Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

  1. Sudah ada 48 kantong jenazah, 'hasil ídentifikasi masih nihil'

    Kantong jenazah yang dikirim ke RS Polri kini berjumlah 48, dan sampel DNA sudah diambil dari 87 bagian tubuh yang terkumpul, kata Kepala Rumah Sakit Polri, dr Musyafak, dalam jumpa pers Rabu (31/10) pagi.

    "Keluarga yang sudah datang memberikan data, sudah 147 diambil sampel DNA. Masih 46 orang yang keluarganya yang punya hubungan darah langsung, diminta datang untuk memberikan sampel DNA," katanya.

    Ia menyebutkan, sudah dilakukan pencocokan pertama data DNA, Selasa kemarin.

    "Dari rekonsiliasi data DNA, antara keluarga dengan korban, hasilnya masih nihil, belum ada yang bisa diidentifikasi," katanya.

    Pencocokan data fisik pun, seperti tanda pada tubuh, tanda medis, tato, namun, "hasilnya masih nihil

  2. Seluruh pesawat B307 Max milik Lion tetap terbang walau diperiksa

    Delapan pesawat Lion Air Boeing 737 Max (tipe 7,8,9) milik Lion Air masih diperbolehkan terbang meski dalam proses inspeksi oleh Kementerian Perhubungan.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
    Image caption: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemeriksaan terhadap delapan pesawat yang sebetulnya merupakan produk baru Boeing itu akan berlangsung selama sepekan sejak hari Selasa ini.

    “Hasil inspeksi itu akan disampaikan ke (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi) KNKT. Jadi KNKT bekerja cepat untuk menentukan apa penyebabnya," kata Menhub seperti dilaporkan Quinawati Pasaribu dari BBC News Indonesia.

    Nantinya, hasil pemeriksaan itu akan dijadikan rujukan jika diperlukan pemberian sanksi.

    "Sanksi bisa ke manajemen, anggota direksi, kru, atau pesawat itu sendiri, (misalnya tidak boleh terbang untuk sementara),” ujar Budi Karya Sumadi saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/10).

  3. Jarak pandang terbatas hambat penyelam cari badan pesawat Lion Air JT-610

    Video content

    Video caption: Basarnas mengerahkan 100 penyelam mencari badan dan kotak hitam pesawat Lion Air JT-610. Namun jarak pandang yang terbatas dan arus kuat menghambat upaya pencarian.
  4. 'Wajah istri saya selalu terbayang'

    Rebecca Henschke, BBC News, Indonesia

    Keluarga korban Lion Air JT-610 menunggu proses identifikasi di luar RS Polri Kramat Jati.
    Image caption: Keluarga korban Lion Air JT-610 menunggu proses identifikasi di luar RS Polri Kramat Jati.

    Penantian terus berlanjut bagi keluarga korban Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10). Kini mereka menunggu di luar Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tempat dibawanya jenazah korban untuk diidentifikasi.

    Salah satunya adalah Murtado Kurniawan, yang kebetulamn kemarin saya temui juga di Posko lain. Istrinya berada dalam penerbangan JT-610. Mereka baru empat bulan menikah.

    Murtado membawa sikat gigi milik istrinya ke rumah sakit, dengan harapan bisa membantu mempercepat proses identifikasi.

    "Saya terus memikirkan istri saya, wajahnya selalu terbayang," katanya, dengan mata berkaca-kaca.

    Dia memilih tinggal di hotel yang disediakan pihak maskapai, bersama-sama dengan keluarga korban lainnya. Itu membuatnya merasa lebih dekat dengan sang istri.

    Murtado
    Image caption: Kembali bertemu Murtado, cukup mengejutkan.

    Selain menyediakan hotel, maskapai Lion Air juga menyediakan penerbangan gratis bagi keluarga korban dari Bangka.

    Surya terbang ke Jakarta dengan harapan menemukan jenazah adik bungsunya.

    "Kami semua datang ke sini berharap kepastian," ujarnya. "Kami ingin jenazahnya ditemukan. Dia anak bungsu, kami sayang sekali padanya. Rasanya berat sekali kehilangan si bungsu."

    Sementara, sebuah sudut rumah sakit disulap menjadi kantor dadakan untuk membantu keluarga 21 pegawai Kementerian Keuangan yang menjadi korban.

