Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Rangkuman

  1. Debat pertama berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta pukul 20.00 WIB disiarkan sejumlah televisi.
  2. Topik yang akan diperdebatkan, yakni sosial ekonomi, lingkungan dan transportasi, serta pendidikan.
  3. Sebelumnya, ada dua debat tidak resmi yang dilakukan Kompas TV dan Net TV, tetapi pasangan Agus-Sylviana tidak hadir.
  4. Kami akan menyajikan analisa langsung dari para pakar dan merangkum perbincangannya dalam laman ini.
  5. Dipandu Isyana Artharini, Christine Franciska, Pijar Anugerah dan Ging Ginanjar di Jakarta, dan Endang Nurdin serta Mohammad Susilo di London.

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

  1. Post update

    Terima kasih sudah mengikuti laporan dan ulasan debat pertama tiga calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta. Jangan lupa, Anda juga bisa berpartisipasi dengan menulis komentar di halaman BBC Indonesia di Facebook dan di Twitter. Salam.

  2. Analisa: subsidi perumahan AHok-Djarot

    Jakarta

    Pasangan Ahok-Djarot membantah tudingan bahwa kebijakan mereka didominasi penggusuran. Ia memapar bahwa mereka menjalankan enam program: jaminan kesehatan, jaminan sekolah, jaminan perumahan, jaminan transportasi, jaminan sembako, dan menawarkan modal usaha dengan pola bagi hasil. Dan menolak Bantuan Langsung Tunai 

    KLAIM: Yang tinggal di bantaran kali, walaupun sudah puluhan tahun, adalah salah dan ilegal. Dan pemerintah DKI tidak menghukum mereka, namun memindahkan mereka ke permukiman layak sekaligus  menata dan menormalisasi sungai.

    REALITAS: Perlawanan sangat kuat di sana-sini, termasuk melalui mengadilan. Dan untuk penggusuran di Bukit Duri, Ahok kalah melawan gugatan warga di pengadilan.

    KLAIM: Para eks penghuni bantaran kali mendapat susidi perumahan, dengan harga sewa hanya antara Rp.5.000 hingga Rp.15.000.

    REALITAS: Sebagian penghuni Rusunawa, kendati jumlahnya kecil, tetap tak mampu membayar sewa. Seperti terjadi di Jatinegara Barat, dan Rawa Bebek, sebagian warga tak mampu membayar sewa Rp.300,000 per bulan, karena kehilangan penghasilan di tempat lama mereka, di Pasar Ikan. 

  3. Analisis: Bagaimana perbandingan visi dan program lingkungan tiga kandidat?

    Sampah

    Direktur WALHI Jakarta, Puput TD Putra menilai bahwa dari ketiga pasangan kandidat cagub-cawagub, program lingkungan yang mereka ajukan masih cukup normatif dan tidak banyak muncul dalam debat. 

    KLAIM: Agus-Sylvi menyebut soal membangun Jakarta sebagai kota yang berwawasan lingkungan. 

    ANALISIS: Puput mengatakan bahwa Agus-Sylvi tak menyebutkan atau menjelaskan seperti apa kota berwawasan lingkungan yang akan dibangun. 

    KLAIM: Djarot mengklaim bahwa mereka melakukan normalisasi sungai, sementara Ahok menyatakan bahwa sungai-sungai kini menjadi bersih dari sampah. 

    ANALISIS: Puput menilai klaim Ahok soal sungai-sungai Jakarta yang kini bersih hanya memindahkan masalah, karena "Jakarta bersih, tapi justru membuat masalah di Bekasi" karena sampah-sampah yang diangkut tidak dikelola, melainkan hanya dipindahkan tempatnya ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu di Bantargebang, Bekasi. "Itu juga tidak menyelesaikan masalah sampah. Programnya hanya pencitraan," kata Puput. 

  4. Analisis: Anies-Sandi yang tidak mau menggusur tapi tata ulang

    Jakarta

    KLAIM: Pasangan nomor urut tiga tegas menolak penggusuran dan menegaskan akan melakukan penataan ulang. "(Kami) tidak akan menghilangkan orang miskin tapi menghilangkan kemiskinan. Penataan ulang, bukan dikosongkan. Kita akan musyawarah, memperhatikan haknya," kata mereka. 

    ANALISIS: Konsepnya cukup jelas, tapi implementasinya belum dipaparkan lebih rinci. "Karena basis argumentasinya itukan konsep. Pastinya saat ini semua calon akan berbicara janji yang bisa memikat calon pemilihnya," kata Walhi Jakarta. 

