Sekolah: Pemerintah izinkan daerah zona hijau membuka sekolah, Nadiem Makarim: 'Jika orang tua tak nyaman, murid boleh belajar dari rumah'

Wisuda di masa pandemi

Sumber gambar, FAUZAN/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Siswa sekolah Stella Maris di Kelapa Gading, Tengerang, Banten, bersiap sebelum mengikuti acara kelulusan secara 'drive thru' Selasa (09/06), guna menghindari kerumunan yang bisa menjadi medium penyebaran covid-19.

Kegiatan belajar dengan tatap muka langsung di sekolah hanya boleh digelar di daerah berstatus zona hijau mulai Tahun Ajaran Baru pada Juli nanti dan dilakukan secara bertahap, demikian Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemi.

Adapun daerah yang berstatus zona kuning, oranye dan merah dilarang menggelar kegiatan belajar tatap muka langsung.

"Untuk saat ini, karena hanya 6% zona hijau, hanya merekalah yang dipersilakan mengambil keputusan untuk melakukan sekolah dengan tatap muka," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dalam keterangan pers, Senin (15/06) sore.

"Sisanya dilarang (94%), karena ada resiko penyebaran Covid," katanya.

Sampai Senin (15/06) sore, ada sekitar 94% daerah - ada 429 kabupaten/kota - yang berstatus zona merah, oranye dan kuning, sementara zona hijau baru sekitar 6% - yaitu 92 kabupaten/kota pada 7 Juni lalu, menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Bagi peserta didik yang berada di zona merah, oranye dan kuning, maka mereka harus tetap belajar dari rumah, kata Nadiem.

Sumber gambar, AJI STYAWAN/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Sejumlah panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mengenakan masker dan pelindung wajah saat pelaksanaan pendaftaran PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 di SDN Karangayu 02, Kelurahan Karangayu, Kota Semarang, Jateng, Senin (15/06).

Keputusan ini diambil pemerintah Indonesia melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi COVID-19.

Disebutkan pula bahwa keputusan ini, yang mulai berlaku pada Tahun Ajaran Baru Juli nanti, juga didasarkan berbagai masukan dari masyarakat.

Dalam keterangan pers secara daring, Senin (15/06) sore, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan, keputusan "relaksasi pembukaan sekolah dilakukan yang paling konservatif".

Sebelumnya, sejumlah guru dan orang tua menyatakan khawatir dengan perkembangan akademik para siswa setelah diterapkannya pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk menekan penularan Covid-19.

Sumber gambar, ARDIANSYAH/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Calon pembeli sedang mencoba baju seragam sekolah yang dijual di salah satu toko dan konveksi yang berada di Bandar Lampung, Lampung , Minggu (14/06).

Keputusan ini juga didasarkan pada prinsip mengutamakan kepentingan kesehatan dan keselamatan para murid, guru dan keluarganya, katanya.

"Kami mendapat banyak masukan masyarakat, dan ini adalah cara paling pelan dan bertahap untuk keamanan semuanya."

Seperti apa kriteria pembukaan sekolah?

Nadiem menegaskan, proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis.

Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, katanya.

Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin.

Selain hanya berlaku di zona hijau, menurut Nadiem Makarim, keputusan pembukaan sekolah harus ditetapkan pemerintah daerah setempat.

Di wilayah zona hijau itu, semua satuan pendidikan harus sudah memenuhi check list (daftar periksa) untuk persiapan belajar tatap muka.

Sumber gambar, IRWANSYAH PUTRA/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Calon pelajar Sekolah Dasar (SD) memperlihatkan formulir PPDB sesuai zona saat mendaftar ulang di SD Negeri 1 Banda Aceh, Aceh, Selasa (09/06).

"Jika ketiga langkah pertama untuk kriteria pembukaan, maka sekolah boleh melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka," katanya.

Namun demikian, kata Nadiem, siswa baru boleh berangkat ke sekolah, apabila orang tua menyetujui anaknya pergi ke sekolah.

"Jadi misalnya, pemda sudah izinkan, dan satuan gugus tugas mengizinkan dan sudah penuhi check list, tetapi itu tidak memaksa orang tua siswa kalau mereka tidak memperkenankan anaknya pergi ke sekolah, karena menganggap belum merasa aman," jelas Nadiem.

"Kalau orang tua tidak nyaman, murid boleh belajar dari rumah," tambahnya. "Jadi keputusan terakhir pada orang tua."

"Masing-masing orang tua masih punya hak, apakah anaknya diperkenankan untuk pergi ke sekolah."

Mengapa SMA didahulukan ketimbang SMP, SD, TK?

Menurut Nadiem, tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dengan demikian, urutan pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat.

Disusul, pada tahap kedua, pendidikan tingkat menengah dan sederajat.

Kemudian, tahap ketiga, yakni tingkat dasar dan sederajat.

