Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Rangkuman

  1. Debat perdana - dan satu-satunya - di putaran kedua Pilkada Jakarta berlangsung di Hotel Bidakara, pukul 19.30 WIB.
  2. Dibagi dalam tiga segmen, debat kali ini memperkenalkan format 'town hall' yang memungkinkan penonton bertanya pada dua kandidat.
  3. Ahok-Djarot dan Anies-Sandi akan bertarung dalam pemilihan putaran kedua pada 19 April mendatang, sejumlah lembaga survei memperlihatkan tingkat elektabilitas yang tipis antara dua kandidat ini.

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

Berpartisipasi

  1. Post update

    Sampai di sini, laporan langsung terkait debat terakhir Pilkada DKI Jakarta, antara pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

    Kita jumpa lagi dalam laporan langsung dalam Pilkada DKI Jakarta pada tanggal 19 April 2017.

  2. Pertarungan otak dengan perasaan

    Novriantoni Kahar, pengamat lulusan Universitas Al Azhar, Mesir

    Masing-masing  terlalu bermain hati-hati, ibaratnya partai final sepakbola.Saling tak mau ambil inisiatif dan tak mau ambil resiko bikin kesalahan.

    Secara umum Anies-Sandi tidak lagi tampil ‘arogan’ seperti saat debat tak resmi di Mata Najwa.

    Mungkin ada evaluasi internal bahwa itu tak bagus buat elektabilitas mereka.

    Anies-Sandi bermain aman.  

    Debat baru menarik saat Ahok bertanya kepada Anies soal sikapnya tentang reklamasi, dan Ahok mempertanyakannya dengan data tentang sejumlah pernyataan Anies yang berbeda-beda. Juga ketika Ahok mempertanyakan gagasan uang muka rumah 0% persen.

    Sementara itu Ahok-Djarot  kurang pandai mengambil simpati banyak orang. Dia yakin dengan rasionalitas program-program mereka, tapi kurang bisa membuat orang secara emosional mendukung dia. Jadi ini benar-benar pertarungan otak dengan perasaan."

    ahok djarot
    anies sandi
  3. Meuthia Gani, panelis: "Maunya 'mencecar' ide-ide

    Tentang kehadiran perwakilan masyarakat yang ternyata kurang hidup:

    "Ada kekhawatiran mereka 'black out' di arena. Jadi diputuskan mereka membaca (teksnpertanyaan). Tapi memang jadi terasa kaku. 

    Tentang kesan bahwa debat kali ini 'datar.'

    "Ada keinginan di panelis untuk mencecar para calon agar mengeksplorasi ide-ide dan membumikannya. (Agar dieksplorasi) mekanisme dan proses (mewujudkan ide-ide itu). Tapi struktur waktu sangat membatasi. Dan untuk itu juga harus ada ahli yang dapat mencecar.

  4. Post update

    "Ada pesan damai, tapi intimidasi SARA tak dibahas"

    "Kata Debat, membuat orang membayangkan ada pertarungan argumen, nyatanya tidak. Kedua calon saling menjaga sopan santun. Dari sisi subtansi, beberapa masalah tidak digali secara mendalam 

    Isu SARA hanya diangkat di permukaan, tapi tidak dikupas tuntas, bagaimana komitmen dan strategi masing-masing untuk menghentikan penggunaan isu SARA. Karena dianggap akan hilang dengan sendirinya setelah Pilkada selesai. 

    Debat diakhiri dengan masing-masing  menyampaikan permintaan maaf dan berjanji untuk saling merengkuh, salaing merangkul. Bagus pesan perdamaiannya, mengingat suasana panas yang diciptakan para pendukung kedua belah pihak sejauh ini. Sayangnya kedua paslon tidak memberi arahan para pendukungnya agar berdemokrasi secara damai. Dan debat ini tidak membahas soal pengerahan massa, intimidasi, semua tidak dibahas. Sayang sekali."

     Dian Kartika Sari (Koalisi Perempuan Indonesia)   

  5. Post update

    Quote Message: Debat kali ini kurang 'greget' karena tidak ada hal yang baru yang disampaikan. Di satu sisi itu menunjukkan konsistensi namun ini adalah satu-satunya kesempatan menarik warga Jakarta untuk datang ke TPS tanggal 19 nanti. Sudah ada inovasi dengan menghadirkan komunitas namun kebetulan saya duduk di depan di samping komunitas, mereka ingin merespon. Jadi seharusnya ada kesempatan untuk mendengar pendapat para komunitas itu. from Sri Wiyanti, pengamat politik
    Sri Wiyanti, pengamat politik
    a
  6. Mohon maaf di akhir debat

    Dalam sesi paling akhir ini, Ira Koesno mengatakan dalam proses kampanye dan perdebatan sengit, pasti ada berbagai pihak yang sakit hati. Bagaimana Anda akan bersikap?

