Piala Eropa, hak siar, dan nonton bareng

Euro 2012 Hak atas foto Getty
Image caption Ajang Piala Eropa 2012 menjadi salah satu ajang paling dinanti di Indonesia.

Manajer Front Page Café, Jakarta, Faisal dengan antusias menunjukkan ruangan-ruangan di kafé, yang dikelolanya itu kepada BBC Indonesia.

Deretan meja dan kursi tertata rapi terlihat di ruang utama sementara di sisi lain meja bar panjang lengkap dengan bartender yang sigap dan siap melayani pesanan pelanggan.

Beberapa layar televisi terlihat di beberapa sudut ruangan. Selain itu, terlihat layar lebar terpasang untuk menayangkan pertandingan-pertandingan Piala Eropa 2012 di Ukraina-Polandia yang akan dimulai pada 8 Juni.

“Kami memang menyelenggarakan acara nonton bareng Piala Eropa,” kata Faisal kepada BBC Indonesia.

Front Page Café hanya satu dari banyak tempat sejenis yang menggelar nonton bareng Piala Eropa.

Tak hanya kafe, pusat-pusat perbelanjaan bahkan bioskop tak ketinggalan menggelar hajatan empat tahunan ini.

Alasan menggelar acara nonton bareng ini tak lepas dari peluang meraup keuntungan dari turnamen sepakbola di Benua Biru itu.

“Dari pengalaman kami menggelar nonton bareng di Piala Dunia 2010, antusiasme pelanggan sangat bagus,” ujar Faisal.

Antusiasme pelanggan semakin meningkat pada saat turnamen melewati babak penyisihan grup hingga final.

“Bahkan waktu itu kami harus menjual meja karena antusiasme yang sangat tinggi,” tambah Faisal.

Saat itu, kata dia, untuk satu meja yang bisa digunakan untuk empat orang, Front Page mematok harga Rp 1 juta per meja.

“Sedangkan untuk ruangan VIP yang bisa dimasuki 12 orang kami mematok harga Rp 3 juta,” lanjut Faisal

Tidak gratis

Namun, menggelar acara nonton bareng terutama di tempat-tempat komersial semacam kafe atau pusat perbelanjaan tidaklah gratis.

Para pengelola tempat-tempat itu harus merogoh kocek untuk mendapatkan izin menggelar nonton bareng ini dari pemegang tunggal hak siar Piala Eropa 2012 di Indonesia yaitu kelompok Media Nusantara Citra (MNC).

Selain menjual izin menggelar nonton bareng, MNC juga menjadi pemegang hak siar eksklusif semua partai Piala Eropa 2012 di televisi.

“Kami punya tiga stasiun televisi yaitu RCTI, Global TV dan MNC TV yang akan menyiarkan siaran langsung,” kata Wakil Direktur Utama RCTI Kanti Mirdiati.

Sedangkan siaran tundanya, lanjut Kanti, akan disiarkan di dua saluran olah raga milik MNC yang ditayangkan melalui program televisi berbayar.

Mengapa MNC harus membeli hak siar yang pasti tidak murah ini? Kanti menjelaskan pilihan ini diambil karena secara praktis sulit untuk bekerja sama dengan stasiun televisi lain untuk menyiarkan turnamen akbar semacam ini.

“Dulu pernah orang-orang televisi ini memikirkan kerja sama untuk menyiarkan Piala Dunia. Namun ternyata sulit karena semua stasiun hanya ingin menyiarkan pertandingan terbaik. Dan sulit juga membagi pembiayaannya,” papar Kanti.

Nonton bareng

Hak atas foto AP
Image caption Ajang nonton bareng Piala Eropa menjanjikan keuntungan untuk pengelola kafe.

Untuk soal nonton bareng Piala Eropa 2012, Kanti menjelaskan keputusan MNC juga mengharuskan penyelenggara nonton bareng membeli hak siar dari MNC adalah untuk menjaga eksklusivitas siaran sepakbola ini.

“UEFA ingin siaran sepakbola di Indonesia harus diambil dari Indonesia demikian juga di negara lain,” ujar Kanti.

Dan untuk mengurus izin penyelenggaraan nonton bareng ini, MNC menggandeng PT Nonton Bareng sebagai rekanan.

“Untuk nonton bareng kami patok harga mulai Rp6 juta untuk kapasitas 75 penonton. Yang termahal Rp25 juta untuk nonton bareng outdoor,” kata Manajer Pemasaran PT Nonton Bareng Sandy Anugerah.

Harga yang dipatok, kata Sandy, masih terbilang murah karena izin yang diperoleh adalah untuk menggelar nonton bareng selama satu bulan.

Selain menangani masalah penjualan hak siar nonton bareng, Sandy menambahkan perusahaannya juga akan melakukan pengawasan ajang nonton bareng.

“Kami membentuk tim di berbagai daerah untuk mengawasi. Jika ada yang menggelar nonton bareng namun belum memiliki izin akan kami tegur dan kami minta mengurus izin,” papar dia.

Jika teguran tak diindahkan, lanjut Sandy, maka pihak MNC akan melakukan langkah-langkah lanjutan termasuk langkah hukum.

Komersial

Lalu ajang nonton bareng seperti apa yang harus mengurus perizinan dari PT Nonton Bareng?

“Patokannya adalah kegiatan nonton bareng itu dilakukan di tempat-tempat komersial seperti kafe, restoran atau mal,” papar Sandy.

“Jadi jika sebuah kafe tidak secara resmi menggelar nonton bareng namun menyalakan televisi yang menayangkan siaran langsung Piala Eropa, maka pengelolanya harus mengurus izin,” tegas Sandy.

Sebab, lanjut dia, bagaimanapun kafe itu diperkirakan bakal menangguk keuntungan lebih besar saat menayangkan pertandingan Piala Eropa.

“Tapi kalau misalnya Pak Camat mengajak warganya nonton bareng di halaman rumah kemudian ada pedagang kacang, pedagang rokok yang datang, itu tidak termasuk kategori nonton bareng komersial,” tambah Sandy.

Meski menjual hak siarnya kepada para penyelenggara nonton bareng, pihak MNC menampik jika praktik ini menjadi pemasukan utama selama perhelatan Piala Eropa.

“Jika dihitung pendapatan dari menjual hak nonton bareng ini hanya 10% dari total pendapatan. Yang utama tetap kami kejar dari iklan,” ujar Kanti Mirdiati.

Berita terkait