    Penataan ulang, kata Puput TD Putra, perlu konsekuensi yang nyata. "Tata lingkungan bukan hanya fokus pada bantaran sungai, tengah kota juga harus di tata, karena banyak terjadi alih fungsi lahan sebelumnya. Perlu ada audit tata ruang, audit lingkungan menyeluruh dan ketegasan pemerintahannya dalam menjalankan peraturan, khususnya peraturan hukum lingkungan."

  5. Analisis: Ahok-Djarot, transportasi berbasis rel dan batasi mobil

    KLAIM: Transportasi Jakarta hanya bisa dibenahi dengan membangun transportasi berbasis rel dan membatasi mobil-mobil ke Jakarta supaya mereka menggunakan transportasi massal. 

    ANALISIS: Pengamat transportasi Ellen Tangkudung mengatakan program yang dipaparkan Ahok_Djarot lebih realistis karena sedang menjalankan (programnya) dan tahu persis kebutuhan masyarakat Jakarta sekarang. "Sudah terbukti untuk massal memang harus rel dalam artian jalur khusus. Tapi Trans Jakarta masih jadi persoalan karena lalu-lintasnya masih campur aduk dengan motor masuk, dan lainnya," katanya.

  6. Analisis Teguh Dartanto: miskin inovasi, kurang inovasi, inovatif tapi utopis

    Jakarta
    Image caption: Tiga paslon beradu program untuk membenahi dan memajukan Jakarta.

    Teguh Dartanto, Kepala Kajian Kemiskinan dan Perlindungan Sosial LPEM FEB UI mengatakan, ia agak kecewa dengan debat ini. "Tak muncul inovasi atau hal-hal baru yang mampu menyelesaikan masalah Jakarta," katanya.

    "Secara garis besar --saya melihat bahwa program yang ditawarkan Paslon 1 (Agus-Sylvi) mencoba replikasi pola yang dilakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ayah Agus), tetapi kurang memperhatikan apa yang sudah dilakukan oleh incumbent.

    Mereka mencoba mereplikasi BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat), dan bergulir ke UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), model dana desa di level RT/RW, orientasi pertumbuhan inklusif, penciptaan lapangan kerja. 

    Paslon-2 (Ahok-Djarot) cenderung mekanistis dan menunjukan sebagai pemimpin yang target-oriented.

    Mereka lebih menekankan pada perbaikan governance --tata kelola dan birokrasi untuk menjadikan semua program bisa berjalan dengan baik -- namun tanpa ada inovasi yang baru

    Pasangan petahana ini cenderung lebih menjual apa yang sudah dicapai, sedang dikerjakan dan kelanjutan program-program seperti jaminan kesehatan, pendidikan, transportasi, jaminan sembako, modal usaha kecil

    Paslon-3 (Anies-Sandi)  mencoba mendorong pola partisipatif dalam proses pembangunan walaupun cenderung utopis. Mereka fokus pada penciptaan lapangan kerja, kesejahteraan umum melalui penciptaan pusat pertumbuhan/usaha di setiap kecamatan, memasukkan value chain dari industri rumahan ke industri besar

    Namun mereka utopis-partisipatif, selalu bicara mengenai sesuatu yang seharusnya tapi lupa dengan realita di lapangan. Tidak menyelesaikan akar masalah.

    Dengan rumusan sederhana: Paslon-1: Miskin inovasi hanya replikasi dari apa yang pernah dilakukan oleh Presiden SBY;  Paslon-2 : Kurang inovatif, karena tidak ada hal yang baru yang ditawarkan; Paslon-3 : Cukup inovatif tetapi utopis.

  7. Analisis: Anies-Sandi, moratorium mobil mewah atasi macet?

    Jakarta
    Image caption: Kemacetan: perlukah moratorium mobil mewah?

    KLAIM: Program untuk moratorium mobil mewah menjadi salah satu program Anies-Sandi mengurangi kepadatan kendaraan. Sandiaga mengatakan program ini diharapkan bisa memberikan "efek kejut". "Jika orang dengan mobil Rp3 miliar juga naik kendaraan umum efeknya luar biasa. Leading by example," kata Sandiaga Uno. Anies juga menjanjikan tiket transportasi Rp5.000 ke mana saja

    ANALISIS: Mobil mewah itu sangat sedikit jumlahnya, kata pengamat transportasi Ellen Tangkudung. "Tidak memecahkan masalah sama sekali, apalagi menyuruh mereka naik Trans Jakarta. Yang harus diubah adalah kelas menengah. Kayaknya enggak mungkin deh orang kaya mau naik mikrolet."

