Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Rangkuman

  1. Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk sementara unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan quick count sejumlah lembaga survei
  2. Joko Widodo meminta masyarakat untuk menunggu "penghitungan KPU" walaupun quick count menunjukkan kubunya unggul sementara
  3. Sementara Prabowo Subianto mengatakan, "Saya akan dan sudah menjadi presidennya seluruh rakyat Indonesia," dan kembali mengklaim kemenangan Kamis (18/04)
  4. Joko Widodo menyatakan mendapat telepon dari Perdana Menteri Malaysia, DR Tun Mahathir Mohamad, PM Singapura, Lee Hsien Loong, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
  5. Menurut lembaga survei Charta Politica, Jokowi unggul di 16 wilayah dan Prabowo di 18 wilayah
  6. Jumlah partisipasi pemilih dilaporkan lebih dari 80% meningkat dari pemilu 2014 sebesar 70%
  7. Perolehan suara partai berdasarkan quick count sejauh ini adalah PDI-P, Golkar, Gerindra, PKB dan Partai Demokrat
  8. Laporan langsung oleh tim BBC News Indonesia: Heyder Affan, Jerome Wirawan, Callistasia Wijaya, Mehulika Sitepu, Isyana Artharini, Famega Syavira, Lesthia Kertopati di Jakarta
  9. Abraham Utama dan Anindita Perdana di Papua, Pijar Anugerah dan Dwiki Marta di Sumatera Barat, Ayomi Amindoni dan Oki Budhi di Larantuka, serta Endang Nurdin dan Mohamad Susilo di London

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

  1. Capres Joko Widodo berbincang dengan koalisi partai, capres Prabowo Subianto kembali deklarasikan kemenangan

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin
    Image caption: Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin berbincang usai pertemuan koalisi dengan pimpinan partai yang tergabung Koalisi Indonesia Kerja di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). Pertemuan tersebut untuk memonitor sekaligus mengamankan proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh KPU.
    Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
    Image caption: Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62%.

    Laporan langsung terkait Pemilu 2019 tidak lagi kami perbarui pada Kamis (18/04) 22:30 WIB.

    Terima kasih banyak telah menyimak laporan BBC News Indonesia.

  2. Prabowo deklarasikan sebagai presiden terpilih, Jokowi kirim utusan ke Prabowo

    Prabowo Subianto
    Image caption: Prabowo Subianto, didampingi Sandiaga Uno dan Amien Aris mendeklarasikan lagi kemenangan dalam Pilpres 2019

    Prabowo Subianto, yang didampingi Sandiaga Uno, kembali mendeklarasikan dirinya sebagai presiden terpilih berdasarkan perhitungan internal kubunya.

    "Saya ulangi pada hari ini, menyatakan bahwa saya dan Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden 2019-2024, berdasarkan kemenangan 62% dari perhitungan kami," kata Prabowo Subianto, Kamis (18/04) sore.

    "Kemenangan ini kami deklarasikan lebih cepat, karena kami punya bukti usaha-usaha berbagai ragam kecurangan (dalam pemilu 2019)," katanya.

    Sebelumnya, dalam jumpa pers terpisah, Kamis (18/04), Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya sudah mengirim utusan ke Prabowo agar digelar pertemuan.

    "Tadi siang saya sudah utus seseorang untuk bertemu beliau (Prabowo Subianto) agar kita bisa berkomunikasi dan kalau bisa bertemu," ungkap Joko Widodo.

    Menurutnya, persahabatan dan tali silaturrahmi antara dirinya dengan Prabowo dan Sandiaga Uno tidak akan putus. "Itu sudah saya sering sampaikan," katanya.

    "Sehingga rakyat melihat pemilu itu lancar, aman, damai dan tidak ada sesuatu apapun," tambah Jokowi.

  3. Jokowi sebut dapat ucapan selamat dari PM Mahathir Mohamad dan Presiden Erdogan

    pemilu
    Image caption: Pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bertemu dengan para pemimpin partai-partai koalisi.

    Pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, baru saja bertemu dengan para pemimpin partai-partai koalisi di Jakarta.

