Ledakan di Monas: Granat biasa, sama seperti petasan, kata polisi

Granat asap di Monas Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Aparat kepolisian melakukan penjagaan di lokasi kejadian perkara di dalam area Monas, Jakarta.

Ledakan yang diduga bersumber dari granat asap terjadi di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sekitar pukul 07.15 WIB, Selasa (03/12) pagi, yang menyebabkan dua anggota TNI terluka, demikian keterangan pejabat kepolisian dan TNI.

"Hasil penyelidikan sementara, ledakan itu diduga berasal granat asap," kata Kapolda Irjen Gatot Pramono dalam jumpa pers di area Monas, Selasa pagi, sekitar pukul 09.15 WIB, seperti dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Callistasia Wijaya, dari lokasi kejadian.

Kepolisian masih menyelidiki siapa pemilik dan awal mula keberadaan granat tersebut.

Menurutnya, ledakan granat asap itu terjadi "di bagian sisi utara Monas".

"Masih kita dalami dari mana granat itu," katanya.

Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Akibat ledakan itu, dua orang anggota TNI "terluka" dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Akibat ledakan itu, dua orang anggota TNI "terluka" dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

"Satu orang terluka pada tangan kanan dan kiri, satu orang lagi luka di pahanya," ungkap Gatot Pramono.

'Dua anggota TNI terluka'

Dua anggota TNI itu berada di lokasi saat melakukan aktivitas olah raga rutin bersama anggota TNI lainnya. "Ini olah raga rutin. setiap hari Selasa," ungkapnya.

Sementara, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono memastikan bahwa dua korban terluka adalah anggota TNI.

Hak atas foto BBC News Indonesia
Image caption Ditanya tentang siapa pemilik granat asap tersebut, Pangdam mengatakan pihaknya dan polisi sedang "mencari informasi lebih lanjut".

"Yang pertama korban atas nama Serka Fajar, tangan kiri terluka parah, sedang memegang granat asap. Kondisi sadar. Dia bahkan masih bisa duduk. Bukan serius sekali," jelasnya. 

"Yang kedua, korban luka ringan, bagian paha. Namanya Praka Gunawan," ungkapnya. 

Ditanya tentang siapa pemilik granat asap tersebut, Pangdam mengatakan pihaknya dan polisi sedang "mencari informasi lebih lanjut".

"Kita sampaikan ke publik bahwa ini bukan sesuatu yang luar biasa. Memang ditemukan granat asap, kita sedang dalami mengapa ada granat asap di sana. Ini kita harus butuh keterangan dari yang bersangkutan," jepasnya.

Hak atas foto BBC News Indonesia

Seorang saksi mata, seperti dilaporkan Kompas TV, mengaku mendengar "bunyi ledakan". Dia mengaku berada di depan Gedung Mahkamah Agung (MA).

"Saya takut, saya menyapu saja," kata Mariyati, petugas kebersihan di kawasan Monas.

"Bunyinya kencang, kuping saya pengang," tambahnya.

Sementara itu, Efendi, seorang petugas kebersihan di Monas, Jakarta Pusat, mengatakan ia mendengar suara ledakan saat ia berada di sekitar ruang agung Monas.

"Suaranya keras. Semua kaget, saya kira itu suara meriam biasa dari istana," ujarnya.

Dentuman meriam biasa terdengar dari istana saat peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Apa itu granat asap?

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus, mengatakan granat asap biasa dipakai oleh pasukan keamanan untuk latihan.

"Granat biasa, itu rendah kok [daya ledaknya]. Makanya pas ledakan (korban) masih sadar. Sama kayak petasan aja kan keluar asap," ujar Yusri kepada wartawan BBC News Indonesia, Callistasia Wijaya, di lokasi kejadian.

Ia mengatakan, seperti petasan, sebetulnya dalam jarak jauh granat itu tidak bahaya.

"Tapi kalau kita pegang, habis juga tangan kita," ujarnya.

Hak atas foto BBC News Indonesia

Granat asap berbentuk kaleng. Granat ini digunakan untuk memberi sinyal baik di darat maupun udara, menandai target atau tempat mendarat, dan memantau pergerakan unit.

Meski granat asap lazim digunakan untuk latihan anggota keamanan, Yusri belum memastikan siapa yang memiliki dan membawa granat itu.

Ia juga belum bisa mengonfirmasi informasi yang beredar bahwa kedua korban luka menemukan granat asap itu di dalam plastik dan mengambilnya. "Masih kami dalami karena yang mau diajak ngomong ini sementara masih di rumah sakit. Saksinya ya korban sendiri. Berdua saja korban ini," ujarnya.

Topik terkait

Berita terkait