Virus corona: Apa yang dilakukan di Natuna dan di Inggris untuk mencegah penyebaran virus?

karantina Hak atas foto Kementerian Kesehatan
Image caption Lokasi karantina mahasiswa Indonesia yang belajar di Wuhan terletak di Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna.

Orang-orang yang dikarantina harus memakai masker kemana pun, sementara petugas kesehatan harus memakai sarung tangan dan masker, kata dokter yang bertugas.

Warga dari sejumlah negara yang kembali dari Wuhan, China, tengah menjalani masa karantina selama 14 hari.

Sebanyak 238 warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China, menjalani karantina di hanggar Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna.

Sementara 83 warga Inggris yang dievakuasi dari Wuhan, dikarantina di Arrowe Park Hospital di Wirral.

Tempat karantina itu terpisah dari wilayah rumah sakit yang menampung pasien lainnya. Mereka yang dikarantina ditempatkan di apartemen yang biasanya dipakai untuk staf medis Inggris.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebanyak 83 warga Inggris yang dievakuasi dari Wuhan, dikarantina di Arrowe Park Hospital.

Apa peraturan di tempat karantina?

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan mahasiswa yang dikarantina wajib mengenakan masker kemana pun.

Mereka juga belum boleh meninggalkan tempat karantina.

"Kita akan awasi betul, kalau mereka nggak pakai masker akan kita tegur," kata Achmad.

Hak atas foto ANTARA FOTO
Image caption Di lokasi karantina di Natuna, para petugas tidak lagi memakai ADP lengkap.

Mahasiswa, dan sejumlah petugas yang menjemput mereka, dikarantina di lokasi yang disebut 'Ring 1', ujar Achmad.

Semua petugas yang melakukan kontak langsung dengan mahasiswa di Ring 1, ujar Achmad, harus memakai sarung tangan dan masker.

Sebelumnya, saat penjemputan para mahasiswa (02/02), para petugas terlihat menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap.

"Itu kita harus re-check hasil pemeriksaan (kesehatan) di China maka kita harus hati-hati betul gunakan APD lengkap," ujar Achmad.

"Setelah kita periksa mereka betul-betul sehat, sekarang kita tidak pakai APD lagi. SOP-nya pakai sarung tangan dan masker."

Hak atas foto Kementerian Kesehatan
Image caption Mahasiswa yang dikarantina menghabiskan waktu dengan bermain catur.

Sementara, dapur umum dan tempat suplai air terletak di Ring 2, yang menurut keterangan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono, terletak sekitar 500 meter dari tempat karantina.

Oleh karena posisinya yang cukup jauh, ujar Achmad, tidak ada peraturan khusus untuk petugas di Ring 2.

Sementara di Inggris, salah seorang warga yang dikarantina, Matt Raw, menceritakan bahwa ia harus menggunakan masker kemana pun.

"Kami bisa melakukan kontak dengan siapa pun di lokasi karantina selama kami memakai masker. Namun, kami tidak boleh keluar dari kawasan apartemen ini," ujarnya.

Hak atas foto AFP
Image caption Proses evakuasi warga Inggris ke rumah sakit di Wirral.

Apa saja kegiatan di tempat karantina?

Achmad mengatakan setiap hari para mahasiswa akan diperiksa kesehatannya tiga kali.

Petugas kesehatan akan menanyai apa mereka memilki keluhan, seperti panas, batuk, atau sesak napas.

"Kalau nggak (ada keluhan), ukur suhu saja," ujarnya.

Hak atas foto Kementerian Kesehatan
Image caption Mahasiswa Indonesia akan diperiksa kesehatannya tiga kali di lokasi karantina.

Sejumlah mahasiswa, yang belajar kedokteran di Wuhan, ujar Achmad, juga membantunya mengukur suhu tubuh teman-temannya.

Ia menambahkan setiap pagi para mahasiswa akan diminta berolahraga.

Setelah itu, mereka bebas melakukan aktivitas di lokasi karantina, seperti bercengkerama bersama teman, belajar, atau bermain kartu atau catur.

BBC Indonesia mencoba menghubungi beberapa nomor mahasiswa yang dikarantina di Natuna, tapi nomor mereka tidak aktif.

Achmad mengatakan, sejumlah mahasiswa belum dapat menggunakan telepon genggamnya karena ketiadaan SIM card Indonesia juga layanan Wi-fi.

Sementara akses komunikasi dan hiburan di Natuna tampak terbatas, di Inggris, Matt Raw mengatakan, apartemen tempatnya dikarantina dilengkapi dengan TV dan radio.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Tempat karantina di Inggris.

Ia juga menunjukkan fasilitas dapur dan kamar yang memadai.

Matt mengatakan petugas di tempat karantina mencoba memenuhi apa yang diminta oleh orang-orang yang dikarantina.

Sebelumnya, Prof Chris Whitty, kepala petugas kesehatan Inggris mengatakan 'kami ingin menempatkan mereka di tempat yang nyaman'.

Apa dampak untuk warga sekitar?

Penolakan warga Natuna terhadap karantina di Lanud Raden Sadjad, Ranai, masih berlanjut, sebagaimana tercermin dalam demonstrasi warga di halaman DPRD Natuna (03/02).

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Natuna, Defrizal, mengatakan warga menolak karena resah akan dampak virus corona.

Ia menambahkan Pemkab Natuna sama sekali tidak diberitahu dan dilibatkan mengenai lokasi observasi tersebut.

Hak atas foto Kementerian Kesehatan
Image caption Mahasiwa yang dikarantina berolahraga pagi.

Adapun mengenai lokasi karantina, Defrizal membantah pernyataan Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang mengklaim jauh dari permukiman warga. Ia mengatakan, jaraknya hanya sekitar 1,1 kilometer.

Namun, menurut Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, warga tidak perlu cemas.

Hak atas foto ANTARA FOTO
Image caption Sejumlah warga Natuna menolak karantina mahasiswa dari Wuhan.

Penularan hanya dapat terjadi jika ada kontak langsung dengan penderita penyakit, katanya.

"Ini bukan virus yang menyebar lewat udara, gentayangan ke mana-mana... Ini aja penderitanya nggak ada," ujar Achmad.

Sementara, Direktur Lembaga Eijkmen Profesor Amin Soebandrio, menjelaskan penyebaran virus korona terjadi akibat droplet atau atau partikel kecil dari mulut yang mengandung mikroorganisme.

"Jadi, percikan itu paling jauh bisa terlempar sekitar dua meter. Maka itu sebetulnya, tidak diperlukan sistem karantina yang tertutup, atau tekanannya negatif," ujarnya.

Bahkan di beberapa negara, ujar Amin, sejumlah warga hanya diminta mengkarantina diri di rumah.

Image caption Dua orang Inggris sebelumnya didiagnosis terjangkit virus corona.

Sementara itu, kekhawatiran seputar penyebaran virus juga sempat terjadi di Inggris.

Sekelompok anggota parlemen sempat menyatakan kekhawatiran mereka terhadap staf rumah sakit yang akan berhubungan langsung dengan mereka yang dikarantina.

Mereka juga meminta pemerintah menjamin keamanan para staf rumah sakit.

Sementara itu, perusahaan swasta yang mengangkut mereka yang dikarantina mengatakan para pengemudi telah setuju untuk mengambil pekerjaan itu dan akan diberikan cuti untuk "tetap di rumah selama 10 hari ke depan".

Virus corona dilaporkan telah menewaskan lebih dari 360 orang di China. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menetapkan pembatasan penerbangan dari dan ke China untuk menghindari penyebaran virus.

Berita terkait