Bus Sriwijaya jatuh ke sungai di Pagar Alam, Sumsel, 28 orang meninggal: 'Tolong kami... Airnya deras, kami hanyut kalau tak ada pegangan'

bus Sriwijaya Hak atas foto SAR Palembang
Image caption Tim SAR sedang mengevakuasi penumpang Bus Sriwijaya yang jatuh di sungai di Pagar Alam, Sumsel.

Salah-seorang penumpang Bus Sriwijaya yang selamat, Hasanah, 52 tahun, mengaku bus yang ditumpanginya sejak awal dikemudikan sopirnya dengan kecepatan tinggi.

Dalam wawancara dengan wartawan di Pagar Alam, Hasanah mengungkap pula bahwa sopirnya sempat bersitegang dengan pengemudi kendaraan lainnya.

Dikatakan pula bahwa bus yang ditumpanginya nyaris terbalik sebelum mengalami kecelakaan.

"Hampir terguling, dan semua penumpang sempat turun," ungkap Hasanah, yang ditemui di RSUD Besemah Pagar Alam, Selasa (24/12). "Busnya sempat ditarik oleh bus lainnya."

Bus kemudian melanjutkan perjalanan, dan "tiba-tiba menabrak (pembatas) dan jatuh ke sungai," ungkapnya.

Hak atas foto Kemenhub
Image caption Pihak berwenang di Pagar Alam, Sumatra Selatan, melakukan operasi penyelamatan setelah sebuah bus terjun ke sungai dan menewaskan 25 orang.

Laporan polisi menyebutkan bus itu jatuh ke dasar sungai sekitar pukul 23.15 WIB, Senin (23/12) malam.

"Saya tidak tidur, duduk, sedang mengobrol," jelasnya. Dia mengaku terus memegang erat tangan dua cucunya.

Tidak lama setelah bus jatuh ke sungai, Hasanah menyaksikan sejumlah penumpang yang selamat berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca bus.

"Ada kawan saya yang memecahkan kaca, kami keluar, (saat itu) bus sudah di air (sungai)," katanya. Hasanah dan dua cucunya di baris empat dari belakang.

Hak atas foto Basarnas Palembang
Image caption Sebuah bus terjun ke sungai di kawasan Liku Lematang, Pagaralam, Sumatra Selatan, menewaskan setidaknya 25 orang.

Ketika itu menurutnya arus sungai sangat deras, sehingga Hasanah harus mencari pegangan. "Kalau tidak pegangan tali, kami hanyut. Airnya deras sekali."

Dalam kegelapan malam, dari kedalaman jurang, Hasanah mengaku berteriak untuk meminta tolong.

"Kami minta tolong, cucu saya teriak-teriak. Tidak ada orang. Gelap," tuturnya.

"Tolong, tolong, kalau ada orang di atas, tolong kami. Cucuku teriak minta tolong," Hasanah mengulang kembali upacanya untuk meminta tolong.

Hak atas foto Dok Basarnas Palembang/ANTARA FOTO
Image caption Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya.

'Penyebab kecelakaan sedang didalami'

Sampai pukul 17.00 WIB, Selasa (24/12), korban meninggal dunia bertambah menjadi 28 orang dan 13 orang terluka, demikian keterangan Basarnas Sumatera Selatan.

Sementara, pihak berwenang di Pagar Alam, Sumatra Selatan, terus melakukan operasi penyelamatan setelah bus Sriwijaya jatuh ke sungai dan menewaskan 25 orang, Senin (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB.

Kapolres Pagar Alam, AKBP Dolly Gumara mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa 13 orang lainnya diselamatkan dalam keadaan terluka.

Dolly mengatakan polisi belum menyimpulkan penyebab kecelakaan. "(Penyebab kecelakaan) sedang didalami," ujarnya lewat sambungan telepon.

Hak atas foto SAR Palembang
Image caption Tim SAR sedang mengevakuasi penumpang Bus Sriwijaya yang jatuh di sungai di Pagar Alam, Sumsel.

Ia mengatakan pihak berwenang tengah melakukan evakuasi korban dan pengalihan arus di sekitar lokasi kecelakaan.

Polisi juga telah memasang spanduk imbauan di sepanjang jalan dekat lokasi.

Hak atas foto SAR Palembang
Image caption Seorang anggota kepolisian, yang berada di pinggir lokasi jatuhnya Bus Sriwijaya ke dasar sungai di Pagar Alam, Sumsel.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pitra Setiawan mengatakan bus tersebut jatuh ke dasar sungai pada Senin (23/12) pukul 23.15 WIB.

Lokasi kecelakaan di Jalan Lintas Pagar Alam-Lahat Km 9, Desa Plang Kenidai, Kelurahan Plang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

"Saat ini korban meninggal dunia sebanyak 25 orang, luka berat tujuh orang, luka ringan sembilan orang," kata Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pitra Setiawan, dalam keterangan tertulis yang diterima BBC News Indonesia, Selasa (24/12).

'Bus menabrak dinding penahan'

Lebih lanjut dikatakan, bus berukuran besar ini menabrak dinding penahan tikungan Lematang Indah, sehingga masuk ke dalam jurang - kedalaman kurang lebih 150 meter - dan jatuh ke dasar aliran sungai Lematang.

Hak atas foto Dok Basarnas Palembang/ANTARA FOTO
Image caption Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu-Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12).

"Saat ini masih dalam proses evakuasi korban dan masih memungkinkan adanya jumlah korban bertambah," ungkap Pitra.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), kepolisian, Dinas Perhubungan serta pihak terkait mengenai kecelakaan ini.

"Saya juga minta KNKT dan Kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini serta penyebabnya supaya ke depannya tidak terulang kejadian serupa lagi," katanya.

"Kalau nanti hasilnya operator tidak menjamin keselamatan kendaraan dalam arti tidak laik jalan maka bisa saja nanti operator untuk bertanggungjawan secara hukum," tambah Pitra.

Hak atas foto Dok Basarnas Palembang/ANTARA FOTO
Image caption Petugas dari Polres Pagaralam melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12).

Berdasarkan keterangan penyedia layanan bus, Sriwijaya, ada 27 orang yang naik dari Bengkulu. Namun saksi mata mengatakan ada beberapa penumpang yang naik di tengah perjalanan, kata Kapolres Pagar Alam AKBP Dolly Gumara.

Kronologi kejadian

Menurut Pitra, berdasarkan data Polres Pagar Alam, bus itu awalnya membawa penumpang kurang lebih 50 orang dan berjalan dari arah Bengkulu mengarah ke Palembang.

Disebutkan bus berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari pool bus tersebut.

Saat melewati tikungan Lematang Indah KM 9 kota Pagar Alam, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak dinding pembantas sehingga masuk ke jurang sedalam kurang lebih 150 meter dan jatuh ke tengah aliran sungai Lematang.

"Untuk saat ini, korban luka-luka telah dibawa ke Rumah Sakit Daerah Besemah Pagar Alam... Kami juga akan segera menyelidiki apakah bus ini masih dalam kondisi layak atau tidak," ungkap Pitra.

Topik terkait