    "Kami membantu mengumpulkan sampel DNA dan mengurus dokumen untuk klaim asuransi. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian," kata Ani Natalia yang didapuk sebagai juru bicara.

    Kementerian Keuangan mendirikan kantor dadakan di RS Polri Kramat Jati untuk membantu keluarga pegawai BPK yang menjadi korban Lion Air JT-610.
    Image caption: Kementerian Keuangan mendirikan kantor dadakan di RS Polri Kramat Jati untuk membantu keluarga pegawai BPK yang menjadi korban Lion Air JT-610.

    Dia menambahkan, semua orang di Kementerian Keuangan sangat berduka atas peristiwa tragis tersebut. Terlebih para korban masih muda dan kebanyakan punya anak usia balita.

    "Saya baru saja menelepon kantor pajak di Pulau Bangka dan pegawai di sana mengatakan suasana kantor terasa sepi dan kosong. Itu kondisi sulit dan mereka masih harus bekerja. Kami akan mengirimkan perwakilan untuk membantu mereka," paparnya.

  5. Keluarga terus berdatangan untuk identifikasi

    Keluarga dari berbagai daerah terus mendatangi Posko Informasi Lion Air JT610, untuk mencari informasi lebih jauh tentang orang-orang tercinta yang jadi penumpang pesawat nahas itu.

    Sebagian keluarga diterbangkan Lion Air dari Pangkal Pinang sejak Senin hingga Selasa (30/10).

    Keluarga berdatangan tanpa henti.

    Mereka mendatangi berbagai Posko, juga RS Polri Kramat Jati, untuk memberikan data tentang keluarga yang menjadi korban, dan kemudian diminta sampel DNA.

    “Untuk keluarga korban yang datang dari daerah sudah kita bekali juga dengan informasi, agar membawa kartu identitas dan rekam jejak medis, untuk identifikasi," khawatir nanti bolak-balik ketika ada proses evakuasi korban," kata Asisten Regional Cengkareng, Lia Widianingtyas, kepada Quinawati Pasaribu dari BBC Indonesia.

    Disebutkan, sebagian sudah ada yang bawa data antemortem, data untuk identifikasi jenazah, katanya pula.

    MEreka dimintai mengisi data untuk identifikasi

    Sejauh ini sudah ada 178 orang, kerabat para korban yang datang. Mereka diinapkan di Hotel Ibis Cawang, Jakarta sampai proses identifikasi rampung.

    Diperkirakan, proses itu paling cepat akan selesai dalam delapan hari.

    “Pokoknya sampai selesai, atau sampai pemerintah menyatakan pencarian berakhir. Maka kami akan dampingi sampai selesai,” tambah Lia.

  6. Presiden Jokowi kunjungi Posko Tanjung Priok

    Presiden Joko Widodo mengunjungi posko penanganan Lion Air di Tanjung Priok.

    Ia meninjau langsung proses pencarian dan evakuasi jenazah yang dilangsungkan dengan 15 kapal dan ratusan petugas.

    Jokowi di Posko Lion Air

    Didampingi Menteri Perhubungan Basuki Hadimuljo dan Kepala Basarnas Muhammad Syaugi, Jokowi meninjau barang-barang dan serpihan benda yang sudah ditemukan tim Basarnas, khususnya dari permukaan air di sekitar perairan Teluk Karawang.

    Jokowi di Posko Lion Air Priok
  7. Seorang istri dengan rengginang untuk suami

    Selasa siang (30/10) Eni Siti Nuraeni, yang datang dari Tasikmalaya sejak semalam sebelumnya, mendatangi Posko Basarnas di Tanjung Priok.

    Suaminya, Ahmad Endang, berada dalam pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh itu. Harapannya bisa mengenali barang-barang yang ditemukan oleh tim pencari di Perairan Tanjung Karawang.

    eni
    Image caption: Eni Siti Nuraeni, mencari suaminya yang dibawakannya rengginang.

    "Waktu itu saya bawakan suami rengginang buat oleh-oleh di sana, di dalam wadah," katanya kepada SIlvano Hajid dari BBC News Indonesia.

    Eni waktu itu rengginang itu untuk dibawa suaminya sebagai oleh-oleh bagi teman-teman sang suami yang bekerja di Pangkal Pinang.