    Soal tiket terusan Rp5.000, Trans Jakarta sudah menerapkan konsep itu dengan tiket Rp3.500. Tapi jika yang dimaksud adalah Rp5.000 dalam sistem terintegrasi, Ellen mengatakan akan sulit untuk menyatukan sistem itu. "Tapi memang harus diintegrasikan," katanya. 

  8. Visi misi Agus, Ahok, Anies

    Inilah visi misi tiga calon gubernur DKI Jakarta dalam debat pertama.

    Agus: "Visi saya menjadikan Jakarta adil dan sejahtera. Dan komitmen saya adalah untuk mengatasi semua permasalahan masyarakat Jakarta yang semakin maju ke depan."

    Ahok: "Kami sangat yakin yang paling pertama kali dibereskan adalah birokrasi, dengan pejabat yang rekam jejaknya jelas, bersih, transparan, dan profesional."

    Anies: "Integritas bukan sekadar jujur. Integritas itu berpihak kepada kepentingan publik, menjalankan dengan benar dan selalu mengikuti tata kelola yang baik. Integritas adalah keberpihakan pada nilai,"

  9. Djarot bisik-bisik dengan Anies saat jeda debat

  10. Siapkah para Paslon untuk tidak tergiur akan tawaran menjadi capres atau cawapres 2019?

    Agus-Sylvy:

    "Kami ada di sini untuk berkompetisi, mendapatkan kesempatan, memperjuangkan warga Jakarta. Sudah jelas, akan fokus pada strategi memenangkan pilgub DKI Jakarta."

    Ahok-Djarot:

    "Jiwa raga kami kita curahkan untuk warga Jakarta. Kami adalah pelayan warga Jakarta. Dengan tulus kerja kami untuk Jakarta. Kita ingin menjadikan Jakarta ibu kota yang bisa dibanggakan oleh republik ini. Perjuangan belum selesai, kami ingin lima tahun lagi mengabdi untuk Jakarta."

    Anies-Sandi:

    "Ketika kami mendapatkan tugas untuk menjadi calon gubernur di Jakarta maka ini adalah amanat untuk dituntaskan; dan amanat dari Bapak Prabowo, dari Bapak Sohibul Iman adalah memimpin Jakarta tuntas lima tahun. Bukan sekadar memimpin barangnya, tapi membangun akhlak-karakternya dan membuat Jakarta bersatu dalam kebhinekaan." 

    AHY
  11. Pertanyaan pamungkas

    Pertanyaan pamungkas dari Ira Koesno: Jika Anda terpilih, siapkah Anda tidak tergiur akan bujukan menjadi Capres atau Cawapres 2019?

  12. Ahok menyindir Anies terkait Narkoba

    Anak anak Jakarta
    Image caption: Para paslon juga beradu visi soal pendidikan di Jakarta.

    Pertanyaannya tentang meningkatkan mutu pendidikan.

    Ia mengambil kesempatan untuk memukul balik Anies Baswedan yang sebelumnya menyindir Ahok sebagai orang yang tegas dalam penggusuran namun tidak tegas soal prostitusi -Anies menyebut bahwa Ahok membiarkan Alexis, sebuah hotel yang disebut-sebut sebagai pusat prostitusi. 

    Ahok menyebut, ia sudah menutup Stadium, sebuah diskotik terkenal Asia yang juga dikenal sebagai pusat prostitusi. Lalu ia mempertanyakan pernyataan Anies sebelumnya yang berulang kali menyebut perang terhadap Narkoba. Disebutkan Ahok, ia heran, dulu sewaktu Anies menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaa, ia tahu Kepala BNN Budi Waseso menawarkan kerjasama kurikulum anti narkoba, namun Anies menolak. 

    Anies tak menunjukkan perubahan muka ketika Ahok mengatakan hal itu. Dan ia juga tak menanggapinya ketika mendapat kesempatan bicara.

  13. Post update

    Quote Message: Tadi dikatakan visinya penting, tadi visinya (Ahok) saya catat perut, otak, dan dompet. Di sana tidak ada moral, tidak ada nilai. from Anies Baswedan mengkritik Ahok-Djarot
    Anies Baswedan mengkritik Ahok-Djarot
  14. Anies: Pemimpin berbicara dengan semua

    Pertanyaan Agus-Syilviana: Di Jakarta ini kok ketegangan sosial kriminalitas termasuk yang terburuk di dunia. Bapak seorang pendidik apakah punya punya kisi-kisi yang baik agar Jakarta aman dan nyaman?

