Perang Irak dalam angka

Warga Irak

Hampir semua angka yang berkaitan dengan perang sering diperdebatkan dan dalam perang Irak jumlah korban jiwa penduduk sipil Irak yang paling sering menjadi perdebatan.

Berikut sejumlah angka yang dikumpulkan BBC dari berbagai sumber di seputar perang Irak sejak invasi Maret 2003 hingga mundurnya pasukan Amerika Serikat, Desember 2011.

Jumlah tentara

Amerika Serikat memimpin invasi Irak dengan didukung oleh berbagai negara, antara lain Inggris.

Jumlah tentara AS di lapangan befluktuasi antara 100.000-150.000 kecuali pada masa ‘penambahan pasukan’ tahun 2007.

Pada masa itu, Presiden George Bush ingin meningkatkan keamanan di Irak, khususnya di ibukota Baghdad, dengan mengerahkan 30.000 pasukan tambahan.

Presiden Barack Obama kemudian menjanjikan penarikan mundur tentara AS dari Irak sebagai bagian dari kampanye pada tahun 2008 dan jumlah tentara AS di Irak terus berkurang sejak dia memerintah Januari 2009.

Tanggal 19 Agustus 2010, brigade pasukan tempur AS yang terakhir meninggalkan Irak, namun sekitar 50.000 personil masih tetap di sana untuk mempersiapkan proses peralihan keamanan.

Image caption Sumber: Brooking Instituion

Jumlah terbesar pasukan Inggris di Irak mencapai 46.000 pada masa invasi awal dan setiap tahun berkurang terus hingga 4.100 tentara ketika penarikan mundur pada Mei 2009. Namun Angkatan Laut Inggris masih melatih AL Irak hingga Mei 2011.

Jumlah korban

Amerika Serikat kehilangan 4.487 personilnya di Irak sejak Operasi Penbebasan Iran dilancasrkan pada tanggal 19 Maret 2003. Sebanyak 3.492 tewas dalam operasi militer dan sekitar 32.000 luka-luka.

Image caption Sumber: Defence Manpower Data Centre

Sementara Inggris kehilangan 179 tentaranya dengan 136 tewas dalam operasi. Sebanyak 139 pasukan dari negara-negara lain anggota koalisi tewas di Irak.

Jika kematian pasukan internasional tercatat dengan baik, jumlah korban jiwa penduduk sipil maupun tentara atau pejuang bersenjata Irak lebih sulit untuk diperoleh. Oleh karena itu semua perkiraan jumlah korban jiwa warga Irak bisa diperdebatkan.

Badan Perhitungan Irak, Iraq Body Council atau IBC, merupakan lembaga yang secara rutin melakukan perhitungan dengan melakukan pemeriksaan ulang atas laporan media dan sumber-sumber lain –antara lain caatan kematian di rumah sakit.

Image caption Sumber: Iraq Body Count

Berdasarkan IBC, tercatat 97.461 hingga 106.348 korban jiwa sipil hingga Juli 2010. Menurut IBC perbedaan antara tinggi-rendahnya korban disebabkan perbedaan laporan-laporan tentang berapa banyak yang tewas dalam insiden kekerasan dan apakah mereka warga sipil atau pejuang bersenjata.

Laporan lain –berdasarkan Survei Kesehatan Keluarga Irak yang didukung PBB- memperkirakan jatuh 152.000 korban jiwa dalam kekerasan sepanjang Maret 2003-Juni 2006. Jumlah itu mencakup pejuang Irak dan juga penduduk sipil.

Biaya perang

Perhitungan tentang biaya yang dihabiskan dalam perang Irak juga bisa diperdebatkan.

Image caption Sumber: Congresional Research Service estimates July 2010

Badan Riset Kongres Amerika Serikat memperkirakan negara itu menghabiskan hampir US$802 miliar untuk mendanai perang Irak hingga tahun keuangan 2011.

Namun pemenang Nobel Ekonomi, Joseph Stiglitz, dan akademisi dari Universitas Harvard, Linda Bilmes, mendapatkan perhitungan US$3 triliun dengan memasukkan dampaknya terhadap anggaran negara dan perekonomian AS.

Pemerintah Inggris pada Bulan Juni 2010 mengeluarkan angka US$14,32 miliar untuk mendanai perang Irak. Sebagian besar untuk kepentingan militer dan US$861 juta untuk bantuan.

Jumlah pengungsi

Kekerasan sektarian di Irak mulai berkembang pada awal 2005. Namun penghancuran tempat suci umat Syiah pada Februari 2006 yang memicu peningkatan serangan kekerasan secara darastis antara umat Syiah dan Sunni, dan menyebabkan pengungsian di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Organisasi Migrasi Internasional, IOM, memperkirakan dalam masa 2006-2010 sebanyak 1,6 juta warga Irak mengungsi dari rumahnya. Jumlah itu sekitar 5,5% dari total penduduk Irak.

Dari jumlah itu, pada tahun 2012 sekitar 400.000 orang sudah kembali ke rumah mereka, khususnya di Baghdad, Diyala, Ninewa, dan di Probinsi Anbar.

Berita terkait