Hari perempuan internasional: Bergulat demi kebebasan perempuan

Hari perempuan internasional: Bergulat demi kebebasan perempuan

Bagi Vinesh Phogat bergulat bukan hanya berjuang meraih medali emas bagi negaranya di ajang Olimpiade, melainkan demi membebaskan perempuan dari pandangan bahwa 'perempuan harus dinikahkan secepatnya'.

Vinesh berasal dari Haryana, kota kecil di utara India. Gulat, yang kerap diasosiasikan sebagai olahraga maskulin, kini bergeser berkat Vinesh dan pegulat perempuan lainnya.

Vinesh terbiasa bergulat dengan teman-temannya di tanah lapang. Bakat gulat itu diasah oleh sang paman hingga dia menjadi pegulat profesional.

Namun, saat ayahnya meninggal, Vinesh bertekad menjadikan gulat sebagai cara membebaskan perempuan.

Simak juga:

"Saat ayah saya meninggal dunia, banyak orang yang mengatakan karena ibu saya sudah menjanda, lebih baik saya, sebagai anak perempuan, dinikahkan secepatnya," ujar Vinesh, yang menambahkan sangat bersyukur sang ibu sangat mendukung kariernya.

"Ibu ingin saya tidak terkekang di rumah seperti dirinya."

Vinesh pernah mewakili India di Olimpiade 2016, namun gagal karena cidera lutut. Kini dia mendapat kesempatan kedua untuk mendapatkan medali di ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

"Saat perempuan memiliki banyak keahlian, maka dia tidak akan dianggap hanya sebagai pajangan," kata Vinesh.