    Kepada para wartawan, dia mengaku telah menerima telepon dari Perdana Menteri Malaysia, DR Tun Mahathir Mohamad, PM Singapura, Lee Hsien Loong, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

    Mereka, menurut Jokowi, telah memberi ucapan selamat atas pesta demokrasi Indonesia yang berjalan lancar.

    Jokowi juga menyebut soal hasil hitung cepat.

    Menurutnya, penghitungan resmi dari KPU masih ditunggu. "Tetapi quick count telah memberi angka yang jelas."

    "Hari ini karena sudah mencapai hampir 100%, kami menyampaikan bahwa hasil quick count dari 12 lembaga survei menyatakan Jokowi-Maruf Amin mendapatkan persentase 54,5% dan Prabowo-Sandi mendapatkan persentase 45,5%."

    "Kita tahu semuanya bahwa yang namanya penghitungan quick count adalah cara penghitungan ilmiah, yang dari pemilu lalu akurasinya 99%, hampir sama dengan perhitungan real count."

    "Tapi kita tetap harus sabar, sabar menunggu penghitungan resmi dari KPU."

  4. Warga Jayapura ikuti pemilu susulan Kamis 18 April 2019

    pemilu
    Image caption: Petugas membantu penyandang disabilitas memasukkan surat suara ketika mengikuti pemilu susulan di TPS 31 Jayapura Selatan, Jayapura, Papua, Kamis (18/4).

    Sejumlah warga Jayapura dan sekitarnya mengikuti pemungutan suara susulan, Kamis (18/04).

    Mereka tidak bisa mengikuti pemilu serentak pada 17 April lantaran lebih dari 300 TPS tidak mendapat pasokan logistik dari KPU setempat

    pemilu
    Image caption: Warga binaan Lapas Abepura mengikuti pencoblosan Pemilu 2019 susulan di TPS 66 dan 65, Lapas Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (18/4).
  5. Mengapa dukungan untuk Prabowo begitu kuat di Sumatera Barat?

    pemilu
    Image caption: Petugas KPPS mengenakan pakaian pengantin Minang, membagikan surat suara kepada warga saat pemungutan suara Pemilu 2019, di TPS Desa Punggung Ladiang, Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (17/4).

    Hasil hitung cepat dari berbagai lembaga mengindikasikan bahwa Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di Sumatera Barat (Sumbar).

    Sigi dari tiga lembaga survei SMRC, Indikator, dan Charta Politika menunjukkan kandidat nomor urut 2 itu menang telak di Sumbar dengan perolehan suara antara 83%-87%.

    Hasil ini mirip dengan pemilihan presiden 2014 ketika Prabowo, yang saat itu berpasangan dengan Hatta Radjasa, juga menang telak di Sumbar dengan perolehan suara 76,9%.

    Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi, berpendapat bahwa budaya menjadi faktor yang dominan dalam memengaruhi pilihan masyarakat Sumbar.

    Ia menjelaskan bahwa warga Minang, etnis mayoritas di Sumatera Barat, punya jargon yang disebut 3T - tokoh, takah, dan tageh. Artinya, pemimpin bukanlah sekadar tokoh yang elit dan memiliki kemampuan lebih dari masyarakat kebanyakan, tapi juga memiliki karisma (takah) dan gairah atau semangat (tageh).

    "Kalau Prabowo kita gambarkan lebih berapi-api ya. Dia mau bekerja untuk kepentingan masyarakat, nasionalisme, dan seterusnya. Gambaran seperti yang disebut tageh," tuturnya sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Pijar Anugerah dan Dwiki Martha, dari Padang.

    Selain faktor budaya, Asrinaldi menilai bahwa faktor agama juga menjadi pertimbangan bagi warga Sumbar yang mayoritas Muslim.

    Meski dalam kedua pemilu kali ini, kedua kandidat sama-sama mengusung identitas keislaman namun rasa keislaman yang dibawa Jokowi antara lain melalui calon wakilnya, Kyai Haji Ma'ruf Amin, berbeda dari selera masyarakat Sumbar, kata Asrinaldi.

    Ma'ruf Amin berasal dari organisasi Nahdatul Ulama (NU), sementara di Sumatera Barat pengaruh Muhammadiyah lebih dominan.

