Dirut Garuda 'diberhentikan' terkait dugaan penyelundupan motor Harley Davidson

Harley Davidson Hak atas foto Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Image caption Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (05/12).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, terkait dugaan penyelundupan komponen motor dan sepeda di dalam pesawat Garuda yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 1,5 miliar.

"Saya sebagai Kementerian BUMN tentu akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda," tegasnya.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa hasil temuan Komite audit PT Garuda menyebutkan bahwa motor Harley Davidson tersebut diduga milik AA.

"Yang sungguh menyedihkan, ini proses secara menyeluruh di dalam sebuah BUMN, bukan individu, menyeluruh," kata Erick dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (05/12) sore.

Dalam jumpa pers itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan nama dari 22 orang penumpang tersebut, diantaranya adalah I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara (Direktur Utama PT Garuda Indonesia), serta Iwan Juniarto.

Erick berjanji akan terus melihat lagi "oknum-oknum" di dalam jajaran pimpinan PT Garuda Indonesia yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan ini.

Hak atas foto Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Image caption Petugas Bea Cukai menyiapkan barang bukti pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (05/12).

"Dan saya yakin Menkeu dan Dirjen Bea Cukai akan memproses secara tuntas, apalagi di sini ditulis ada kerugian negara," katanya.

Erick juga membuka opsi pidana untuk oknum yang terlibat dalam kasus penyelundupan tersebut, karena menganggap penyelundupan diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,5 miliar.

"Apalagi di sini ada kerugian negara. Ini bukan hanya perdata tapi juga pidana," tegas Erick.

Sebelumnya, pimpinan PT Garuda Indonesia membantah tuduhan penyelundupan motor dan sepeda tersebut.

"Seluruh barang yang dibawa di dalam pesawat juga sudah dilaporkan kepada petugas kepabeanan (self declared) termasuk bawaan (bagasi) karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut," kata Ikhsan Rosan, VP Corporate Secretary, dalam keterangan tertulis, Rabu (04/12).

Bagaimana kronologi pengungkapan kasus?

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Bea Cukai Sukarno Hatta melakukan pemeriksaan terhadap pesawat baru milik PT Garuda yaitu GA-9721 tipe Airbus A330-900, pada Minggu, 17 November lalu.

Pesawat pesanan Garuda itu diterbangkan dari Prancis dan mendarat di Bandara Sukarno Hatta, Jakarta, sebelum masuk ke Garuda Maintenance Facilities (GMF).

"Di dalam pesawat, terdapat 22 orang penumpang," ungkap Sri Mulyani, dalam jumpa pers bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (05/12).

Hak atas foto Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Image caption Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson.

Dalam jumpa pers itu, Sri Mulyani kemudian menyebutkan semua nama dari 22 orang penumpang tersebut, diantaranya adalah I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Direktur Utama PT Garuda Indonesia), serta Iwan Juniarto.

"Disebutkan dalam pesawat itu kargonya nol alias tidak ada. Hasil pemeriksaan Bea Cukai, pada bagian kokpit dan kabin pesawat, memang tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lainnya," ungkapnya.

"Namun, petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan pada lambung pesawat, yaitu tempat bagasi penumpang, di sana ditemukan beberapa koper bagasi penumpang, dan 18 boks," katanya.

"Yang keseluruhannya, memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang," tambah Sri Mulyani.

Dari hasil pemeriksaan, pemilik koper tidak menyerahkan custom declaration dan tidak menyampaikan keterangan lisan "bahwa mereka memiliki barang-barang tersebut", ujarnya.

Berapa harga motor Harley Davidson?

Disebutkan dari hasil pemeriksaan 18 kotak tersebut, ditemukan 15 koli claim tag atas nama SAW yaitu berisi motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai, kata Sri Mulyani.

"Pada tiga koli yang lain, dengan claim tag atas nama LS itu berisi dua sepeda merk Brompton yang kondisinya baru beserta aksesorinya," ungkapnya.

Hak atas foto Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Image caption Barang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (05/12).

Berdasarkan penelusuran pihaknya, diperkirakan harga motor Harley Davidson itu sekitar Rp800 juta per unit. "Sedangkan nilai sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unit," tambahnya.

"Dengan demikian, total kerugian negara, berpotensi antara Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar," kata Sri Mulyani.

Saat ini, Kemenkeu terus melakukan penelitian lebih lanjut terhadap pihak ground handling dan nama-nama penumpang yang masuk di dalam claim tag.

"Kami mengatakan bahwa SAS mengaku bahwa barang ini dibeli melalui acount Ebay... namun waktu kita cek pengakuan SAS, kami tidak mendapatkan kontak penjual yang didapat melalui Ebay," ungkapnya.

Disebutkan pula bahwa SAS memiliki hutang bank sebanyak Rp300 juta yang dicairkan pada Oktober yang digunakan sebagai renovasi rumah.

"Kita sudah melihat transfer uang kepada SAS ke rekening istrinya sebanyak tiga kali senilai Rp50 juta," paparnya.

Hak atas foto Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Image caption Di hadapan wartawan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dari laporan Komite Audit PT Garuda yang diterimanya, ada kesaksian bahwa sepeda motor Harley Davidson itu milik AA.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Kemenkeu akan melibat apakah SAS memang memiliki hobi motor atau tidak. "(Ternyata) dia tidak pernah hobi motor, tapi dia mengimpor Harley Davidson. Dia hobinya sepeda," katanya.

"Kita juga lihat ada transaksi keuangan yang bisa ditengarai memiliki hubungan terhadap inisiatif untuk membeli dan membawa motor tersebut ke Indonesia," imbuhnya.

Kemenkeu saat ini terus melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui motif awal kasus ini, termasuk membuktikan apakah SAS yang memiliki motor itu atau melakukannya untuk pihak lainnya.

Siapa pemilik Motor Harley Davidson?

Di hadapan wartawan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dari laporan Komite Audit PT Garuda yang diterimanya, ada kesaksian bahwa sepeda motor Harley Davidson itu milik AA.

Disebutkan bahwa AA menginstruksikan agar dicarikan motor klasik Harley Davidson produksi tahun 1970-an. Pembelian dilakukan pada April 2019 lalu, katanya.

"Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam," ungkapnya.

Menurut Erick Thohir, IJ membantu antara lain proses pengiriman.

Berita terkait