Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Rangkuman

  1. Debat ketiga atau terakhir calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta berlangsung di Gedung Bidakara, Jakarta pada pukul 19:30 WIB dan berlangsung selama 120 menit.
  2. Pasangan nomor 1: Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni, Pasangan nomor 2: Basuki Tjahaya Purnama - Djarot Saiful Hidayat, dan Pasangan nomor 3: Anies Baswedan - Sandiaga Uno.
  3. Tema debat ketiga adalah kependudukan dan peningkatan kualitas masyarakat Jakarta.
  4. Subtema adalah pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, anti-narkotika, dan kebijakan untuk penyandang disabilitas.
  5. Bagaimana para pengamat memandang program dan penampilan para paslon?
  6. Dipandu, Christine Franciska, Ging Ginanjar di Jakarta, Mohamad Susilo dan Endang Nurdin di London.

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

  1. Pilkada serentak 15 Februari 2017

    Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan diselenggarakan pada Selasa, 15 Februari 2017, bersamaan dengan pemilihan di sejumlah provinsi di Indonesia.

    Hari pelaksanaan pilkada serentak ini ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah.

    Sampai di sini, liputan langsung tentang debat final Pilgub Jakarta. 

    Terima kasih banyak. Sampai jumpa pada liputan langsung berikutnya. Salam.

  2. Catatan Komnas Perempuan

    Yunianti Chuzaifah, wakil ketua Komnas Perempuan yang hadir di debat final, memberikan catatannya:

    • Isu kekerasan terhadap perempuan muncul, namun tidak semua pasangan calon (paslon) keluar dengan solusi atau terobosan penanganannya. 
    • Isu HAM perempuan penting dikuasai oleh ketiga paslon, juga memahami dimensi kekerasan thd perempuan. 
    • Isu yang dimunculkan cenderung meletakkan perempuan sebagai makhluk ekonomi, dibebani tanggung jawab keluarga atau masih ada paslon yang mengukuhkan peran tradisional perempuan. 
    • Tidak clear melihat kebutuhan gerakan strategis seperti apa yang perlu didukung untuk perempuan. Bahkan atas nama partisipatif, ada paslon yang tidak memunculkan ide langkah-langkah strategis atau ide cemerlang, tapi memindahkan tanggung jawab kepada gerakan perempuan. 
    • Isu PRT (pembantu rumah tangga) tidak satu pun disinggung oleh paslon, padahal sangat penting menopang kehidupan jakarta.
  3. #Stop narkoba, tanggapan BNN atas debat final

    Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan pemberantasan narkoba perlu perhatian khusus dari pemangku kepentingan di Jakarta karena ibu kota menduduki tempat teratas penyalahgunaani narkoba.

    Kepala humas BNN, Slamet Pribadi, menyatakan menyusul debat final Pilgub Jakarta, bahwa narkoba merupakan isu perlindungan anak bangsa.

    "Narkoba merupakan permasalahan kemanusiaan, kebangsaan, bahkan juga merupakan permasalahan kesejahteraan dan keamanan, serta perlindungan terhadap anak bangsa."

    "BNN berharap semoga semua Paslon di seluruh wilayah di Indonesia dapat berpikir sama dengan para Paslon DKI. #stopnarkoba".

    stip narkoba
  4. 'Pembahasan disabilitas hanya bumbu saja'

    Trian, salah satu pengurus komunitas jalan-jalan difabel, Jakarta Barrier Free Tourism mengatakan bahwa persoalan difabel hanya dibahas sebagai bumbu saja. "Ibarat rumah, itu hanya lampu taman saja," katanya. 

    Tidak ada penjelasan lebih jelas soal ketentuan pekerja difabel 2% di pemerintahan dan 1% di sektor swasta yang ditawarkan Ahok. 

    "Kalau sektor swastanya tidak mau seperti apa?" Sementara untuk program sekolan inklusif Agus-Sylvi, tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana cara mempersiapkan gurunya. 

