Virus corona: Karantina ratusan awak kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream di Pulau Sebaru disarankan 28 hari

corona

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Dispenal

Keterangan gambar,

Petugas menyemprotkan cairan desinfektan kepada WNI kru kapal World Dream saat menaiki KRI dr Soeharso yang difasilitasi TNI AL, di Selat Durian Kepulauan Riau, Rabu (26/2/2020).

Sebanyak 69 anak buah kapal Diamond Princess asal Indonesia akan bergabung dengan 188 kru kapal pesiar World Dream yang lebih dulu tiba di Pulau Sebaru untuk proses karantina.

Observasi selama 14 hari itu dilakukan untuk memastikan mereka tidak terpapar virus corona atau Covid-19. Namun begitu, pakar menyarankan agar masa inkubasi diperpanjang menjadi 28 hari mengingat kapal pesiar tersebut menjadi sumber penularan virus dan memiliki riwayat bersentuhan dengan korban.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, memastikan masa observasi untuk pekerja kapal pesiar Diamond Princess dilakukan selama 14 hari.

Dasarnya, kata Yuri, karena sebelumnya para kru kapal tersebut telah melewati masa karantina selama rentang waktu yang sama di Jepang.

"Tapi kan mereka sudah menjalani 14 hari di kapal. Berarti kan tinggal 14 hari di sini (Pulau Sebaru)," ujar Achmad Yurianto kepada BBC Indonesia, Minggu (01/03).

Dalam masa observasi di Pulau Sebaru itu, para ABK Diamond Princess dan World Dream akan dipantau kesehatannya setiap 12 jam sekali.

"Observasi itu standar, tidak ada bedanya. Semuanya sama untuk mengawasi mereka apakah dalam periode inkubasi muncul gejala klinis yang mengarah ke Covid-19 atau tidak," sambungnya.

Kru kapal World Dream yang berjumlah 188 telah tiba di Pulau Sebaru pada Jumat (28/02) sore.

Sementara 69 kru kapal Diamond Princess tiba pada Senin (02/03) pagi setelah diterbangkan dari Jepang dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Keterangan gambar,

Landing Craft Utility (LCU) KRI dr Soeharso mengangkut 188 WNI ABK World Dream untuk diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Dari situ, kemudian dibawa ke Pelabuhan PLN Indramayu untuk diboyong ke Pulau Sebaru memakai KRI Soeharso.

Yuri berkata, begitu seluru kru kapal Diamond Princess sampai di Bandara Udara Kertajati, Jawa Barat, akan langsung diperiksa kesehatan dan diambil sampel darahnya.

"Sebelum naik KRI Soeharso, akan disemprot disinfektan. Diperiksa kesehatannya, diambil sampel (darah), baru naik kapal," sambung Yuri.

"Nanti sampel diperiksa di laboratorium untuk dijadikan pegangan 14 hari ke depan."

Apa yang dilakukan selama karantina?

Di Pulau Sebaru ada delapan gedung yang akan dijadikan tempat tinggal sementara ratusan kru kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess. Tiap-tiap kamar di dalam gedung bisa diisi empat orang.

Namun mereka tidak akan disatukan dalam bangunan yang sama. Ini karena ABK Diamond Princess dianggap lebih rentan mengingat di kapal tersebut banyak penumpang yang terjangkit virus corona ketimbang World Dream.

Tenaga kesehatan yang dikerahkan untuk memantau ABK World Dream berjumlah 84 orang yang terdiri dari dokter spesialis paru, jantung, dan penyakit dalam, plus dibantu perawat.

Sedangkan jumah tenaga kesehatan untuk ABK Diamond Princess berkisar 25 orang.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Keterangan gambar,

Di Pulau Sebaru ada delapan gedung yang akan dijadikan tempat tinggal sementara ratusan kru kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess. Tiap-tiap kamar di dalam gedung bisa diisi empat orang.

Secara prosedur, kata Yuri, tidak ada yang berbeda dengan observasi di Kepulauan Natuna.

"Ya mereka dijaga supaya cukup istirahat, cukup gizi, dan cukup aktivitas. Diperiksa kesehatan 12 jam sekali."

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono juga mengatakan ratusan ABK ini mengikuti kegiatan olahraga yang telah disiapkan timnya. Selain ada pula fasilitas hiburan dan telekomunikasi.

Hanya saja mereka dilarang melewati batas atau zona yang telah ditetapkan.

"Zona 1 itu untuk para ABK dan petugas kesehatan, jadi harus steril dan digaris polisi atau police line."