    Anies menjawabnya dengan menjelaskan konsep kepemimpinan yang dia klaim untuk mempersatukan. "Pemimpin berbicara dengan semua," katanya. Ini tampaknya menegaskan alasan pertemuannya dengan FPI yang sempat menimbulkan kontroversi. 

    Bagaimana menciptakan kedamaian? Versi Anies adalah memastikan adanya lapangan pekerjaan bagi semua dan memastikan interaksi antar warga di level kampung-kampung dengan olahraga dan kesenian.

  15. Anies: Ahok jangan cuma kerja-kerja-kerja

    Anies menyindir Ahok yang dianggapnya tak melakukan pembangunan manusia melainkan pembangunan benda-benda mati. Ia bertanya apa strategi Ahok Jarot untuk meningkatkan kualitas manusia dan pendidikan.

    Ahok menjawab, kebijakan mereka adalah membuat program yang membuat warganya penuh untuk urusan otak, perut, dan dompet. 

    Disebutkannya, mereka membangun infrastruktur seperti jembatan dan taman, bukan semata urusan benda mati. Namun itu cara meningkatkan kualitas manusia: bagaimana orang bisa sekolah dengan baik, jika terhalang akses -karenanya dibangun jembatan. Juga taman-taman, adalah ruang untuk meningkatkan kualitas warga. Jadi menurutnya itu bukan semata pembangunan benda mati. 

    Anies menanggapi balik, bahwa jawaban itu tak nyambung. Karena tak memapar bagaimana melakukan pembangunan kualitas manusia.

    Anies menyarankan Ahok, agar tak sekadar hanya kerja, kerja, kerja -yang justru merupakan semboyan Presiden Jokowi yang di dalamnya Anies pernah terlibat sebagai menteri.  Anies mengatakan, selain kerja, harus ada gagasan. Dan itu perlu diungkap dengan kata-kata. Disebutkannya, kata-kata itu penting. Yang tak menghormati kata-kata, katanya memecah belah Jakarta -tak jelas apa yang dimaksudkannya.  

  16. Sesi keenam

    Pada sesi keenam, yang merupakan sesi terakhir, pertanyaan kembali diajukan oleh moderator kepada semua Paslon. Ira Koesno membahas tentang tawuran yang kerap terjadi di Jakarta dan permasalahan yang akarnya ialah pendidikan. Pertanyaannya: Sebutkan langkah konkret beserta indikator keberhasilan untuk menjawab masalah pembentukan karakter siswa serta mengejar ketertinggalan mutu lulusan di DKI Jakarta?

  17. Cuitan dosen di Australia

    Ross Tapsell, dosen dan pengamat Asia Tenggara di Australian National University.

    Prediksi debat Jakarta malam ini:

    Anies: tak ada rincian kebijakan spesifik

    Ahok: terlalu banyak rincian kebijakan

    Agus: memakai kemeja bagus

  18. Ahok mempertanyakan program dana bergulir Agus-Sylvi

    Jakarta
    Image caption: Penataan bantaran kali, salah satu 'topik panas' di debat cagub.

    Dalam kesempatannya bertanya pada kandidat pasangan Agus-Sylvi, Ahok mengkritik soal program dana bergulir yang menurutnya "sudah distop (saat) zaman bu Sylvi masih jadi wali kota di zaman (Gubernur DKI Jakarta) Foke" karena "macet ratusan miliar dan banyak penerimanya sudah dipenjara". Ahok mengatakan bahwa program Kartu Satu Jakarta Agus-Sylvi bertentangan dengan aturan keuangan dan hanya meniru program mereka. 

    Menurut Sylvi, kartu Jakarta One yang dikeluarkan Ahok belum berjalan, sedangkan untuk Satu Jakarta sudah lengkap laporan pendidikan, kesehatan, transportasi dan "bukan hanya launching dan expose di media social dan kenyataannya tak berguna." 

    Ahok menegaskan lagi bahwa pasangan Agus-Sylvi tidak memahami peraturan keuangan yang memungkinkan kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.Kini giliran Agus yang membalas pernyataan Ahok dengan mengatakan bahwa itu sebagai contoh pemimpin yang selalu curiga dengan rakyatnya sendiri.

  19. Pandji Pragiwaksono: Jawaban bu Silvy menarik...

  20. Joko Anwar: Lomba debat calon kepala sekolah