    "Karena banyak sekolah inklusi yang akhirnya mundur karena gurunya tidak siap," katanya. 

    disabilitas
  5. Swafoto Nyonya Ahok dkk

    selfie
  6. Pendukung Ahok-Djarot nobar di Rumah Lembang

    Para pendukung pasangan Ahok-Djarot menonton bersama debat ketiga di Rumah Lembang, yang dipakai sebagai posko pemenangan pasangan nomor 2 tersebut.

    Nobar pendukung Ahok
  7. Pendukung Agus-Sylvi nobar di posko pemenangan

    Akun Twitter Partai Demokrat, salah satu partai pengusung Agus-Sylvi, mengunggah suasana nonton bareng (nobar) para pendukung Agus-Sylvi di posko pemenangan.

    Nobar pendukung Agus-Sylvi
  8. 'Tak ada calon yang menyinggung akar masalah kekerasan'

    Nadira Irdiana, seorang aktivis kesetaraan gender yang akun twitternya @nadirairdiana diikuti Presiden AS ke-44, Barack Obama, mengatakan bahwa tidak ada satu pun kandidat yang menyebutkan bahwa akar permasalahan kekerasan (terhadap wanita dan anak) adalah norma sosial.

    Dia juga menambahkan bahwa adalah baik untuk menciptakan satuan tugas, namun jika tidak diisi dengan orang yang tepat, makan akan gagal.   

    debat final

    Seorang warga asing yang pernah bekerja sebagai jurnalis di Indonesia, Bastian Scherpen, ikut menyatakan pendapatnya di twitter @bscherpen.

    "Saya rasa seseorang mengingatkan Agus untuk berhenti mencampur jargon bahasa Inggris terlalu sering, dan dia mendengarkan. Saran yang solid."

    "Sepertinya para kandidat menghabiskan banyak waktu mencetak gambar dan bagan sebelum debat malam ini. Luar biasa!"

    "Ahok-Djarot memimpin di sebagian besar polling, Anies-Sandi kedua, Agus-Sylvi ketiga. Kemungkinan dua ronde, debat malam ini sangat menentukan."

    debat final
  9. Sesi terakhir: pernyataan penutup

    Anies: Mayoritas warga Jakarta ingin gubernur baru. Ribuan relawan mengikhtiarkan perubahan itu. Ini menjawab keinginan warga Jakarta. (Tapi) Allah yang menentukan. Allah juga yang membuat warga menetapkan hati untuk menentukan pemimpinnya. Ketika kami diamanati semua warga Jakarta akan bekerja sama, semua bukan untuk sebagian. 

    Agus: Terlalu banyak data memperlihatkan kegagalan pemerintah sekarang ini. Kegagalan bisa diperbaiki tetapi karakter sulit diubah. Empat bulan kami bergerilya, warga Jakarta ingin pemimpin baru. Kebahagiaan bukan dompet dan perut tapi juga akal budi. 

    Ahok: Ini gambar di luar negeri? Bukan ini Kalijodo, bekas tempat prostitusi. Kami bukan jual program, ini kelas internasional. Kami ibaratkan ini sebagai hubungan orang tua dan anak-anak. Kami buat peraturan. Orang tua ingin anaknya berhasil. Tapi (kandidat lain) ini seperti om dan tante yang ingin dapat simpati anak-anak kita dengan baik-baikin anak kita. Saya hanya mau katakan, jangan karena mau jadi gubernur, merusak aturan yang dibuat orang tua, mendidik anak itu bertahun-tahun, jangan dirusak hanya untuk jadi gubernur saja. 

  10. Apa kata Agus, Ahok, Anies, tentang kelebihan satu sama lain

    Pasangan nomor dua diwakili Djarot, yang menyatakan bahwa Agus dan pasangannya berani menyampaikan sesuatu dengan sangat yakin kendati sulit di lapangan. Itu kelebihan mereka. Sementara Anies dan pasangannya, Sandiaga, disebut Djarot, pandai merumuskan gagasan yang mengapung di awang-awang. Namun disebutnya, Anies-Sandi sabar dan santun. 

