Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

  1. Presiden Jokowi 'ancam akan keluarkan Perppu'

    Presiden Joko Widodo meminta kepada DPR dan kementrian-kementrian terkait, sehubungan dengan Revisi UU Tindak Pidana Teroris -yang sudah diajukan oleh pemerintah pada Februari 2016 lalu- agar bisa diselesaikan dalam masa sidang berikut.

    "Ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat, bagi Polri untuk bisa menindak tegas dalam pencegahan maupun tindakan."

    Presiden bahkan memberi ancaman untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu.

    "Kalau nantinya di Bulan Juni, di akhir masa sidang, ini belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu," tegas Presiden Jokowi, Senin (14/05) di Jakarta, sehari setelah mengunjungi lokasi kejadian bom di tiga gereja di Surabaya.

    Joko Widodo
    Image caption: Presiden Joko Widodo sudah berkunjung langsung ke tempat serangan atas tiga gereja di Surabaya, Minggu (14/05).

    Keinginan Presiden tersebut ditanggapi oleh Ketua DPR, Bambang Soesatyo, dengan menyatakan siap untuk membahas revisi tersebut.

    "Kesulitan penegak hukum saat ini, kenapa revisi UU ini penting, adalah tidak bisa masuk ketika mereka (tersangka pelaku teror) belum melakukan perbuatan atau tindakan yang mengancam. Ke depan penegak hukum bisa masuk ke sana."

  2. Wakil Presiden AS, Mike Pence: Mengecam serangan terhadap minoritas apapun

    Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence mengatakan AS menentang serangan apapun terhadap kelompok minoritas agama apapun.

    "Kami sedih mendengar terjadinya salah satu serangan terparah terhadap umat Kristen di Indonesia. Kami mengecam serangan pengejut ini dan berdoa untuk para korban dan keluarganya," kata Pence dalam cuitannya.

  3. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson: 'Kami Tidak Takut'

    Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mengatakan terkejut setelah terjadi serangan teror lebih lanjut di Surabaya Senin (14/05) menyusul serangan terhadap tiga gereja pada hari Minggu (14/05).

    "Inggris siap untuk membantu Indonesia dalam memerangi terorisme," kata Boris Johnson diikuti dengan tagar Kami Tidak Takut.

  4. 'Saya merasa enggak aman': tanggapan warga Surabaya akan serangan teror

    Serangan pengeboman di tiga gereja dan Mapolrestabes yang terjadi dalam dua hari berturut-turut, membuat prihatin sejumlah warga kota Surabaya.

    Margareta, warga Kutisari-Surabaya, merasakan marah sekaligus sedih. Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini menyesalkan jatuhnya korban anak-anak pada aksi pengeboman di Surabaya.

    "(Mereka) masih polos, yang tidak tahu apa-apa. Juga, bahwa saya langsung merasa kok jadi enggak nyaman, jadi enggak aman," katanya kepada wartawan di Surabaya, Roni Fauzan, yang meliput untuk BBC News Indonesia.

    Margareta
    Image caption: Margareta: "Saya jadi merasa enggak aman."

    Senada dengan Margareta, Budi mengaku cukup khawatir dengan tragedi ini. Warga Banyu Urip-Surabaya tersebut mengaku merasa miris dengan berita-berita teror yang beredar di media sosial dan media massa.

    "Kadang kita juga sedikit mulai parno (paranoid) kalau ada orang yang enggak dikenal. Mungkin menurut saya itu mencoba untuk menghasut atau berupaya untuk mengadu domba antara umat muslim dengan umat non-muslim di Surabaya." imbuh lelaki yang bekerja sebagai karyawan swasta ini.

    Berbeda dengan Margareta dan Budi, Andik, warga Kenjeran-Surabaya menyatakan dirinya tidak takut.

    "Ini sudah sangat meresahkan, tapi kami tidak takut. Kami akan terus bersama Polri untuk memberantas kelompok-kelompok teror yang ada di Surabaya yang sudah meresahkan ini," tandas Andik.

    Budi
    Image caption: Budi mengaku menjadi agak paranoid terhadap orang yang tidak dikenal.