    ANIES menggunakan kesempatan terakhir ini untuk tegas menolak isu Jakarta Bersyariah. "Bantuan sosial berhenti, proyek berhenti, perda berdasarkan agama muncul jika gubernur baru muncul, itu semua salah," kata Anies. Menurutnya, gubernur baru akan mengantarkan Jakarta menjadi lebih efektif. 

    AHOK mengatakan permintaan maaf karena mereka selalu membicarakan apa yang sudah dikerjakan. "Seolah-olah meledek, kebetulan saja kami petahana, bisa bercerita lebih banyak," katanya. 

  7. Kesimpulan Anda...

  8. Menjawab pertanyaan dari video...

    DJAROT: Pilkada itu pesta demokrasi yang harusnya menggembirakan. Seharusnya kita tak terpecah belah. Kami akan menerima apa pun hasilnya. Apa pun hasilnya nanti, kami akan menelpon Pak Anies dan Sandi.Apa pun hasilnya, kami akan bekerja sama dengan Pak Anies dan Pak Sandi.

    Kita ber-Bhinneka Tunggal Ika. Apa pun pilihannya. 

    ANIES mengutip Al Quran: Janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu tidak adil.

    Kami meneruskan tradisi perjuangan. Kami ingin menjadi Jakarta tetap terbangun persatuannya. Kebhinnekaan merupakan fakta. Setiap pilkada ada ketegangan, tetapi persatuan tetap dijaga. Ini tugas moral melampaui tugas gubernur.

  9. Post update

    Quote Message: Solusi mengatasi Akses Permodalan bagi UKM, sama-sama punya daya tarik, paslon dua menekankan peningkatan kapasitas UKM dalam perencanaan dan tata kelola UKM agar dapat mengakses kredit ke bank dan dukungan pemasaran, artinya menekankan pada produksi. Paslon nomor tiga menawarkan program OK Oce, mengarah pada kesempatan bagi UKM untuk retail dan reseller. Dua tawaran ini masing-masing memiliki daya tarik. Yang saya masih bertanya, mengapa dari kedua paslon tidak mengangkat soal koperasi? from Dian Kartikas Sari, Koalisi Perempuan Indonesia
    Dian Kartikas Sari, Koalisi Perempuan Indonesia
  10. TerbaruGara-gara beda pilihan...

    Sebuah video diputar dalam debat kali ini menyoroti bagaimana komunitas terpecah karena 'beda pilihan'. Ira Koesno mengatakan ada potensi konflik karena pilkada ini. Pertanyaannya: langkah strategis secara bersama untuk meredakan ketegangan antar kalangan pasca pilkada?

  11. Ahok vs Anies: Bisa mempersatukan setelah terpecah?

    a

    ANIES: Pilkada kali ini penuh dinamika, menarik perhatian secara nasional. Sebagai pemimpin, tugas kita bukan cuma melayani tapi juga menggerakan. Dan sesudah pilkada nanti, bagaimana (yang menang) memulihkan persatuan –merawat kebhinnekaan. Apa strategi membangun persatuan di Jakarta?

    AHOK: Saya pernah jadi bupati dengan mayoritas Muslim. Ancaman tak menyolatkan juga ada. Tantangan pemimpin itu adalah menjadi adil: tidak menerima suap dan tidak memihak. Itu kuncinya.

    Saya sering ditanya pendukung: apa bedanya yang mereka dapatkan sebagai pendukung dengan yang menentang? Saya jawab, tidak ada. Semua sama, adalah warga. 

    ANIES: Gubernur harus menjadi jembatan komunikasi antar golongan. Juga komunikasi antar berbagai kelompok ekonomi. Rasa persatuan itu dengan membereskan ketimpangan (ketidakadilan).

    AHOK: Di mana tidak adilnya; yang menikmati KJP siapa, daging Rp35 ribu per kilo siapa. Adakah orang yang berhutang ketika keluarga sakit?

    ANIES: Unik, kalau disebut Jakarta sudah adil. Menurut saya banyak pe-er ketidakadilan. Pak Basuki sudah melakukan ini itu, ya. Tapi pe-er keadilan masih banyak. 

