Banjir Jakarta: Sejumlah kawasan terendam, RSCM terpapar 'genangan'

masjid Hak atas foto Antara/M RISYAL HIDAYAT
Image caption Warga meletakkan alat pengeras suara ke atas mimbar di Masjid Jami' Al-Jamaah yang terendam banjir di Jalan Anyer, Menteng, Jakarta, Minggu (23/2).

Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (23/02) telah merendam dan menggenangi sejumlah tempat, termasuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sebagaimana dipaparkan Agus Wibowo, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rumah sakit tersebut kebanjiran sehingga berdampak pada sejumlah peralatan.

Akan tetapi, dr Ananto PH yang menjabat sebagai kepala bagian pemasaran RSCM, mengatakan genangan air tersebut telah surut dan lokasi pelayanan seperti radiologi dan radioterapi telah selesai dibersihkan. Pihaknya masih melakukan pengecekan alat-alat medis yang sempat terpapar oleh genangan air tersebut.

"Genangan itu di selasar, di dekat selasar itu ada beberapa ruangan radiologi sama radioterapi. Di situlah yang tergenang, tapi nggak seberapa tinggi...Kalau saya ditanya apakah alatnya rusak apa nggak, lagi diperiksa di lapangan. Tapi sejauh pengamatan nggak ada kerusakan," kata dr Ananto PH kepada wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham, Minggu (23/02).

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Selasar di RSCM Jakarta sempat tergenang air banjir, Minggu (23/02). Namun, genangan air tersebut telah surut dan lokasi pelayanan telah selesai dibersihkan.
Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Sejumlah perangkat CPU tergeletak di Departemen Radiologi RSCM setelah banjir menggenangi area tersebut, Minggu (23/02).

Sejak Minggu (23/02) dini hari, laporan genangan air setinggi 20-150 cm bermunculan di sejumlah kawasan Jakarta dan sekitarnya dan sebanyak dua pintu air berstatus siaga satu.

Berdasarkan data petabencana.id yang dikutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ada puluhan laporan genangan air tercatat di wilayah lima kotamadya DKI Jakarta.

Daerah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, misalnya, genangan air dilaporkan mencapai 71-150cm. Kemudian di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, genangan air juga mencapai 71-150cm.

Banjir ini, menurut pemantauan BNPB berdasarkan laporan dari BPBD Jakarta pada pukul 09.00 WIB, menyebabkan 846 orang mengungsi. Dari jumlah itu, sebanyak 758 orang di antara mereka berasal dari Jakarta Timur.

Sejak awal 2020, Jakarta dan sekitarnya telah beberapa kali dilanda banjir, termasuk banjir besar pada Tahun Baru.

Hak atas foto Antara/ADITYA PRADANA PUTRA
Image caption Warga menggunakan perahu buatannya untuk menyusuri jalan perkampungan yang tergenang banjir luapan air Sungai Ciliwung di Cawang, Jakarta, Kamis (20/02). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, terdapat 28 RW di 16 kelurahan dan 10 kecamatan se-Jakarta yang mengalami banjir akibat tingginya intensitas hujan di Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (19/2) malam.

Berbagai laporan ini mengemuka ketika sejumlah pintu air meningkatkan status kesiagaannya.

Menurut laman Posko banjir Sumber Daya Air DKI Jakarta yang memantau sebanyak 21 pintu air dan pompa se-Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat, hingga pukul 07.20 WIB sebanyak dua pintu dan pompa air berstatus siaga satu, yakni Pompa Air Yos Sudarso 1 di Jakarta Utara dan Pintu Air Jembatan Merah di Jakarta Pusat.

Tinggi air di Pompa Air Yos Sudarso 1 mencapai 290cm, meningkat drastis dari ketinggian air normal di bawah 140cm. Adapun ketinggian air di Pintu Air Jembatan Merah mencapai 234 cm, melampaui ketinggian air normal di bawah 100cm.

Selain itu, terdapat dua pintu air yang berstatus siaga dua, yakni Pintu Air Karet dengan ketinggian air 592cm dan Pintu Air Marina Ancol dengan ketinggian air 207cm.

Pada laman resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, "para camat dan lurah daerah rawan banjir atau longsor" diimbau untuk mengantisipasi "dengan siagakan PPSU dan satgas banjir kecamatan dan segera tindak lanjuti genangan".

Bagaimanapun, genangan air tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di di daerah sekitarnya.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Banjir di Kecamatan Pejuang, Kota Bekasi, Minggu (23/02).

BBC News Indonesia mendapat laporan terdapat genangan air setinggi 50-70cm di Kecamatan Pejuang, Kota Bekasi.

"Air masuk ke dalam rumah hingga mencapai betis orang dewasa, sedangkan di jalan bisa mencapai pinggang. Saya tidak berani ke jalan raya di luar kompleks rumah karena air meninggi," tutur Quin Pasaribu, warga Kecamatan Pejuang, Kota Bekasi.

Sejauh ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat potensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir di Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Jakarta Utara. Potensi hujan ini dapat meluas ke Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.

Berita ini akan terus diperbarui

Berita terkait