    Bagaimanapun, mereka berharap pihak berwenang dapat segera memulihkan kembali rasa aman masyarakat Surabaya supaya mereka bisa hidup berdampingan tanpa memandang agama atau suku.

    "Tujuannya sih supaya bangsa Indonesia bisa bangkit lagi, bersatu, dan tidak mudah terpecah-belah seperti sekarang." pungkas Margareta.

  5. Mengapa ada ibu yang membawa anak di bawah umur dalam serangan bunuh diri?

    Tiga keluarga di Jawa Timur, dalam tiga peristiwa ledakan bom, dilakukan tiga keluarga yang melibatkan anak-anak di bawah umur dan belum bisa memilih secara bebas, yang menunjukkan terjadinya perubahan besar dalam pelibatan keluarga untuk aksi teror, kata feminis dan pengmat radikalisme. Lies Marcoes.

    Atas peristiwa itu, menghitung peran dan pengaruh ibu (perempuan) dalam gerakan radikal tak bisa lagi diabaikan. Dalam pendekatan keamanan, peran itu telah dikenali namun sering dianggap kecil, dibandingkan dengan perhatian kepada peran lelaki sebagai pelaku teror. Kajian yang telah melihat keterlibatan perempuan dalam kelompok radikal nampaknya harus menjadi referensi utama", "kata Lies Marcoes dalam tulisannya untuk BBC News Indonesia.

    Lebih jauh simak:

    Bagaimana para perempuan menjadi pelaku teror dan membawa anak?

    Ilustrasi
  6. Adakah kaitan ledakan di Sidoarjo dengan serangan bunuh diri di Surabaya?

    Kepala keluarga perakit bom yang meledak di rumah susun Wonocolo, Sidoarjo adalah teman dekat dalang serangan bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, kata Kapolri Tito Karnavian.

    Anton Febrianto (47) tewas bersama istrinya, Puspita Sari (47) dan anak pertamanya, LAR (17). Sementara tiga anak lainnya, LAR (15), FP (11), GHA (11) mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

    Polisi berjaga di Rusunawa Wonoloco, Sidoarjo.

    Anton ditemukan tewas dalam keadaan memegang saklar bom. Polisi menduga ia bersama istri dan anak-anaknya berencana meluncurkan aksi teror kedua setelah serangan di gereja di Surabaya namun bomnya keburu meledak karena kecelakaan.

    Kapolri mengatakan Anton adalah teman Dita Supriyanto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta GPPS Arjuno pada Minggu (13/05) dan pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya.

    "Mereka aktif berhubungan, dan pernah berkunjung ke Lapas Napi terorisme di Tulungagung (pada) tahun 2016," kata Tito dalam jumpa pers di Surabaya.

    Ia menambahkan bahwa dari olah TKP di Sidoarjo, polisi menemukan sejumlah bom pipa. Bom-bom tersebut mirip dengan bom yang tidak meledak di sejumlah TKP di Surabaya.

  7. Operasi polisi di Sidoarjo dan Surabaya: empat tewas dan sembilan ditangkap

    Sepanjang hari Senin (14/5), sejak serangan terhadap Markas Polrestabes Surabaya polisi telah 'melakukan penangkapan terhadap 13 orang di Sidoarjo dan Surabaya," kata Jubir Polda Jabar Frans Barung.

    "Jadi, sembilan orang ditangkap dalam keadaan hidup di Surabaya, dan empat orang ditangkap dalam keadaan mati di Sidorajo."

    Polisi menggunakan istilah 'ditangkap dalam keadaan mati,' terhadap terduga troris yang tewas tertembak.

    Salah satu terduga troris ditangkap di Graha Pena, gedung yang cukup terkenal di Surabaya.

    Sementara 3 orang lain ditangkap di kawasan Jembatan Merah Surabaya.

    Menurut polisi, ketujuh orang itu diduga bermaksud melancarkan aksi lanjutan, menyusul serangan di Polrestabes Surabaya Senin (14/5) pagi dan serangan di tiga gereja sehari sebelumnya.