    Saat mendapat giliran membuicarakan kelebihan yang lain, Anies menjawab, ini bukan tentang para calon, melainkan tentang warga Jakarta. Tetapi kemudian ia banyak berbicara tentang dia sendiri dan pasangannya, Sandiaga Uno. Dan membawa contoh sahabat Nabi Muhammad.

    Lalu giliran Agus, ia menyatakan Ahok lugas dalam menyampaikan segala sesuatu. Namun, kata Agus,  tegas tak harus kasar atau beringas. harus tetap beretika, dan berdasar UU. Andai dilakukan dengan baik, mungkin baik. Namun, menurutnya, itu dilakukan semena-mena.

    Lalu ia mengatakan Anies orang yang pandai dan santun. Namun ia mempertanyakan integritas Anies sebagai pemimpin, tampaknya terkait perpindahannya dari sosok pendukung dekat Jokowi jadi calon gubernur yang didorong oleh Prabowo yang dianggap lawan politik Jokowi.  Agus juga kemudian berbicara tentang dirinya dan Sylvi. 

  11. Agus-Anies tanya jawab hangat

    Tak ada suasana panas atau saling serang dalam sesi tanya jawab antara pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi.

    Agus dan Sylvi dengan hangat menanyakan konsep kepemimpinan pasangan Anies-Sandy dalam membangun Jakarta. 

    Anies dan Sandi menjawab dengan santai pula. Sandiaga Uno malah menjelaskan tentang bagaimana ia  dulu sebagai calon gubernur Gerindra, membujuk Anies sebagai bekas pendukung Jokowi untuk menjadi calon gubernur dari partai penentang Jokowi yang dipimpin Prabowo, pesaing yang dikalahkan Jokowi saat pilpres.

  12. TerbaruPost update

    Kesalahan teknis membuat jawaban Anies atas pertanyaan Djarot soal program perumahan yang riil diulang kembali. Anies kemudian menjawab dia punya program tanpa DP (uang muka) untuk memiliki rumah di Jakarta, yang menjadi impian bagi semua orang yang hijrah ke Jakarta. 

  13. Sesi 5: Pertanyaan umum

    Pertanyaan yang sama akan dijawab oleh tiga paslon. Ini sulit. Menurut Anda apa sisi positif tiap paslon yang merupakan mencerminkan sikap kepemimpinan? 

  14. Agus, Ahok, Anies: Siapa yang paling banyak dicuitkan?

    Dalam debat final pemilihan gubernur Jakarta, ketiga nama calon populer di Twitter.

    Tapi siapakah yang paling banyak dicuitkan? Inilah data dari Spredfast.

    • Anies disinggung sekitar 50.000 kali
    • Agus disinggung sekitar 33.000 kali
    • Pak Ahok disinggung sekitar 9.500 kali
    anies
    spreadfast
    ahok
  15. Kekerasan anak: Anies-Sandi vs Ahok-Djarot

    Debat ini berisi adu program betulan, tampak tak ada saling sindir. Pertanyaan yang diajukan: bagaimana melindungi anak-anak dari kekerasan di sekolah karena 84% mengalaminya? 

    Ahok menjawab siswa yang melakukan kekerasan dikeluarkan dari sekolah negeri dan terbukti tawuran turun. Kenapa tega? Ahok bilang tindakan itu diperlukan sebagai sanksi yang mendidik. 

    Tapi Anies berpendapat itu salah. "Yang dilakukan waktu saya menjadi mendikbud, adalah membuat gugus pengendalian di sekolah dan kota. Yang harus dilakukan menginstitusikan solusi dan didanai pemda untuk memantau, mengendalikan, dan memberi sanksi."

