Virus corona: Presiden Jokowi mengatakan, 'Banyak titik destinasi turis, virus corona perlu dijaga tak masuk Indonesia'

Petugas di pusat informasi virus corona di Banda Aceh. Hak atas foto EPA
Image caption Petugas di pusat informasi virus corona di Banda Aceh.

Di tengah peningkatan jumlah kasus orang yang terkena virus corona, Presiden Joko Widodo mengatakan dalam wawancara khusus dengan BBC bahwa virus itu perlu dicegah masuk ke Indonesia karena "banyak titik destinasi turis".

"Isu ini sangat penting buat Indonesia. Karena Indonesia memiliki banyak titik destinasi turis yang memerlukan sebuah persepsi.

"Itu memerlukan sebuah pandangan bahwa di Indonesia tidak ada virus corona," kata Jokowi Jumat (31/01) dalam wawancara dengan wartawan BBC Karishma Vaswani.

"Sehingga saya sampaikan kepada para menteri, agar betul-betul dijaga tidak masuk ke Indonesia. Karena sekali masuk, terutama di destinasi turisme, saya kira ini akan sangat mengganggu income dari devisa di sektor turisme," tambahnya.

Pernyataan Presiden Joko Widodo disampaikan ketika jumlah orang yang terinfeksi virus corona telah mencapai hampir 10.000 orang atau melewati jumlah orang yang terkena Sars, 8.100 kasus pada tahun 2003.

Data dari Kementerian Pariwisata menunjukkan pendapatan devisa dari sektor pariwisata pada 2015 meraih US$12,23 miliar atau setara Rp 169triliun, di urutan keempat di bawah migas, batu bara dan kelapa sawit.

Devisa dari sektor pariwisata pada 2016 sebesar US$13,568 miliar berada di posisi kedua setelah minyak sawit atau CPO yang mencapai US$15,965 miliar. Adapun tahun 2018 total devisi pariwisata mencapai US$20 miliar.

Upaya memulangkan WNI, pesawat diizinkan mendarat di Hubei

Hak atas foto AJI STYAWAN/ANTARA
Image caption Sejumlah tim medis mengevakuasi seorang pasien menuju Ruang Isolasi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi saat simulasi penanganan wabah virus corona di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/01).

Sementara itu, persiapan evakuasi WNI dari Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus corona, tengah dilakukan dan pesawat penjemput akan "dalam waktu kurang dari 24 jam."

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan pada konferensi pers Jumat (31/01) sore bahwa tim pendahulu dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di China telah bergerak ke Hubei sementara tim penjemput telah siap terbang dalam waktu kurang dari sehari.

"(Duta Besar China di Jakarta) telah menyampaikan clearance pendaratan dan pergerakan pesawat untuk evakuasi WNI dari Provinsi Hubei," kata Retno di Kementerian Luar Negeri di Jakarta.

Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus corona yang telah menyebabkan setidaknya 200 orang meninggal dunia, merupakan salah satu kota yang ditutup oleh otoritas setempat, yang menerapkan pembatasan pergerakan dari dan ke Wuhan.

Beberapa negara telah mengevakuasi warganya yang tinggal di wilayah terdampak tersebut.

"Keberangkatan pesawat penjemput bersama tim akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam," kata Retno.

Ia menyebutkan bahwa pesawat yang digunakan untuk memulangkan WNI merupakan pesawat berbadan lebar agar penerbangan bisa dilakukan secara langsung tanpa transit.

Menurut Retno, persiapan yang dilakukan oleh tim pendahulu tidak hanya dilakukan di Wuhan, tetapi tersebar di beberapa titik di Provinsi Hubei.

"Persiapan penerimaan di Indonesia juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku," ujarnya.

Hak atas foto Patipat Janthong/Getty
Image caption Sejumlah turis China mengenakan masker saat berwisata di kawasan keramaian kota Bangkok, Thailand.

Bagaimana strategi evakuasi WNI di Wuhan?

Menyusul pengumuman pemerintah Indonesia untuk segera mengevakuasi warganya yang kini berada di Provinsi Hubei, Kementerian Kesehatan membagikan detail rencana tersebut.

Dalam sebuah utas di Twitter, akun resmi Kementerian Kesehatan menyebut izin keluar dari pemerintah China menjadi kunci kelancaran proses evakuasi WNI dari Hubei.

Otoritas Indonesia telah menyiapkan dua skenario evakuasi:

1. Mengevakuasi WNI dari Hubei, lalu menjemputnya di luar Hubei dengan catatan warga telah melalui masa karantina kota.

2. Jika diizinkan, pesawat dari Indonesia langsung mendarat di Wuhan lalu membawa mereka keluar.

Kementerian Kesehatan menyebutkan pelaksanaan evakuasi akan bergantung pada perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

Saat ini kota-kota yang dikarantina diawasi secara ketat oleh otoritas setempat dan pergerakan warga, terutama yang ingin meninggalkan kota Wuhan atau Provinsi Hubei, bergantung pada izin dari pihak berwenang.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah merinci langkah untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus baru corona, seperti menyiapkan 100 rumah sakit rujukan, kapsul evakuasi, mengaktifkan thermal scanner, dan membagikan kartu peringatan kesehatan atau health alert card di pintu masuk ke Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono juga menyatakan 243 WNI yang ada di Provinsi Hubei dalam keadaan sehat.

Kementerian Luar Negeri telah menyalurkan bantuan biaya hidup selama seminggu sebesar 250 - 280 Yuan per orang.

"Untuk memenuhi kebutuhan masker, pada Selasa, telah dikirim 5.000 masker ke Tiongkok dan langsung dikirimkan ke Wuhan menggunakan agensi pengiriman lokal. Sedangkan tambahan 5.000 masker akan diupayakan Jumat ini sampai di sana," kata Anung.

Topik terkait

Berita terkait