  8. Post update

    Time line kejadian
  9. Jumlah korban tewas dalam serangan bom Surabaya jadi 18 orang

    Juru bicara Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengungkap bahwa jumlah korban tewas dalam serangan gereja di Surabaya bertambah jadi 18 orang, yang termasuk enam orang pelaku.

    Adapun jumlah korban dari masyarakat bertambah jadi 12 orang. "Ini karena ada serpihan-serpihan yang kita kumpulkan, dan kemudian kita identifikasi," kata Frans.

    Ia menambahkan, polisi juga telah menangkap 13 orang yang diduga merencanakan serangan. Empat diantaranya tewas setelah "dilumpuhkan".

    Frans berkata pihaknya akan terus melaporkan perkembangan dari proses identifikasi korban yang tengah berlangsung.

  10. Presiden Jokowi desak revisi UU Terorisme

    Presiden Jokowi

    Menyusul serangan teror di Surabaya, Presiden Joko Widodo mendesak DPR dan kementerian terkait untuk merampungkan revisi Undang-Undang anti terorisme, yang sudah diajukan pemerintah sejak Februari 2016 lalu.

    "Kalau nanti di akhir sidang (DPR) Juni belum rampung, saya akan keluarkan Perppu," kata Jokowi di Jakarta.

    Ia menekankan bahwa revisi ini payung hukum yang penting bagi pencegahan dan penindakan terorisme.

  11. Densus 88 tembak mati dua terduga teroris dan menangkap lima lainnya

    Polisi menembak mati dua orang dan menangkap lima orang lainnya terduga teroris terkait serangkaian serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan markas Polrestabes Surabaya.

    "Ketujuh orang ini, (Senin) subuh tadi, ada yang ditembak mati karena berusaha melawan anggota (polisi)," kata juru bicara Polda Jatim, Frans Barung dalam jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (14/05).

    Dua dari tujuh orang terduga teroris ini, menurutnya, ditembak mati karena "melawan dan membahayakan petugas", kata Frans.

    "Kemudian lima orang kita lakukan penangkapan," ungkapnya. Tiga orang ditangkap di Surabaya dan dua orang lainnya ditangkap di Sidoarjo.

    "Mereka sudah merencanakan penyerangan terhadap beberapa sasaran, yang kemudian digagalkan," kata Frans dalam jumpa pers terbaru. Namun ia tidak mengungkap tempat yang menjadi sasaran itu.

    Petugas polisi berjaga di Mapolrestabes Surabaya.
  12. Sepekan teror: dari Mako Brimob hingga Surabaya dan Sidoarjo

    Peta serangan Surabaya

    1. Selasa-Rabu (8-9/5): Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, oleh 155 napi terorisme. Enam polisi disandera, lima di antaranya dibunuh dan mayatnya penuh bekas sayatan dan penyiksaan, satu polisi kemudian dibebaskan dalam keadaan babak belur.

    Para napi menyerah pada Rabu (9/5), dan dikirim ke Nusakambangan. Namun hari itu juga, seorang pejihad mendatangi Mako Brimob, menusuk seorang petugas hingga tewas. Ia sendiri ditembak mati.

    Dua hari kemudian, dua perempuan ditangkap di sekitar Mako Brimob ini, karena diduga hendak melakaukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob.

    2. Minggu (13/5) dini hari pukul 02.00 WIB – Polisi menembak mati empat terduga yang disebutkan berusaha melawan. Menurut poisi, mereka dibuntuti sejak Sukabumi. Mereka, kata polisi, terlibat dalam latihan fifik untuk melakukan serangan terhadap aparat.

    3. Minggu (13/5) sekitar pukul 07:30, pemboman Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya oleh Puji Kuswati, yang membawa dua anak di bawah umur yang turut ia ledakkan.

    4. Minggu (13/5) sekitar pukul 07:35, pemboman Gereja Pantekosta Surabaya oleh dua remaja lelaki, anak suami isteri Puji yang sudah melakukan pemboman lima menit sebelumnya, dan Dita, yang akan melakukan pemboman lain lima menit kemudian.

    5. Minggu (13/5) sekitar pukul 07:40, pemboman Gereja Kristen Indonesia oleh Dita, suami Puji dan ayah empat anak yang sudah mati dalam ledakan lima menit dan 10 menit sebelumnya di dua gereja lain.