Sumber gambar, Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Seorang guru menunjukan Lorong Immune Booster di SMAN 2 Padang, Sumatera Barat, Senin (15/06).

"Itupun harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan," katanya.

Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah:

  • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B
  • Tahap II dilaksanakan dua bulan setelah tahap I: SD, MI, Paket A dan SLB
  • Tahap III dilaksanakan dua bulan setelah tahap II: PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal.

Untuk dua bulan pertama, mulai tahun ajaran baru Juli, relaksasi sekolah ini hanya berlaku untuk sekolah setingkat menengah pertama dan menengah di zona hijau.

"Sekolah dasar (SD) dan setingkatnya belum boleh, harus tunggu dua bulan lagi," ungkapnya.

Sumber gambar, Adiwinata Solihin/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Dua guru SMA Negeri 1 Kabila mengawasi siswa yang melakukan ujian semester secara luar jaringan (luring) di rumah di Poowo, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (09/06).

Sementara PAUD (Pendidikan anak usia dini) baru boleh digelar pada bulan kelima.

Keputusan ini bisa diubah apabila zona hijau di daerah itu "dicabut", karena ada kasus baru Covid-19 sehingga berubah menjadi zona oranye, kuning atau merah, kata Nadiem.

Adapun sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau harus melaksanakan belajar dari rumah serta dilarang membuka asrama dan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (dua bulan pertama), kata Mendikbud.

Sementara, pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka, lanjutnya, dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru dengan mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama.

Mengapa sistem pembelajaran perguruan tinggi tetap dilakukan secara daring?

Untuk perguruan tinggi, pemerintah memutuskan untuk tidak menggelar pembelajaran dengan tatap muka langsung baik di zona hijau atau zona lainnya.

"Masih (menggunakan sistem pengajaran) online di semua zona, karena universitas lebih bisa mengadopsi (pengajaran) jarak jauh lebih mudah ketimbang sekolah menengah dan dasar," kata Nadiem.

Menurut Nadiem, tahun akademik Pendidikan Tinggi (PT) 2020/2021 tetap dimulai pada Agustus 2020 dan Tahun Akademik Pendidikan Tinggi Keagamaan 2020/2021 dimulai pada September 2020.

Sumber gambar, AJI STYAWAN/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Panitia PPDB melayani orang tua/wali murid dari dalam bilik plastik saat pelaksanaan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021 di SDN Karangayu 02, Kelurahan Karangayu, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/06).

Metode pembelajaran pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori, katanya.

Sementara untuk mata kuliah praktik juga sedapat mungkin tetap dilakukan secara daring.

"Namun, jika tidak dapat dilaksanakan secara daring maka mata kuliah tersebut diarahkan untuk dilakukan di bagian akhir semester," katanya.

Selain itu, pemimpin perguruan tinggi pada semua zona hanya dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di kampus jika memenuhi protokol kesehatan dan kebijakan yang akan dikeluarkan direktur jenderal terkait.

Kebijakan tersebut antara lain mencakup kegiatan yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran daring seperti penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis, dan disertasi serta tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel, dan kegiatan akademik/vokasi serupa.

Apa saja syarat yang harus dipenuhi dalam kegiatan belajar dengan tatap muka langsung?

Dalam keterangannya, Nadiem menjelaskan secara detil tentang check list yang harus dipenuhi dalam kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Pertama, setiap sekolah harus memiliki sarana sanitasi, cuci tangan, dan lain-lain.

Sumber gambar, Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Keterangan gambar,

Seorang siswa mencoba seragam sekolah saat mengambil seragam siswa baru di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (10/06).

Mereka juga harus memilik akses kepada layanan kesehatan.

Tiap sekolah juga harus mewajibkan siswa serta guru untuk memakai masker.

Mereka juga harus memiliki alat untuk mengecek suhu, tambah Nadiem.

Dan, kelima, sesuai aturan protokol kesehatan, seandainya ada peserta didik memiliki kondisi medis atau sakit, maka dilarang masuk sekolah.

"Kalau ada keluarga yang terkena flu, maka siswa juga tidak diizinkan masuk sekolah," kata Nadiem.

Untuk orang tua yang masuk kategori rentan berpotensi terpapar Covid-19, juga dilarang mengantar anaknya ke sekolah.

Mengapa jumlah murid harus dibatasi di setiap klas?

Walaupun sudah memenuhi berbagai check list, proses pengajaran di dalam sekolah "tidak bisa normal dulu", kata Nadiem.

"Selama dua bulan, ada beberapa retriksi," ujarnya.

Dia memberikan contoh, untuk jumlah murid di dalam klas yang semula 30 siswa per kelas, maka dalam dua bulan pertama, maksimal diisi 18 siswa.

"Jadi setengah atau 50% dari kapasitas normal," katanya.