    "Jadi saya datang ke sini siapa tahu ada barang-barang yang saya kenali, (seperti kaleng rengginag itu). Namanya juga istri," kata Eni, dengan nada sedih.

    Lion AIr
    Image caption: Petugas memeriksa rincian barang-barang yang ditemukan.

    Tetapi tak ada yang dia kenali sejauh ini sebagai milik suaminya di antara yang dia lihat di Posko di tengah terik Tanjung Priok.

    Sebelumnya, Senin malam lkemarin dia sudah ke Rumah Sakit Polri, Jakarta, untuk melakukan rangkaian tes pencocokan identitas.

  8. Bhavye Suneja: Pilot 'yang bersih' dari catatan kecelakaan

    Bhavye Suneja, kapten pilot Lion Air JT610, yang jatuh di perairan sekitar Karawang, Jawa Barat, disebutkan memiliki jam terbang tinggi dan "bersih" dari catatan kecelakaan.

    Lion Air menyebutkan kapten Suneja yang berasal dari India memiliki jam terbang 6.000 jam dan Harvino, co-pilot dengan jam terbang lebih dari 5.000 jam dengan para awak lain yang juga berpengalaman.

    "Kapten pilot Bhavye Suneja memiliki lebih dari 6.000 jam terbang dan kopilot Harvino mempunyai lebih dari 5.000 jam terbang. Keduanya adalah poilot yang sangat berpengalaman, juga dalam menerbangkan pesawat ke luar negeri, seperti ke Cina dan ke Timur Tengah" kata Direktur Presiden Lion, Edward Sirait.

    BHAVYE  Suneja menjadi pesawat Lion Air pada 2011

    Suneja yang menjadi pesawat Lion Air pada 2011 berasal dari Mayur Vihar, India, menurut Times of India. Laporan media India itu menyebutkan Suneja tengah mempertimbangkan untuk kembali ke India, seperti disebutkan seorang pejabat senior penerbangan negara itu.

    "Kami berbicara pada bulan Juli... Sebagai pilot B737 yang berpengelaman tanpa catatan kecelakaan, kami ingin ia bergabung dengan kami karena prestasi bagusnya. Permintaannya adalah ia kembali ke Delhi karena ia berasal dari kota itu," kata pejabat yang tak disebutkan namanya kepada Times of India.

  9. Delapan hari untuk identifikasi jenazah

    lion air

    Identifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 akan membutuhkan waktu empat hingga delapan hari, namun mungkin ada yang tak ditemukan, sementara jenazah yang diidentifikasi sebaiknya tak dilihat karena bisa menimbulkan trauma.

    Identifikasi dengan DNA adalah opsi yang paling memungkinkan, karena proses identifikasi lain, dengan sidik jari dan foto gigi, tidak bisa dilakukan, kata Brigjen Arthur Tampi Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri.

    Dengan identifikasi DNA, diperlukan waktu 4x24 jam untuk memeriksa DNA korban, lalu proses lain dibandingkan dengan keluarga, sekitar empat hari lagi.

    "Jadi kami perlu waktu paling cepat delapan hari, ini penting untuk keluarga yang menunggu-nunggu hasilnya, bahwa kami perlu waktu," katanya.

  10. Post update

    Quote Message: Sejauh ini kami sudah menerima 24 kantong jenazah. Namun yang harus ditekankan, semuanya adalah potongan tubuh. Tak ada satupun dari yang kita terima ini yang berupa jenazah utuh from Brigjen Arthur Tampi Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri
    Brigjen Arthur Tampi Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri
  11. Pengguna media sosial berspekulasi soal foto sampul ponsel

    Sejumlah pengguna media sosial berspekulasi terkait foto yang beredar di media sosial terkait barang-barang pribadi yang ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air.

    Mereka mengaitkan sampul ponsel dengan foto dua orang bergandengan tangan di atas dengan akun Instagram @ineyunitasi yang mengunggah foto serupa. Ungkapan duka pun mengalir di akun tersebut selagi pengguna berspekulasi bahwa pemilik akun turut menjadi korban.

    View more on instagram
  12. Serpihan-serpihan mengapung Lion Air sudah diangkat

    Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan "serpihan-serpihan" Lion Air yang mengapung telah diangkat semua dan pencarian dipusatkan untuk mencari badan pesawat dan kotak hitam.