    6. Minggu (13/5) malam, ledakan bom tak sengaja di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, tiga tewas dua selamat. Pemimpin keluarga itu, Anton, adalah karib Dita, pemimpin serangan tiga gereja pagi harinya.

    7. Senin (14/5) pagi sekitar pukul 08:40, Serangan bom dengan dua motor di Mapolrestabes Surabaya. Empat penerangnya: suami isteri dan dua remaja lelaki, tewas. Anak perempuan berusia delapan tahun yang digonjeng di motor yang ditumpangi suami dan isteri di keluarga itu, selamat karena terlontar saat ledakan.

  13. Anies Baswedan: Laporkan jika ada kecurigaan, jangan sebarkan kekhawatiran atau hoaks

    Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Jakarta dalam situasi aman dan terkendali, dan warga bisa beraktivitas biasa.

    "Jika ada yang mencurigakan," kata Anies dalam jumpa pers khusus di Balai Kota, Senin (14/5), "Jangan menyebarkan kekhawatiran, apalagi hoaks. Laporkan saja kepada pihak berwenang. Paling sedikit kepada Ketua RT atau Ketua RW setempat," kata Anies.

  14. Detik-detik pengeboman di Polrestabes Surabaya

    Kreditasi video: CCTV Mapolrestabes Surabaya

    Video content

    Video caption: Detik-detik pengeboman di Polrestabes Surabaya

    Juru bicara Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera memastikan bahwa ledakan di Mapolrestabes Surabaya berasal dari sepeda motor.

    Video CCTV menunjukkan ledakan terjadi ketika satu mobil Avanza dan dua motor mendekati pintu masuk Mapolrestabes di Krembangan.

    "Mobil Avanza itu merupakan tamu yang akan meminta pelayanan kepada Poltabes Surabaya," kata Frans dalam jumpa pers terbaru.

  15. Keuskupan Agung Jakarta: 'serangan di Surabaya bukan masalah agama'

    Konferensi Wali Gereja Indonesia memilih untuk tidak membuat pernyataan sendiri terkait serangan bom di tiga gereja di Surabaya, hari Minggu kemarin.

    Hal itu dimaksudkan supaya jelas bahwa peristiwa di Surabaya tidak menyangkut komunitas agama tertentu.

    "Yang diserang bukan hanya lembaga gereja, lembaga agama, tapi juga lembaga negara, khususnya kantor kepolisian. Sehingga jelas ini bukan masalah agama, tetapi masalah yang menyangkut Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Monsinyur Ignatius Suharyo dari Keuskupan Agung Jakarta dalam jumpa pers.

    Ignatius juga menyerukan kepada masyarakat, khususnya para tokoh dan pemimpin, supaya tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan apapun.

  16. Kepanikan akan ancaman teror di sejumlah tempat lain

    Seiring polisi menyelidiki ledakan di Surabaya, muncul kepanikan akan ancaman teror di sejumlah tempat lain.

    Salah satunya di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pihak gereja dilaporkan menerima pesan teror via telepon dari orang tak dikenal.

    Namun hingga saat ini polisi belum menemukan benda yang mencurigakan di lokasi.

    Kapolsek Duren Sawit Kompol TH. Simatupang telah menghubungi satuan Gegana Polda Metro Jaya untuk melakukan sterilisasi di sekitar area gereja Santa Anna.

    Sebelumnya, video yang disebut berasal dari Gereja Santa Anna tersebar di aplikasi perpesanan WhatsApp. Namun video tersebut merupakan rekaman dari insiden di gereja GKI Surabaya kemarin.

    Juga tersebar pesan yang disebut berasal dari Polda Metro Jaya untuk menjauhi sejumlah tempat di Jakarta, antara lain Grand Indonesia, Plaza Indonesia, dan FX Sudirman.

    Peringatan tersebut dibantah Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono.

