Hal yang perlu Anda lakukan jika dipecat dari pekerjaan

Sree Sreenivasan Hak atas foto Lia Chang Wikipedia CC BYSA40
Image caption Sree Sreenivasan dipecat dan menulis status di Facebook tentang pemecatannya.

Sesudah Sree Sreenivasan kehilangan pekerjaan sebagai kepala bagian digital di New York's Metropolitan Museum of Art, ia melakukan langkah yang biasanya tak dilakukan orang lain: menyampaikan kabar itu kepada ribuan orang temannya di Facebook lewat sebuah pesan yang rinci.

Sreenivasan menceritakan pada semua orang apa yang terjadi dengan pekerjaannya ('adanya restrukturisasi finansial'), mengundang orang untuk bergabung dengannya minum kopi atau berjalan-jalan di sekitar Central Park, New York. (ia sekarang punya banyak waktu), bahkan mengajak orang mengisi formulir di Google Form, untuk memberi ide tentang hal yang sebaiknya ia lakukan berikutnya.

Langkah Sreenivasan yang amat terbuka untuk publik ini berbuah manis. Lebih dari 1.200 orang memberi jempol 'suka' pada statusnya dan sebanyak 1.300 orang mengisi formulir yang ia buat.

Beberapa bahkan menawarinya pekerjaan.

Dua bulan kemudian, ia ditawari posisi kepala bagian digital di Kantor Walikota New York. Tawaran untuk posisi ini datang, kata Sreenivasan, "Langsung dari kantor Walikota yang membaca langsung tentang kemampuan saya.”

Kepada teman-teman dekat

Selamat datang di tahun 2016 dan selamat berkenalan dengan cara baru berjejaring untuk mendapatkan pekerjaan. Tentu saja ini membantu buat Sreenivasan yang sudah punya jejaring sosial ribuan orang dan seorang yang jago dalam media sosial.

Hak atas foto Getty
Image caption Sree Sreenivasan mendapat pekerjaan di Balai Kota New York dari statusnya di Facebook.

Namun bagaimana dengan kebanyakan kita?

Apakah langkah ini merupakan langkah cerdas, ketika mengalami pemecatan lalu mengambil langkah seperti Sreenivasan sementara teman Facebook kita cuma 500-an (bukan 5.000 seperti Sreenivasan), misalnya?

Jawaban Sreenivasan: "Ya. Lakukan dengan cara yang benar untuk Anda".

“Anda tidak perlu juga melakukan posting publik di Facebook,” katanya. “Anda bisa menulis kepada 15 teman terdekat Anda dan beritahu kepada mereka. Itu tidak berarti Anda harus menceritakan kepada jutaan orang. Ini adalah menceritakan kepada orang yang bisa membantu Anda.”

Dan jangan sekadar katakan Anda butuh pertolongan. “Katakan secara spesifik yang bisa Anda lakukan dan yang Anda cari karena biasanya bahkan teman dekat Anda tidak mengerti benar-benar pekerjaan Anda atau ketrampilan Anda maupun yang Anda ingin lakukan,” katanya.

Jaga dan perlebar jejaring

Jangan tunggu sampai Anda membutuhkan seseorang untuk menghubungi mereka.

“Hubungilah orang ketika Anda tidak sedang butuh. Bangun jejaring ketika Anda tidak sedang butuh mereka,” kata Sreenivasan.

Caranya sederhana saja dengan sekedar memberitahu kepada seseorang bahwa Anda memikirkan mereka melalui pesan teks atau telepon singkat atau komentar tambahan di Facebook.

“Itu yang perlu Anda lakukan, dan ini memperlihatkan niat baik,” katanya.

Hak atas foto Getty
Image caption Berjejaring itu penting justru tidak di saat sedang butuh saja.

Lalu ketika Anda membutuhkan mereka beberapa tahun kemudian, maka lebih mudah bagi Anda karena Anda terus membangun hubungan dengan mereka, bukan karena Anda membutuhkan sesuatu. “Ini hal yang bisa dilakukan melalui media sosial,” papar Sreenivasan.

Cara tersebut juga bisa membantu Anda untuk memperlebar jejaring, yang biasanya menjadi tempat Anda menemukan pekerjaan, menurut Claudia Jonczyk, associate professor di ESCP, Sekolah Bisnis Eropa di London.

Orang terkadang membuat kesalahan dengan beranggapan pentunjuk keberadaan pekerjaan dan referensi hanya datang dari jejaring terdekat mereka. Namun, menurut Jonczyk, mereka 'cenderung untuk punya tipe yang sama dan tingkat informasi yang Anda miliki'.

Sebaliknya, 'orang-orang dalam kantung pengetahuan yang lebih jauh', mungkin adalah orang yang mengetahui sesuatu yang bisa membantu dalam proses pencarian yang Anda lakukan.