    Djarot menjawab di sekolah negeri sudah ada peraturan terkait kekerasan yang ditandatangani anak dan orang tua. "Para guru ini dididik betul agar anak-anaknya tidak melakukan kekerasan."

    anak-anak di Muara Angke, Jakarta Utara
    Image caption: Anak-anak di Muara Angke, Jakarta Utara.
  16. Selebriti di balik Anies

    Selain didukung oleh Rhoma Irama, Anies juga didukung oleh Pandji Pragiwaksono yang juga menjadi juru bicara paslon nomor 3 tersebut. Selain itu Raffi Ahmad dan istrinya Nagita Slavina juga ikut mendukung Anies-Sandi.

    debat final
  17. Debat panas Djarot-Agus

    Ini sesi 'saling serang' yang hiruk-pikuk antara pasangan Ahok-Djarot dan pasangan Agus-Sylvi.

    Djarot, cawagub nomor dua, mempertanyakan konsep rumah apung dan 'menggeser, bukan menggusur' yang ditawarkan pasangan Agus-Sylvi. Ia juga menanyakan, bagaimana upaya Agus-Sylvi memastikan bahwa program dana Rp1 miliar tiap RW mereka bebas korupsi. 

    Agus langsung menyerang balik. "Ini gagal fokus: menanyakan sesuatu berdasarkan hoax," kata Agus.

    Ia menyebut, pernah diwawancarai dan memang mengatakan bahwa di luar negeri ada rumah apung yang bisa dibangun dan sukses. Namun mereka tak pernah menyebutkannya sebagai program unggulan. "Silakan dicek," kata Agus.

    Adapun tentang 'menggeser tanpa menggusur', Agus mengulang peparan, bahwa Pemda harus tak boleh menggusur secara paksa hingga ke tempat jauh tanpa kompensasi. 

    Menurut Agus, ia berkeinginan agar warga memiliki rumah, bukan menyewa. Karenanya dari tempat yang tak layak, dengan tempat usaha yang tak jauh, dengan konsep menggeser dari tepi sungai, dibuatkan permukiman vertikal. 

    Ia juga mempermasalahkan Djarot yang ditudingnnya curiga pada rakyatnya sendiri, terkait bagaimana cara menjamin agar dana Rp1 miliar per RW tak dikorupsi. 

  18. Anies-Sandi vs Agus Sylvi soal Satpol PP

    Tampak tak ada sindiran nyinyir dalam interaksi dua paslon ini:  

    Anies bertanya soal Satpol PP yang ditakuti pedagang kaki lima dan warga. Bagaimana mengelola dengan baik?

    Sylvi mengatakan, "Bisa kok dikelola humanis. Ketika PKL mau digusur, saya bilang jangan digusur tapi ditata, bisa lihat Kampung Lima, di Jalan Sidoarjo, Menteng. Tapi tetap ada ketegasan." 

    Sandi bilang 'kita harus memimpin dengan hati'. Dia ingin PKL bisa diberikan rasa aman dan sekali lagi menyebut program Ok Oce. Agus menekankan bukan menggusur tapi menata. "Tidak menyakiti mereka," katanya. 

  19. Ahok-Djarot vs Anies-Sandi

    Pasangan Ahok-Djarot dan pasangan Anies-Sandi saling serang terkait perumahan bagi warga Jakarta. Djarot mempertanyakan gagasan perumahan Anies Sandi, yang dinilainya tak realistis: rumah bagi warga tanpa uang muka.

    Ahok menyebut, rusun minimal harga pembuatannya Rp300 juta, akan memberatkan warga dengan gaji Rp3 juta per bulan, karena akan harus membayar minimal Rp850.000 per bulan.

    Anies dan Sandi menyebut, ada solusi untuk mengambil alih uang muka yang sekitar Rp100 juta. 

    Sementara Ahok-Djarot menganggapnya sebagai angan-angan, karena muskil mendapatkan sumber pendanaannya. 

  20. Di sela debat, Fadli Zon berfoto dengan Rhoma Irama

    Fadli Zon, politikus Partai Gerindra, berfoto bersama Rhoma Irama di sela-sela debat. Rhoma adalah salah satu pendukung Anies-Sandi.