  12. Ahok vs Anies: Reklamasi stop atau lanjut?

    bbc

    AHOK: Mengutip beberapa komentar Anies sejak Oktober dan Desember 2016, sampai Februari dan Maret 2017 soal reklamasi -- yang tampak berubah-ubah, lalu bagaimana menindaklanjutinya sementara Keppres sudah dari zaman Soeharto?

    ANIES: Menurut Anies, mereka sama-sama harus memikirkan soal reklamasi, dan lahan tambahan yang dimiliki Jakarta harus digunakan untuk kepentingan warga, bukan kelompok orang. 

    "Reklamasi yang sekarang dijalankan, beda dengan Keppres. Bentuknya beda," kata Anies.

    NAMUN... Ahok mengatakan bahwa 48% lahan hasil reklamasi akan digunakan untuk fasilitas umum dan sosial, dan dari tanah yang dijual pada pengembang, pemprov mendapat 15% NJOP atau setara dengan Rp158 triliun dalam 10 tahun. 

    ANIES menyatakan bahwa program reklamasi akan memperparah banjir karena mempercepat arus air namun 'dihadang' oleh pulau-pulau buatan. Rehabilitasi sungai dan pantai di Jakarta juga lebih menyerap tenaga kerja daripada reklamasi. 

    AHOK mengatakan bahwa mereka telah memperhitungkan nilai ekonominya bahwa dengan setiap Rp1 triliun investasi pengembangan transportasi seperti MRT sudah membuka 30 ribu tenaga kerja.

  13. Ahok vs Anies: Solusi anak putus sekolah

    ANIES: Ada 116 ribu dari 480 ribu anak umur 16-18 tahun, yang tak memiliki akses pendidikan. Apa solusi Anda?

    AHOK: Saya akui banyak anak yang tak masuk sekolah. Kami tak bisa memaksa yang tak mau sekolah untuk sekolah. Solusi kami, merekrut mereka menjadi pegawai harian lepas. Di semua dinas kebersihan perumahan dan lainnya, dengan gaji UMP. Mereka dilatih keterampilan, dan nantinya mendapat sertifikat.

    ANIES: Kalau Pak Basuki hanya menyebut pemerintah, maka solusi kami adalah pemerintah, civil society dan swasta. Solusi kami, KJP Plus bisa dimanfaatkan untuk kursus dan lainnya. Swasta diarahkan untuk menampung. Pemda hanya salah satu saja.

    AHOK: Saya disalahpahami tak melibatkan swasta. Padahal ketika melibatkan swasta, saya dibilang membela pengusaha. Jadi anak-anak putus sekolah itu dalam melakukan praktek kerja di kami, dapat sertifikat. Dengan UMP, nanti mereka bisa profesional, dan bekerja di swasta.

    sekolah di jakarta
  14. Pertanyaan dari komunitas memberatkan petahana?

    Juru bicara pasangan calon nomor tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Pandji Pragiwaksono menulis dalam akun Twitternya, pertanyaan dari perwakilan komuntias memberatkan petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat.

    View more on twitter
  15. Setuju?

  16. TerbaruPost update

    Giliran para cagub berdebat. Dimulai dari pertanyaan dari Anies Baswedan kepada Basuki Tjahaja Purnama. 

  17. Ira Koesno tampaknya tetap jadi idola di debat malam ini

  18. KUA dan PPAS: Apa itu?

    DJAROT: Bagaimana Anda melaksanakan tugas wakil gubernur dalam menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS)? 

    SANDI: Saya dan Anies sudah solid berbagi tugas. Saya mendapat bagian untuk ekonomi dan infrastruktur. 

    Dia lantas mengutip pengalamannya dalam menyusun anggaran dan laporan keuangan perusahaan yang pernah dipimpinnya. 

    TAPI... Djarot mengatakan bahwa penyusunan anggaran untuk APBD berbeda dari perusahaan. 

    Sandi membalas lagi, bahwa konsepnya adalah manajemen sederhana, mengelola hubungan dan komunikasi dengan bawahan. "Saya tidak pernah di kantor, selalu datang ke kantor anak-anak buah," katanya. 

  19. Beberapa netizen tampak bosan, Anda juga?

  20. Post update

    Quote Message: Dari dua calon yang menjawab tentang transportasi publik, paslon nomor tiga menjawab dengan konsep transportasi publik terintegrasi secara penuh, sementara paslon dua menjawab konsep transportasi terintragrasi dengan e-money. Yang menarik, paslon nomor dua memberikan penekanan perlakuan khusus bagi kelompok miskin, lansia, perempuan dan penyandang disabilitas. from Dian Kartika Sari dari Koalisi Perempuan Indonesia
    Dian Kartika Sari dari Koalisi Perempuan Indonesia