Pesawat tempur jatuh di rumah penduduk di Riau, TNI AU 'akan investigasi'

riau

Sumber gambar, Antara

Keterangan gambar,

Sebuah pesawat TNI AU dilaporkan jatuh di kawasan permukiman penduduk di Kabupaten Kampar, Riau.

TNI Angkatan Udara akan melakukan investigasi terhadap peristiwa jatuhnya pesawat tempur yang menimpa dua rumah di di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Senin (15/06) pagi.

Kepada wartawan di Riau, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Fadjar Prasetyo, mengatakan investigasi tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan.

"Kita akan laksanakan investigasi selama dua minggu. Kami membutuhkan waktu yang nantinya diharapkan dapat menemukan jawaban penyebab kecelakaan ini," tuturnya, sebagaimana dikutip wartawan Dina Febriastuti yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Dia menambahkan, TNI AU akan bertanggung jawab terhadap dua rumah yang kejatuhan pesawat.

"Saya menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik rumah. Saya ingin menyampaikan juga bahwa TNI Angkatan Udara dalam hal ini Lanud Roesmin Nurjadin akan bertanggung jawab," katanya.

Marsekal Fadjar Prasetyo menjelaskan bahwa pesawat yang jatuh sebelumnya melaksanakan latihan penembakan.

Namun, menjelang pendaratan di Lanud Roesmin Noerjadin, sang pilot melaporkan terjadi keanehan pada mesinnya.

"Kira-kira dua kilometer dari ujung landasan, dengan ketinggian mungkin sekitar lima ratus feet ya di atas udara, si penerbang melaporkan bahwa ada suara yang aneh diikuti dengan lampu peringatan. Ya, jadi ada sesuatu yang tidak benar pada mesinnya. Lalu juga dilanjutkan mesin pesawat itu kehilangan tenaga," paparnya.

Sumber gambar, Antara

Keterangan gambar,

(Foto ilustrasi) Pesawat tempur Hawk 100/200 usai terbang dalam latihan Maverick di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, 2019 lalu.

Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
Podcast
Investigasi: Skandal Adopsi

Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

Episode

Akhir dari Podcast

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Marsekal Pertama Fajar Adriyanto, mengatakan "tidak ada korban jiwa" dalam peristiwa itu.

Pesawat yang jatuh adalah Hawk 209 kursi tunggal dengan nomor registrasi TT-0209. Pilot pesawat adalah Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru. Saat ini sang pilot sedang dirawat di RSAU dr. Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru.

"Laporan tidak ada korban jiwa. Karena memang tidak mengenai rumah secara langsung. Tapi hanya sekitar perumahan. Itu di daerah tiga sampai empat kilometer dari ujung runway [Lanud TNI AU Roesmin Noerjadin]," tutur Marsma Fajar Adriyanto kepada BBC News Indonesia.

Dia menambahkan, pesawat kehilangan tenaga saat mau mendarat di ujung landasan pacu.

"Penerbangan ini mulai tadi pagi, ketika akan kembali mendarat, terjadi permasalahan. Kemudian pesawat akan jatuh, pilot memutuskan untuk eject [melontarkan diri keluar kokpit]," imbuh Marsma Fajar Adriyanto.

Menurutnya, "kondisi pesawat baik".

"Riwayat pemeliharaan juga terjadwal. Kemudian ini adalah operasi rutin. Sudah terjadwal," ujar Marsma Fajar Adriyanto.

Sumber gambar, Antara

Keterangan gambar,

(Foto ilustrasi) Pesawat tempur Hawk 100/200 usai terbang dalam latihan Maverick di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, 2019 lalu.

Kepala Penerangan Landasan Udara TNI AU Roesmin Noerjadin, Letkol Zukri, mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa insiden terjadi pada pukul 08.30 WIB.

Lokasi kejadian, sebagaimana dilaporkan Kompas TV, berjarak sekitar lima kilometer dari Lanud TNI AU Roesmin Noerjadin. "Dengan mengendarai sepeda motor, hanya memakan waktu delapan hingga 10 menit," kata wartawan Kompas TV dalam siaran langsung.

Sementara itu, kantor berita Antara telah mewawancarai seorang saksi mata yang mengaku pesawat jatuh sekitar 500 meter dari rumahnya.

"Iya ada pesawat jatuh jaraknya sekitar 500 meter dari rumah saya. Pesawat jatuh di rumah warga yang bernama Markun. Belum jelas apakah ada korban karena rumah itu biasanya kosong karena pemiliknya jarang di rumah," kata seorang saksi mata yang tidak mau identitasnya disebutkan, kepada Antara.

Saat kejadian, ia mengatakan terdengar ledakan keras dan seorang berbaju seperti pilot TNI AU melayang di udara dengan parasut.

"Saya kira sedang ada latihan terjun payung, ternyata ada pesawat jatuh," katanya.

Warga tersebut mengatakan lokasi tempat kejadian perkara sudah diblokade oleh sejumlah personel TNI AU.

Sumber gambar, Antara/AJI STYAWAN

Keterangan gambar,

Sejumlah warga menyaksikan puing-puing helikopter jenis MI-17 milik TNI AD yang jatuh di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 6 Juni lalu.

Pesawat TNI kedua yang jatuh

Peristiwa jatuhnya pesawat TNI adalah yang kedua dalam sebulan terakhir.

Pada 6 Juni lalu, helikopter MI-17 yang ditumpangi sembilan prajurit TNI jatuh di area Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Sebanyak lima prajurit tewas dalam kejadian nahas tersebut.