Jejak langkah permanen

Ketika memutuskan pesan yang ingin Anda sampaikan —jika ada— penting untuk 'selalu ingat bahwa dalam era digital seperti sekarang kita meninggalkan jejak kaki yang permanen,' menurut Adam Lloyd, presiden perusahaan pemburu eksekutif Webber Kerr Associates yang berkantor di Tampa, Florida, Amerika Serikat.

Hak atas foto Thinkstock
Image caption Selalu bersikap profesional dalam status Anda karena itu akan jadi bagian rekam jejak Anda.

Jadi tetaplah bersikap professional dalam pesan-pesan media sosial Anda.

“Jika pesan Anda tak diinginkan bertahan lama, jangan pernah Anda siarkan,” usulnya. "Selalu tanya diri sendiri dulu, apa yang akan saya dapatkan dari sini? Saya bisa kehilangan apa dari sini?”

Misalnya menulis pesan dendam kepada bekas perusahaan Anda bisa terasa menyenangkan namun sangat tidak disarankan, bahkan ketika pesan itu isinya adalah peringatan terhadap ketidakjujuran bekas bos atau perusahaan yang mungkin berguna untuk calon pegawai di sana.

Soalnya pesan itu akan membuat Anda mendapat perhatian khusus di media sosial, dan tambah Lloyd, “Calon bos Anda bisa melihat tindakan ini dengan buruk dan menganggap Anda sebagai orang dengan risiko tinggi yang berpeluang 'membakar jembatan."

Lloyd menyarankan untuk berhenti sejenak sebelum menekan tombol ‘kirim’. “Jika Anda memutuskan untuk go public, disarankannya agar menghindari reaksi emosional yang langsung dan reaksioner.

Hak atas foto Thinkstock
Image caption Pikirkan baik-baik sebelum Anda menekan tombol ' kirim'.

"Sikap yang benar adalah jangan pernah menganggap sesuatu personal, jangan membocorkan informasi rahasia, dan biarkan fakta bicara dan tetap positif,” katanya.

Tambahan lagi, perhatikan di mana Anda pasang status Anda. “LinkedIn bisa jadi bukan panggung yang tepat untuk status yang dimaksudkan untuk Facebook,” tambahnya.

Ini juga tergantung pada di mana lokasi Anda kata Jonczyk.

“Dipecat merupakan hal yang agak tabu di Prancis atau Jerman ketimbang di negara lain yang punya pasar kerja lebih cair karena orang lebih mudah berpindah kerja,” katanya. Maka bhal tersebut isa jadi pertimbangan tambahan ketika memutuskan apakah Anda ingin membagikan informasinya atau tidak.

Tipe pencarian pekerjaan juga bisa membantu Anda memutuskan apakah Anda ingin berbagi informasi tentang diri Anda secara umum atau tidak, menurut Lisa Rangel, managing director ChameleonResumes.com yang berkantor di New York.

“Jika media sosial dan komunikasi digital merupakan bagian dari target pekerjaan Anda, aktivitas di media sosial, yang sangat kelihatan, mungkin penting untuk memperlihatkan ketrampilan Anda di bidang itu,” katanya.

Namun jika pekerjaan Anda bersifat rahasia dan sensitif, mencari pekerjaan secara publik seperti itu mungkin bukan hal terbaik. Maka keputusan harus dilihat kasus demi kasus.”

Hak atas foto Thinkstock
Image caption Jangan gunakan jejaring sosial untuk membalas dendam karena akan berbalik kepada Anda sendiri.

Terlepas dari tipe pencarian pekerjaan yang Anda lakukan, hindari untuk mengatakan hal yang merugikan tentang atasan atau perusahaan Anda sebelumnya, baik secara internet maupun di luar internet.

“Tak pernah ada skenario bahwa hal itu membantu Anda.”

Maka lebih baik untuk menyusun kalimat Anda yang menggambarkan pemecatan sebagai sebuah pengalaman belajar.

Dan, ambil satu hal dari pendekatan yang dilakukan oleh Sreenivasan.

“Pada saat ada penghargaan terjadap kejujuran dan kerendahan hati, ia memanusiakan diriya sendiri dengan membuat dirinya tampak sedikit rapuh,” kata Lloyd dari Webber Kerr.

“Bukan dengan sembrono, melainkan transparan dan nyata. Sebagai tambahan dari stuasi yang tak disukai, ia menggambarkannya sebagai kesempatan untuk belajar dan menjalani pengalaman berharga.”

Anda bisa mengikuti artikel ini dalam Bahasa Inggris di sini This is what to do if you've been sacked dan artikel sejenis di BBC Capital.

Berita terkait