Kesulitan yang dihadapi petani

Petani padi
Image caption Beberapa petani mengatakan bisa hidup dengan baik jika punya lahan minimal sekitar dua hektar

Para petani mengatakan profesi mereka tidak memberi keuntungan secara ekonomis karena biaya produksi lebih besar dari penghasilan saat panen.

Petani dari Kabupaten Goa, Sulawesi Selatan, Kusnadi Daeng Lewa, mengatakan petani padi bisa hidup dengan baik kalau punya lahan minimal sekitar dua hektar.

Namun jika luas lahan lebih kecil, petani terpaksa harus menerima pendapatan yang relatif kecil.

Seorang petani di Jawa Barat, Entang Permana, menjelaskan perhitungannya kepada wartawan BBC, Ervan Hardoko.

"Modal awal per hektar sekitar Rp 4 juta, jika hasil panen per hektar adalah empat ton maka pendapatan dalam bentuk uang adalah Rp 10 juta," ujar Entang Permana, petani dari Jawa Barat.

"Pendapatan setelah dipotong biaya produksi adalah Rp 6 juta dan itu masih harus dikurangi dengan upah buruh dan lain-lain. Jika dihitung kami hanya mendapatkan keuntungan bersih Rp 5.000 per hari."

Lahan kecil

Namun Menteri Pertanian Anton Apriantono mempertanyakan definisi petani yang digunakan di Indonesia karena petani penggarap dan buruh tani juga masuk dalam kategori petani.

"Kalau buruh memang sulit untuk bisa ideal kesejahteraan hidupnya," tandas Anton Apriantono.

Dia menambahkan petani Indonesia harus memiliki lahan cukup dan buruh tani harus dialihkan ke sektor lain.

"Sehingga pertanian jadi efisien dan memberi kesejahteraan. Langkah lain adalah multi usaha bagi para petani. Adalah satu keharusan buruh tani pengarap tidak menggantungkan hidup pada pertanian cocok tanam," kata Anton Apriantono.

Pakar Agronomi dari IPB Rudi Purwanto mengatakan bahwa luas lahan petani Indonesia memang kecil dibandingkan negara lain.

Petani Indonesia rata-rata hanya memiliki lahan 0,3 hektar sementara Australia rata-rata 15 hektar dan di Amerika Serikat seorang petani rata-rata memiliki 300 hektar lahan.

"Kalau diadu, petani kita hancur. Tetapi jika petani ada konsolidasi pengelolaan sehingga luasan lahan bisa mencapai 50 sampai 100 hektar akan sebanding.Jadi kuat secara ekonomi petani dan juga internasional," ujar Rudi Purwanto.

Berita terkait