  17. Kapolri: Serangan di Surabaya 'Mother of Satan'

    Kapolri Tito Karnavian mengatakan jenis bom yang digunakan dalam serangan di Surabaya ialah bom pipa dengan bahan peledak Triaseton Triperoksida (TATP). Bahan peledak yang sering digunakan oleh ISIS di Irak dan Suriah ini memiliki daya ledak luar biasa sehingga dijuluki 'Mother of Satan' atau 'Ibu Setan'.

    Namun senyawa tersebut kurang stabil, sehingga bisa meledak tanpa detonator. Inilah yang terjadi di Rusunawa Wonocolo di Sidoarjo.

    "Setelah kita datangi TKP, ternyata itu adalah ledakan yang terjadi karena kecelakaan; kemungkinan besar oleh perilaku sendiri," kata Tito dalam jumpa pers di Surabaya.

    Kepala keluarga yang merakit bom itu, Anton, adalah teman Dita, pelaku serangan bom gereja dan ketua JAD Surabaya.

    Tito Karnavian mengatakan pula bahwa serangan bom di Surabaya merupakan balas dendam atas penangkapan kembali pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman serta penangkapan pemimpin JAD cabang Jawa Timur Zaenal Anshari.

    Aman divonis penjara dalam kasus pendanaan dan pengorganisasian latihan paramiliter ilegal di Aceh, dan awalnya dibebaskan pada Agustus 2017, lantas ditangkap kembali karena diduga keras terkait dengan perencanaan kasus bom Thamrin di Jakarta pada 2016.

    Sedangkan Zaenal ditangkap sekitar enam bulan lalu karena diduga terlibat dalam penyelundupan senjata api dari Filipina selatan ke Indonesia.

    "Itu membuat kelompok-kelompok jaringan JAD di Jawa Timur memanas dan ingin melakukan pembalasan," ungkap Tito dalam jumpa pers di Surabaya.

    Di Jawa Timur, kelompok JAD yang paling bereaksi ialah kelompok di Surabaya, kata Tito. Pemimpin JAD Surabaya, Dita Oepriyanto, adalah pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya pada hari Minggu kemarin.

    Tito juga mengungkap bahwa polisi telah menangkap lima orang yang disebut sisa anggota kelompok JAD di Surabaya. Satu diantaranya bernama Budi Satrio, yang merupakan tokoh nomor dua di JAD Surabaya, yang ditembak mati saat melakukan perlawanan.

  18. Brimob perketat penjagaan di Polrestabes Surabaya

    Usai pengeboman di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi, pasukan Brimob memperketat penjagaan di wilayah sekitar.

    Pasukan Brimob
    Image caption: Pasukan Brimob bersiaga di Polrestabes Surabaya menyusul ledakan bom di kantor polisi tersebut pada Senin (14/5) yang melukai empat petugas dan enam warga sipil.
  19. Pelaku serangan bom Polrestabes Surabaya juga berasal dari satu keluarga

    Ternyata lima ledakan bom Surabaya itu melibatkan tiga keluarga berbeda: satu keluarga dalam setiap serangan.

    Kapolda Jawa Timur Irjen Machud Arifin mengatakan, pelaku serangan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, juga berasal dari satu keluarga.

    "Mereka lima orang, semuanya lima orang. Kepala keluarganya berinisial TM. Dengan satu anak kecil, yang dalam kejadian itu terlempar dan selamat," kata Machfud Arifin, dalam jumpa pers brsama kapolri, di media Center Polda Jatim, Senin (14/5).

    "Jadi mereka ini suami isteri dengan anak-anaknya -dua tewas dan satu anak kecil itu selamat," Kapolri Tito Karnavian menambahkan.

    Anak kecil itu, perempuan umur delapan tahun, dirawat di RS Bhayangkara.

    Disebutkan, ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, pinggiran Surabaya, yang terjadi beberapa jam setelah serangan tiga gereja, juga merupakan keluarga.

    "Kepala keluarganya, Anton. Dengan isteri dan anak-anak juga. Yang di Wonocolo ini bom meledak lebih karena kecelakaan. Ada satu orang yang selamat, seorang anak," kata Kapolri Tito Karnavian.

  20. Polisi amankan dua orang yang mengaku wartawan di Mapolrestabes Surabaya

    surabaya