Wishnutama, sebelum bertemu presiden, mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya dihubungi pihak protokol Istana pada Minggu malam.

"Saya belum tahu," katanya saat ditanya wartawan apakah dirinya ditawari kursi menteri. "Saya enggak mau berandai-andai dulu."

Kepada wartawan, Nadiem Makarim, usai bertemu presiden, mengatakan dirinya ditawari untuk duduk sebagai menteri. Dan, "saya bersedia, menerima," tanpa menyebutkan posisi menteri apa.

Hak atas foto WAHYU PUTRO A/ANTARA FOTO
Image caption Wishnutama

"Masalah posisi spesifiknya, saya belum boleh berbicara, karena itu hak prerogatif presiden," tambah Nadiem.

Pada Senin siang, Wishnutama memberikan keterangan kepada pers tentang hasil pertemuannya dengan Presiden, dan dia mengaku ditawari kursi menteri, walau belum menyebut secara spesifik mana pos menterinya.

"Ya, kira-kira untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia, lalu meningkatkan defisa," ungkapnya. Dia mengaku siap "membantu presiden".

Hak atas foto Wahyu Putro A/ANTARA FOTO
Image caption Erick Thohir

Sementara, Erick Thohir mengatakan diskusi antara dirinya dan Presiden Jokowi lebih banyak soal "ekonomi".

"Tentu pada hari ini, dengan interviu dan visi beliau, tentu, kalau memang dipercaya, tentu harus bersedia," katanya.

Di hadapan wartawan, sekitar pukul 15.00 WIB, Fadjroel Rachman menjelaskan hasil pertemuannya dengan Presiden Jokowi. Dia mengakui pertemuan itu membahas posisi menteri yang dipercayakan kepadanya.

Hak atas foto WAHYU PUTRO A/ANTARA FOTO
Image caption Fadjroel Rachman

"Saya bersedia. Saya mengatakan kepada Pak Jokowi, saya bersedia menerima apapun yang dimintakan kepada saya untuk membantu beliau dan membantu negara," kata Fadjroel.

Seperti orang-orang yang sebelumnya bertemu Presiden, Fadjroel tak bersedia menyebut posisi menteri apa yang akan dipercayakan kepadanya.

"Lebih baik saya tidak mendahului apa yang akan disampaikan pak presiden," ujarnya.

Pada Senin (21/10), Presiden Joko Widodo juga memanggil mantan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta mantan Menteri Sekretaris Negara, Praktikno.

Presiden juga bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan wakil ketuanya Edhy Prabowo. Dalam pertemuan itu, Prabowo diminta untuk menjadi Menteri Pertahanan.

"Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan. Jadi beliau tadi memberikan pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," kata Prabowo.

Topik terkait

Berita terkait