Yudhoyono jelaskan temuan TPF Munir 'dalam dua tiga hari ini'

Yudhoyono Hak atas foto AFP
Image caption Mantan Presiden Yudhoyono menyebut masalah penyelidikan meninggalnya aktivis HAM Munir sebagai masalah penting dan sensitif.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan memberikan penjelasan di seputar dokumen atau temuan laporan Tim Pencari Fakta (TPF) meninggalnya pegiat HAM, Munir.

"Penjelasan yang akan kami sampaikan dalam dua tiga hari mendatang, haruslah berdasarkan fakta, logika, dan tentunya juga kebenaran," kata Yudhoyono melalui akun Twitter pada Ahad (23/10).

"Saya memilih menahan diri dan tak reaktif dalam menanggapi berbagai tudingan. Ini masalah yang penting dan sensitif. Juga soal kebenaran dan keadilan," katanya.

Yudhoyono akhirnya angkat bicara setelah publik membahas kembali dokumen laporan TPF menyusul putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) pada Senin (10/10), yang intinya memerintahkan pemerintah mengumumkan informasi yang terkait dengan temuan TPF.

Namun sehari setelah putusan, Kemensetneg menyatakan tidak memiliki, menguasai, atau mengetahui keberadaan dokumen tersebut.

"Hal ini sesuai dengan bukti dan fakta persidangan yang disebutkan dalam pertimbangan Majelis Komisioner KIP bahwa Kemensetneg tidak menguasai dokumen tersebut," kata Asisten Deputi Hubungan Masyarakat di Kemensetneg, Masrokhan.

"Jadi Kemensetneg tidak mungkin mengumumkan Laporan TPF yang tidak dikuasainya," kata Masrokhan.

Aktivis HAM Munir meninggal dunia di pesawat dalam perjalanan ke Amsterdam pada awal September 2004. Hasil pemeriksaan menunjukkan Munir meninggal dunia karena racun arsenik.

Pemerintah di bawah Presiden Yudhoyono ketika itu membentuk TPF dan pada 2005 TPF menyelesaikan tugas dan menyerahkan laporannya ke pemerintah.

Berita terkait