"Zona 3 itu di luar pulau. Jadi nelayan atau penduduk sekitar tidak boleh mendekat."

Dari pantauan sementara, kata Yudo Margono, para ABK World Dream dalam kondisi sehat.

Masa observasi disarankan 28 hari

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, menyarankan agar proses karantina ratusan ABK di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, dilakukan selama 28 hari.

Sebab di dua kapal pesiar tersebut, ada sumber penyebaran virus corona. Sehingga, kata dia, masa karantina yang berlangsung di kapal pesiar itu tak bisa masuk hitungan.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Keterangan gambar,

Foto aerial Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (26/2/2020). Pulau tersebut akan menjadi lokasi observasi 188 WNI ABK World Dream.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

"Di kapal itu kan masih ada sumber (penyebaran virus), ya enggak bisa dihitung dari situ. Dihitung setelah keluar dari daerah tertular," jelas Amin Subandrio kepada BBC Indonesia, Minggu (01/03).

Subandrio mengatakan, masa obervasi yang diperpanjang itu perlu dilakukan sebab dalam beberapa kasus ada yang terdeteksi positif virus corona setelah diinkubasi lebih dari 20 hari.

Hal lain yang harus diperhatikan tenaga kesehatan, menurutnya, gejala yang muncul dari para ABK. Sekecil apapun gejala yang timbul, harus teliti agar ketika dipulangkan memang negativ Covid-19.

"(Gejala) itu menunjukkan mungkin terpapar tapi tidak tertular. Itu bisa sekali, terpapar tapi tidak menjadi sakit."

"Karena itu dalam masa observasi para ABK tidak disarankan kontak dengan orang lain. Kedua, dipastikan bahwa selama 14 hari tidak muncul gejala, jadi ada petugas kesehatan yang memeriksa minumal sehari dua kali yaitu suhu tubuh dan kalau ada keluhan batuk dan sebagainya itu diamati terus."

"Ketiga, ruangan sih tidak ada masalah. Yang penting sirkulasi udara bagus sehingga tidak ada terjadi konsentrasi virus."

Di sisi lain Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono, mengkritik lokasi karantina yang dianggapnya terlampau jauh dengan rumah sakit rujukan.

Pasalnya butuh waktu dua jam dari pulau itu ke daratan.

"Itu perjalanan dengan kapal dua jam, nah kalau di Jakarta terlalu susah merujuk pasien karena ada kemungkinan si pasien tambah berat (kondisinya) dalam beberapa jam."

"Jarak dua jam perjalanan menurut saya cukup berisiko. Lagi pula di sana, tidak ada pelayanan medik yang lengkap."

"Apalagi di Jakarta macet."

Sumber gambar, ANTARA FOTO/HO/KBRI Tokyo

Keterangan gambar,

Petugas kesehatan bersiap menyemprotkan cairan disinfektan kepada WNI ABK Diamond Princess dan barang bawaan saat turun dari kapal di Yokohama, Jepang, Minggu (2/3/3030).

Kementerian Kesehatan sebelumnya menunjuk tiga rumah sakit di Jakarta untuk menghadapi kasus virus corona. Ketiganya di antaranya RSPI Sulianti Saroso di Jakarta Utara, RS Persahabatan dan RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Tiga rumah sakit tersebut mempunyai fasilitas yang lengkap, seperti ruang isolasi yang khusus menangani pasien infeksi virus, termasuk virus corona. Rumah sakit-rumah sakit itu juga didukung tim medis yang sudah terlatih serta selalu siaga.

Tiga kali pemulangan WNI

Semenjak virus corona merebak di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember lalu pemerintah Indonesia setidaknya telah tiga kali memulangkan WNI. Evakuasi pertama dilakukan terhadap 238 mahasiswa dari Provinsi Hubei, China, pada awal Februari silam.

Pemulangan kedua dilakukan untuk 188 kru kapal pesiar World Dream dari dan terakhir ABK Diamond Princess.

Sejauh ini pula, pemerintah memastikan belum ada satupun kasus positif Covid-19. Kementerian Kesehatan mencatat telah memeriksa 136 spesimen terduga virus corona. Seluruh spesimen dinyatakan negatif Covid-19.

"Update per 27 Februari 2020, 136 spesimen semua negatif," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh warga menjaga kesehatan sesuai petunjuk Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan masing-masing.

"Semoga dengan gotong royong seluruh rakyat bersama pemerintah kita bersama-sama bisa mencegah Covid-19 dan Indonesia bisa melewatinya dengan baik," ujar Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dalam rilis yang diterima BBC.