Profil capres: Joko Widodo

Joko Widodo Hak atas foto AFP

Calon presiden Joko Widodo – yang dikenal dengan nama Jokowi - merupakan figur populer dengan kesederhaan dan reputasi yang bersih.

Dia mendapatkan dukungan besar dari anak-anak muda Indonesia di wilayah perkotaan dan pedesaan. Mereka melihat Jokowi sebagai politisi bersih di negara masih bergulat melawan korupsi.

Seorang politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP, Jokowi memulai karir politiknya ketika terpilih menjadi Walikota Solo Jawa Tengah, pada 2005.

Pada tahun 2010, dia terpilih kembali menjadi walikota dengan perolehan kursi lebih dari 90% dari jumlah suara, karena orang merasa puas dengan kebijakannya untuk mendorong usaha kecil. Jokowi merenovasi pasar tradisional dan merelokasi warga miskin dari bantaran sungai ke tempat tinggal yang layak.

Jokowi menyedot perhatian nasional ketika mendukung pengembangan mobil 'ESEMKA' buatan tim murid-murid SMK di Solo.

Kemudian Jokowi maju dalam pilkada Jakarta, dan terpilih menjadi gubernur ibukota pada 2012 lalu. Jokowi dianggap sebagai orang yang mendengarkan masyarakat dan memiliki kemampuan untuk berempati kepada warga miskin.

Hak atas foto AFP
Image caption Jokowi bertemu dengan nelayan di Desa Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah

"Demokrasi bagi saya adalah mendengarkan masyarakat, melaksanakan apa yang mereka inginkan, " kata dia dalam debat pertama yang ditayangkan televisi. " Itu sebabnya kenapa saya pergi ke kampung-kampung, pasar-pasar, bertemu masyarakat di bantaran kali, petani dan nelayan, karena saya ingin mendengarkan apa yang masyarakat inginkan."

Jokowi dikenal dengan "blusukan" yaitu kunjungan spontan ke masyarakat dan melihat apa yang mereka lakukan.

Hak atas foto AP
Image caption Jokowi dan Jusuf Kalla ketika akan mendaftar ke KPU

Dia berkampanye tentang "revolusi mental" - suatu strategi untuk membangun karakter bangsa, yang dapat mencegah dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme serta sikap intoleran terhadap perbedaan, yang selama ini masih ada dalam budaya Indonesia. Jokowi juga menyatakan pembangunan karakter bangsa tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan.

Untuk mendukung pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan, Jokowi mengatakan akan membuat program Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar, seperti yang pernah dilakukan di DKI Jakarta.

Jokowi juga mengatakan dia akan mengimplementasikan e-governance sebagai upaya untuk mengurangi korupsi di birokrasi.

Dia mendapatkan dukungan yang besar dari pengguna sosial media di Indonesia. Dalam kampanye melalui sosial media, namanya kerap menjadi trending topic di jagat Twitter.

Sejumlah kritik menyebutkan Jokowi minim pengalaman memimpin di tingkat nasional dan hubungan internasional. Pengamat mengatakan dengan dukungan 37% suara di parlemen, Jokowi akan menghadapi tantangan yang besar di DPR jika terpilih nanti.

Lahir di Solo sebagai anak seorang penjual kayu, Jokowi menghabiskan masa kecilnya dengan tinggal di rumah di bantaran kali pernah digusur oleh pemerintah lokal. Pengamat mengatakan kesederhanaan ini yang menjadikan alasan namanya menjadi populer.

Cawapres Jokowi, Jusuf Kalla dikenal sebagai politisi senior yang pernah menjabat sebagai wakil presiden di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2009, dan saat ini merupakan Ketua Palang Merah Indonesia PMI.

Berita terkait