    Soerjanto mengatakan pencarian tetap dilakukan selama 24 jam dengan melibatkan semua tim dan alat sonar.

    barang-brang penumpang Lion Air
    Image caption: Barang-barang yang dikumpulkan dari permukaan laut di perairan Teluk Karawang.

    Ia juga mengatakan kecelakaan Lion Air JT610 ini merupakan yang terburuk kedua di Indonesia setelah Garuda Indonesia Airbus A300 yang jatuh di Medan.

    Sebelumnya, Greg Waldron dari Flightglobal juga menyatakan Garuda Indonesia yang jatuh di Medan sebelum mendarat pada September 1997 merupakan kecelakaan terparah dalam sejarah penerbangan Indonesia. Seluruh 234 penumpang dan awak meninggal. Flightglobal adalah perusahaan yang mendata insiden dalam penerbangan-penerbangan dunia.

  13. Post update

  14. Basarnas: 'Diperkirakan tak ada yang selamat'

    Basarnas akan terus melakukan pencarian, kendati nyaris tak ada harapan untuk menemukan penumpang dan awak yang selamat, kata Direktur Operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bambang Suryo Aji.

    “Prediksi saya tidak ada yang selamat karena melihat potongan tubuh itu. Selain itu, kejadiannya sudah beberapa jam lalu, jadi sudah pasti meninggal semua,” tegasnya, dalam jumpa pers Senin sore, seperti dilaporkan Quinawati Pasaribu.

    Sejauh ini sudah tujuh kantong jenazah berisi bagian-bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang dibawa ke RS Bhayangkara Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

    "Besok akan dilakukan upaya identifikasi," kata Selain itu, kata Direktur Operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Bambang Suryo Aji,

    Jenazah
    Image caption: Kantung-kantung jenazah dikirim ke RS Polri.

    Selain itu, kata Bambang Suryo Aji, hasil pencarian sejauh ini sudah mendapatkan patahan ekor pesawat.

    “Bagian ekor serpihan pesawat yang ada logo singa. Tapi patahan itu tak ada bekas terbakar, hanya patah saja,” ujar Bambang Suryo Aji saat jumpa pers di kantor Basarnas, Jakarta.

    Sayangnya, menurut Bambang, tim penyelam yang berjumlah 40 orang belum bisa bergerak karena belum diketahui lokasi pasti bangkai pesawat. Untuk itu, Basarnas masih menunggu laporan dari KRI Rigel untuk memastikan dimana titik pastinya.

    “Saat ini Tim SAR masih berupaya mencari. Pukul 15.00 WIB tadi kita dibantu kapal KRI Rigel namun belum ada laporan hasil survey mencari bangkai pesawat.”

    Namun ia memastikan, pencarian akan dilakukan nonstop.

    Menurut Basarnas, saat pesawat mengalami distress atau darurat SOS, alat penangkap sinyal Meolut tak menangkapnya. Basarnas lantas mengecek ke Australia dan ternyata tak menerima sinyal darurat dari Lion Air. Saat hilang kontak pesawat ini berada di ketinggian 2.500-3.000 kaki.

  15. Duka atas meninggalnya pilot asal India Bhavye Suneja

  16. Sanak keluarga: 'Ketika saya lihat TV pesawat jatuh, seluruh tubuh saya gemetar'

    Rebecca Henschke, BBC News Indonesia

    Para sanak keluarga dengan cemas menunggu berita apa pun di Pusat Penanganan Krisis yang dibuat di bandara Halim Jakarta. Wajah mereka berlinang air mata.

    Di sebuah meja di bawah tenda putih, staf Lion Air mencatat data-data mereka. Di bagian atas formulir, mereka harus menulis hubungan kekerabatan mereka dengan penumpang yang hilang.

    Salah satunya adalah Murtado Kurniawan, pengantin baru yang istrinya adalah salah satu penumpang pesawat nahas itu. Mereka baru saja menikah dan sang istri terbang untuk perjalanan dinas.

    "Dia adalah sahabat terbaik saya di dunia ini, saya tidak bisa hidup tanpanya. Saya mencintainya," katanya sambil menangis.

    "Yang terakhir yang saya katakan kepadanya waktu dia mau pergi, saya bilang 'hati-hati'. Saya selalu khawatir tentang dia ketika dia pergi. Ketika saya melihat di TV bahwa pesawat itu jatuh, seluruh tubuh saya gemetar."

