Virus corona: China akui 'kekurangan dan kelemahan' dalam menanggapi wabah

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Virus corona: Bagaimana China membangun rumah sakit dalam 10 hari?

Kepemimpinan tertinggi China mengakui "kekurangan dan kelemahan" dalam tanggapan negara tersebut terhadap wabah virus corona yang mematikan.

Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China mengatakan sistem manajemen kedaruratan nasional perlu ditingkatkan.

Komite memerintahkan penindakan keras terhadap pasar-pasar satwa liar, yang merupakan asal virus tersebut.

Hingga saat ini, lebih dari 17.000 kasus telah dikonfirmasi di Cina, dengan 361 kematian, dan lebih dari 150 kasus di negara lain, dengan satu kematian di Filipina.

Ini adalah angka terbaru dari Komisi Kesehatan Nasional. Namun, televisi China pada Selasa pagi waktu setempat melaporkan angka-angka baru dari provinsi Hubei, episenter wabah, menambahkan 64 kematian dan 2.345 kasus.

Jumlah korban jiwa di China, tidak termasuk Hong Kong, sekarang melebihi jumlah orang yang mati dalam wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada tahun 2002-03. Wabah tersebut mengakibatkan 349 orang meninggal dunia.

Kepemimpinan tertinggi China mengakui "kekurangan dan kelemahan" dalam tanggapan negara tersebut terhadap wabah virus corona yang mematikan.

Virus corona baru ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut yang parah. Gejala biasanya dimulai dengan demam, diikuti batuk kering.

Wabah berdampak pada saham Cina ketika pasar finansial kembali dibuka pada hari Senin setelah liburan Tahun Baru Imlek. Indeks Shanghai Composite menutup pasar dengan 8% lebih rendah, penurunan harian terbesar selama lebih dari empat tahun.

Apa kata Politbiro?

Laporan pertemuan komite tetap, yang diketuai oleh Presiden Xi Jinping, dimuat kantor berita resmi Xinhua.

Mereka mengatakan ada pelajaran yang harus diambil dari apa yang mereka sebut "ujian besar" bagi sistem pemerintahan China.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pemerintah China menuding AS telah "menyebarkan ketakutan" alih-alih menawarkan bantuan.

"Menanggapi kekurangan dan kelemahan yang terungkap dalam menanggapi epidemi ini, kita harus meningkatkan sistem manajemen kedaruratan nasional dan meningkatkan kemampuan kita dalam menangani tugas-tugas mendesak dan berbahaya," kata laporan tersebut.

Salah satu bidang yang harus ditangani adalah perdagangan satwa liar ilegal, yang harus "dilarang dengan tegas", sementara pengawasan pasar harus diperkuat.

Diduga bahwa sebuah pasar di kota Wuhan, provinsi Hubei adalah sumber penyebaran virus. Pada hari Senin, studi oleh seorang pakar virologi Cina mengatakan kelelawar kemungkinan merupakan sumbernya.

Wuhan tetap menjadi "prioritas utama" dan staf medis tambahan akan dikirim ke sana, kata komite.

Mereka mengatakan para pejabat harus memikul tanggung jawab penuh atas tugas mereka dalam pencegahan epidemi, dan mereka yang gagal melakukannya akan dihukum.

Terungkap bahwa dua pejabat di kota Huajiahe dicopot dari jabatan mereka setelah seorang remaja yang mengidap lumpuh otak (cerebral palsy) meninggal setelah ayahnya - dan satu-satunya pengasuhnya - dikarantina karena dicurigai terinfeksi virus corona.

Apa yang terjadi di lapangan?

Peningkatan angka kematian pada hari Minggu - 57 - merupakan yang terbesar dalam satu hari sejak virus terdeteksi akhir tahun lalu. Semua korban jiwa kecuali satu berada di provinsi Hubei. Kematian yang terjadi pada hari Senin tampaknya melampaui itu.

Dua rumah sakit baru dibangun secara kilat di Wuhan, meskipun belum sepenuhnya beroperasi.

Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 300 juta itu telah diperintahkan untuk mewajibkan penggunaan masker di tempat umum.

Namun ada kekurangan peralatan dan Kementerian Luar Negeri China pada hari Senin meminta bantuan kepada negara-negara lain.

Juru bicara Hua Chunying mengatakan: "Yang paling dibutuhkan China saat ini adalah masker medis, pakaian pelindung, dan kacamata keselamatan."

Beberapa kota, termasuk Shanghai, memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek, dengan banyak sekolah masih tutup.

Hong Kong, yang telah mengkonfirmasi 15 kasus, menangguhkan 10 dari 13 perjalanan lintas perbatasan dengan China daratan.

Tingkat kematian untuk coronavirus baru sekitar 2,1%, saat ini jauh lebih rendah dari tingkat kematian SARS (9,6%).

Bagaimana tanggapan negara lain?

Para menteri kesehatan dari kelompok negara-negara G7 – AS, Jerman, Jepang, Inggris, Kanada, Prancis, dan Italia – mengadakan rapat via panggilan konferensi pada hari Senin.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan mereka telah sepakat untuk mengkoordinasikan aturan perjalanan, penelitian viral, dan kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Cina.

Banyak negara telah mengevakuasi warganya dari daerah yang terdampak di China, dan kerap menempatkan mereka di karantina saat tiba di kampung halaman.

AS memerintahkan pemulangan semua anggota keluarga pejabat AS di bawah usia 21, dan setiap warga AS yang pernah berada di provinsi Hubei akan dikarantina selama 14 hari.

Hua mengatakan tindakan AS itu "berlebihan" dan bertentangan dengan rekomendasi WHO. Ia menuding AS "menyebarkan ketakutan".

WHO memperingatkan bahwa menutup perbatasan bahkan dapat mempercepat penyebaran virus, jika para pelancong memasuki negara-negara secara tidak resmi.

Lebih dari 20 negara telah mencatat kasus virus corona yang terkonfirmasi.

Pembatasan perjalanan terbaru:

  • Menolak semua pendatang asing yang baru-baru ini berkunjung ke China: AS, Australia, Singapura
  • Menolak orang asing yang berangkat dari daratan China: Selandia Baru, Israel. (Rusia juga akan menerapkan pembatasan ini, meskipun tidak melalui bandara Sheremetyevo di Moskow)
  • Menolak orang asing yang telah mengunjungi provinsi Hubei: Jepang, Korea Selatan
  • Untuk sementara menangguhkan semua penerbangan ke daratan Cina: Mesir, Finlandia, Indonesia, Inggris, Italia
  • Menutup perbatasan dengan Cina: Mongolia, Rusia (sebagian)
  • Badan yang mewakili beberapa operator kapal pesiar terbesar di dunia, Asosiasi Pelayaran Internasional (Cruise Lines International Association), mengumumkan pada hari Senin bahwa penumpang dan anggota kru yang baru-baru ini bepergian ke China tidak akan diizinkan naik ke kapal

Berapa banyak orang yang terinfeksi?

Lebih dari 75.000 orang mungkin telah terinfeksi di Wuhan, kata para ahli.

Tetapi perkiraan oleh Universitas Hong Kong menunjukkan jumlah total kasus bisa jauh lebih tinggi dari angka resmi.

Laporan tentang tahap awal wabah yang diterbitkan jurnal medis Lancet mengatakan sebagian besar pasien yang meninggal telah mengidap kondisi lain sebelumnya.

Laporan tersebut menemukan bahwa, dari 99 pasien pertama yang dirawat di Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, 40 memiliki jantung yang lemah atau pembuluh darah yang rusak. 12 pasien lainnya menderita diabetes.

Kebanyakan orang yang terinfeksi cenderung pulih sepenuhnya — sama seperti yang mereka alami dari flu biasa.

Seorang pakar di Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan bahwa satu minggu cukup untuk pemulihan dari gejala virus corona ringan.

Berita terkait