Pulau Sebaru dan Virus corona: Mengapa 180 WNI kru kapal pesiar World Dream akan dikarantina di Kepulauan Seribu?

Kapal pesiar World Dream Hak atas foto May James/Getty Images
Image caption Sejak awal Januari lalu, semua penumpang dan awal kapal pesiar World Dream, yang berlabuh di pelabuhan Hong Kong, sedang mengikuti karantina, setelah delapan orang penumpangnya terpapar virus corona.

Sebanyak 180 orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal pesiar World Dream akan dievakuasi dan nantinya akan ditempatkan ke Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, kata seorang pejabat Indonesia.

Sejak awal Januari lalu, semua penumpang dan awal kapal pesiar World Dream, yang berlabuh di pelabuhan Hong Kong, sedang mengikuti karantina, setelah delapan orang penumpangnya terpapar virus corona.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memastikan bahwa 180 orang WNI yang bekerja sebagai awak kapal pesiar yang lepas jangkar di Hong Kong "dalam kondisi sehat dan negatif virus corona".

Kapal pesiar yang mengangkut 3.600 orang tersebut dilaporkan mempekerjakan ratusan kru asal Indonesia dari berbagai jenjang.

Hak atas foto May James/Getty Images
Image caption Sebanyak 1.800 penumpang kapal pesiar World Dream, yang dinyatakan tidak terpapar virus corona, dievakuasi dari dalam kapal, Senin, 9 Februari lalu, setelah sempat dikarantina.

Usai bertemu Presiden Joko Widodo, Senin (24/02), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan mengevakuasi ratusan WNI itu dan nantinya akan ditempatkan dan dikarantina di Pulau Sebaru Satu di Kepulauan Seribu di perairan wilayah DKI Jakarta.

"Lokasi sudah diterapkan dan disiapkan, yaitu di kepulauan [Seribu]. Ada pulau yang tidak berpenghuni, di [Pulau] Sebaru Satu," kata Muhadjir di hadapan wartawan.

Pulau itu dipilih sebagai lokasi observasi bagi 180 orang WNI itu karena tidak berpenghuni.

"Pokoknya ada tempat yang kita anggap aman. Karena ada pulau yang tidak ada penghuninya, kita tinggal pakai saja," jelasnya.

Untuk itulah, pemerintah akan mengevakuasi mereka dari kapal pesiar World Dream - kini berlabuh di pelabuhan Hong Kong - dengan menggunakan kapal TNI Suharso.

"Kapal Suharso sudah ke laut. Nanti kemudian dipindahkan, tetapi Kapal Suharso akan diobservasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan TNI AU," kata Muhadjir.

Kapan evakuasi dilakukan?

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, pemerintah Indonesia akan mengevakuasi 180 orang WNI itu pada Rabu (26/02) nanti .

Saat ini kapal pesiar World Dream berada di Selat Johor, Malaysia, dan akan diserahterimakan kepada pemerintah Indonesia melalui kapal Suharso pada 26 Februari di Selat Durian, Riau.

Dengan menumpang kapal Suharso, mereka kemudian diperkirakan tiba ke Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (28/02).

"188 anak buah kapal dari World Dream akan diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, yang akan diperkuat oleh Kapal RS dr Suharso," kata Muhadjir Effendy, Senin (24/02) sore.

Dikatakan Muhadjir, observasi di Pulau Sebaru akan dilakukan seperti halnya yang dilakukan kepada WNI dari daratan China di Natuna.

Mereka juga akan diobservasi selama 14 hari sejak kedatangan di Pulau Sebaru, tambahnya.

Walaupun sudah mengantongi sertifikat sehat, menurutnya, pemerintah tetap memutuskan untuk mengobservasi ulang mereka.

Berita terkait