    Murtado
    Image caption: Murtado Kurniawan, belum lama menikah, dan istrinya melakukan perjalanan dinas dengan pesawat itu..

    Lain lagi cerita Dede.

    Pagi tadi ia mengantarkan keponakannya Fiona Ayu dan keluarganya ke bandara, agar perjalanan ke bandara lebih cepat dan nyaman.

    Dia berusaha untuk hamil, katanya, jadi (Fiona mau pulang secepatnya ke Pangkal Pinang) agar bisa beristirahat, kata Dede mengenang.

    Dan sekarang dia cuma bisa menunggu.

    “Maskapai terus mengatakan agar kami menunggu dan menunggu kabar. Tetapi melihat gambar-gambar di media sosial dan televisi, sangatlah buruk,"katanya.

    Betapa pun, katanya, "saya masih tetap ada harapan bahwa dia akan kembali. Saya berdoa dan berdoa untuk itu,” katanya.

    Dede
    Image caption: Dede masih tetap berharap.

    Sementara di Tanjung Piok, Jakarta, tim SAR pergi ke laur dan kembali ke pelabuhan dengan puing-puing pesawat, serta serpihan tubuh atau bagian dari jenazah.

    Di atas lantai, dihamparkan dengan hati-hati, serpihan dan bagian dari barang-barang milik penumpang, yang berisi kisah-kisah mereka yang hilang.

    Sementara keluarga-keluarga diminta untuk pergi ke rumah sakit Kramat Jati untuk nanti mengidentifikasi korban yang tewas.

  17. Keluarga pasrah dan cemas

    Para sanak saudara penumpang pesawat Lion Air JT610 yang jatuh, diliputi kesedihan mendalam, namun pada umumnya pasrah.

    Vina, salah satunya, mengatakan bahwa yang dia harapkan hanyalah tiga keluarganya yang menumpang pesawat itu, bisa ditemukan, dalam kondisi apa pun.

    Tiga penumpang itu adalah Adonia Magdiel Bongkal (52), Michelle Vergina Bongkal (21), dan Mathew Darryl Bongkal (13).

    Ketiga kerabatnya itu berangkat ke Bangka untuk menghadiri pemakaman sang nenek yang meninggal kemarin.

    “Jadi kita di sini sedang berduka juga karena nenek baru meninggal kemarin. Hari ini pemakamannya. Jadi Michelle sekeluarga pulang ke Bangka untuk acara pemakaman,” kata Vina saat dihubungi BBC News Indonesia lewat sambungan telepon, Senin (29/10).

    Michelle sempat mengontak ibunya sebelum terbang, sekitar pukul 06.00 WIB.

    Namun beberapa puluh menit kemudian, teman dan keluarga di Jakarta mengabari jatuhnya pesawat .

    "Sampai kira-kira pukul 07.30 WIB, kita masih terus mencoba menelpon Michelle, berharap dijawab, tapi tak ada nada sambung," kata Vina.

    Baru pagi tadi, ia mendatangi kantor Lion di Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang.

    "Kita juga serahkan data seperti foto, KTP, dan juga nomor telepon. Saya juga lagi tunggu telepon dari pihak Lion tapi belum ada. Katanya keluarga akan diterbangkan ke Jakarta tapi belum tahu kapan. Disuruh tunggu aja,” kata Vina.

  18. Pejabat Australia dilarang terbang dengan Lion Air

    Menyusul kecelakaan yang menimpa Lion JT-601 di perairan Karawang, pemerintah Australia memerintahkan para pejabat dan kontraktor pemerintah untuk tidak terbang dengan Lion Air.

    "Keputusan ini akan dikaji ulang jika sudah ada kesimpulan atas penyebab kecelakaan," demikian ditulis di situs kementrian luar negeri dan perdagangan Australia.

  19. Dua bayi di pesawat

    Wartawan BBC News Indonesia, dari lokasi pencarian di tengah laut Teluk Karawang mengungkap, di antara yang ditemukan Tim SAR dalam operasi pencarian di permukaan laut, adalah sepatu bayi.

    Di dalam poesawat itu memang ada dua penumpang bayi, selain seorang anak, 178 penumpang dewasa, dua pilot dan delapan awak kabin.

    Peta pesawat