'New normal': Presiden Jokowi 'ingin TNI/Polri disiplinkan masyarakat', ratusan ribu personel dikerahkan

jokowi

Sumber gambar, EDWIN PUTRANTO/AFP

Keterangan gambar,

Presiden Joko Widodo, yang mengenakan masker, mengunjungi sebuah mal di Bekasi, Jabar, Selasa (26/05).

Sebanyak 340.000 personel TNI/Polri dikerahkan ke empat provinsi dan 25 kabupaten/kota terkait dengan kebijakan normal baru yang diberlakukan pemerintah.

Dalam kunjungan ke stasiun MRT Bundaran HI di Jakarta dan ke sebuah mal di Bekasi, pada Selasa (26/05), Presiden Joko Widodo menekankan bahwa dirinya "ingin TNI/Polri ada di setiap keramaian-keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat" agar mengikuti protokol kesehatan menuju "normal yang baru".

Presiden Jokowi mencontohkan bagaimana anggota TNI/Polri bisa memastikan masyarakat "memakai masker, menjaga jarak, dan menghindarkan orang dari kerumunan atau saling berdesak-desakan".

"Pada hari ini telah dimulai TNI dan Polri menggelar pasukannya dan aparatnya di empat provinsi dan 25 kabupaten-kota. Di Sumatera Barat, di DKI Jakarta, di Jawa Barat, dan di Gorontalo. Di kota-kota ada 25, di Surabaya, Malang, dan lainnya," papar Jokowi.

"Kita ingin bisa masuk ke normal baru, masuk ke tatanan baru. Kita ingin muncul sebuah kesadaran yang kuat, muncul kedisiplinan yang kuat sehingga R-0 bisa kita tekan di bawah 1," tambahnya, merujuk angka reproduksi.

Presiden Jokowi mengaku ingin melihat dampak pengerahan personel TNI/Polri dalam satu pekan mendatang, untuk menilai apakah kebijakan tersebut berdampak pada perbaikan signifikan sehingga bisa dilebarkan ke provinsi lainnya.

Sumber gambar, Antara Foto/Fakhri Hermansyah

Keterangan gambar,

Petugas gabungan TNI /Polri melakukan pengecekan identitas warga yang melakukan mudik lokal di Jakasampurna, Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/05).

Di mana personel TNI/Polri ditempatkan?

Sebelumnya, saat mendampingi Presiden Jokowi di Stasiun Bundaran HI, Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan personel TNI/Polri akan ditempatkan di " tempat-tempat lalu lintas masyarakat, mal-mal, pasar-pasar rakyat, tempat pariwisata."

"Dari data yang ada di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada 1.800 objek yang akan kita laksanakan pendisiplinan tersebut," kata Hadi sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Pelaksanaan pendisiplinan, sebagai contoh, memastikan agar seluruh masyarakat yang datang ke tempat-tempat tersebut memakai masker dan menjaga jarak.

"Yang kita laksanakan adalah, pertama harus seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker. Kedua, dalam berkegiatan harus menjaga jarak aman. Kemudian kita sediakan tempat mencuci tangan atau hand sanitizer. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini tahap pertama bisa berjalan dengan baik," tambah Hadi.

Pendisiplinan tersebut, menurutnya, akan dilakukan dalam beberapa tahap.

"Tahap pertama akan kita atur agar mal kapasitasnya 1.000 (orang) mungkin kita akan izinkan untuk 500 saja dan kita awasi. Kemudian tempat makan harusnya 500 (orang), hanya 200 saja. Kerja sama antara TNI Polri dan pemerintah daerah termasuk koordinasi dengan gugus tugas," ujar Hadi.

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Keterangan gambar,

Dinosaurus yang terbuat dari kardus ditempatkan di bangku-bangku sebuah restoran di Bangkok sehingga sesama pengunjung bisa menjaga jarak satu sama lain.

Bagaimana protokol kesehatan di mal?

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat, menyebutkan ada serangkaian protokol kesehatan jika pusat perbelanjaan kembali dioperasikan.

Pertama, disiapkan check-point pengukuran suhu tubuh di seluruh pintu masuk. Karyawan mal serta pengunjung wajib memakai masker.

"Semua karyawan mal dan tenant memakai bahan pelindung tubuh yang wajar sesuai dengan karakteristik jenis industrinya. Selain itu disiapkan hand sanitizer di beberapa akses dan juga area yang menjadi area umum," sebut Ellen dalam keterangan tertulis, yang dikutip kantor berita Antara.

Kemudian akan ada pengaturan jarak tanda agar konsumen mengikuti tata cara social distancing jika ada antrean baik di lift/travelator maupun di eskalator dan di area lain.

Tempat duduk di area tempat makan juga akan diatur.

"Para tenant lainnya juga diminta mengatur tata cara agar ada social distancing sesuai dengan kategori bisnis yang dijalankannya, misalnya untuk area kasir, (detail pelaksanaannya akan dilakukan di masing-masing tenant)," jelasnya.

Lebih jauh, disinfektan rutin terhadap area-area mal tetap akan dilakukan. Pengelola juga mengatakan tak akan ada batasan usia pengunjung mal. Pengunjung di atas 45 tahun tetap diizinkan mengunjungi mal.

"Asosiasi pengelola mal tidak pernah berencana melakukan pembatasan usia pengunjung ataupun tidak pernah berencana melakukan diskriminasi usia bagi pengunjung," kata Ellen.