  6. 'Ke mana Sandiaga Uno': Pertanyaan yang populer dari warganet

    Setelah beberapa kali kubu Prabowo-Sandiaga mengumumkan klaim keunggulan mereka atas kandidat capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin—meski angka hitung cepat menunjukkan keunggulan pasangan petahana—warganet ramai mempertanyakan keberadaan kandidat cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, yang tak tampak dalam konferensi pers kubunya tersebut. Warganet menggunakan tagar #MisteriHilangnyaSandiagaUno untuk menyoroti pertanyaan mereka itu.

    Sampai berita ini ditulis, tagar tersebut, menurut Spredfast, baru digunakan dalam hampir 6.000 cuitan sejak Kamis (18/4) tengah malam WIB.

    Penggunaan tagar #MisteriHilangnyaSandiagaUno menurut Spredfast.
    Image caption: Penggunaan tagar #MisteriHilangnyaSandiagaUno menurut Spredfast.

    Di media sosial, warganet membahas berbagai kemungkinan yang terjadi pada Sandiaga Uno, dari mulai dia "belajar dari Hatta Rajasa" yang "tetap diam dan kemudian memudar" atau kemungkinan Sandiaga kembali menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta.

    View more on twitter
    View more on twitter
    View more on twitter
    View more on twitter

    Menurut tim Sandiaga, Yuga Aden, seperti dikutip Detik.com, Sandiaga tidak enak badan, dan "cegukan tidak putus-putus" dan "istirahat di dalam (kediaman Prabowo)". Lewat akun media sosial resminya, Sandi mengucapkan terima kasih kepada Prabowo yang datang menjenguknya. "Mohon maaf belum bisa mendampingi Bapak. Mohon doa dari semuanya untuk kesembuhan saya," tulis Sandiaga.

    View more on twitter
  7. Kapolri Tito Karnavian peringatkan pihak manapun 'tidak mobilisasi' massa

    pemilu
    Image caption: Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menginspeksi kesiapan aparat TNI/Polri dalam menjaga keamanan selama pemilu 2019.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian memperingatkan semua pihak untuk tidak mengerahkan massa setelah pemilihan umum pada 17 April berakhir.

    "Saya mengimbau kpada pihak manapun untuk tidak melakukan mobilisasi, merayakan kemenangan, misalnya. Atau mobilisasi ketidakpuasan.

    "Di (Bundaran) HI kita bubarkan. Dari dua pasangan melakukan mobilisasi, dua-duanya kita bubarkan," tegasnya.

    Dia mewanti-wanti bahwa Polri dan TNI "punya kemampuan mendeteksi".

    "Kita bisa memahami kalau ada gerakan-gerakan. Kita pasti akan melakukan langkah-langkah sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

    Bagi TNI dan Polri, perhitungan yang utama adalah perhitungan Komisi Pemilihan Umum.

    "Di tengah itu tidak ada yang melakukan upaya-upaya inkontitusional, apalagi yang bertujuan menganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

    "Kalau ada langkah-langkah di luar hukum...Polri sepakat dengan TNI, untuk menindak tegas dan tidak mentolerir."

  8. Di mana saja digelar pemungutan suara susulan, Kamis 18 April 2019?

    papua
    Image caption: Warga Papua menggunakan hak suaranya di Wamena, Rabu (17/04)

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan sedang melakukan pemungutan suara susulan di empat kabupaten/kota di Papua, Kamis (18/04).

    "Yang pasti sedang dilakukan pemungutan suara susulan, hari ini, di (kabupaten) Intan Jaya, Waropen, Yahukimo, dan kota Jayapura," kata Ketua KPUD Papua, Theodorus Kossay, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (18/04).

    Adapun rencana pemungutan suara susulan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Tolikara, Keerom, serta Jayawijaya, "belum bisa dipastikan digelar hari ini (Kamis)," kata Theodorus.

    Ditanya mengapa belum bisa digelar pemilu susulan di wilayah itu, Theodorus mengatakan:

    "Kami belum menerima rekomendasi Bawaslu, sedang diurus, masih menunggu," katanya saat dihubungi sekitar pukul 09.45 WIB.

    Menurutnya, TPS-TPS yang tengah menggelar pemilu susulan adalah:

    • Kota Jayapura: 702 TPS
    • Kabupaten Jayapura: 1 TPS
    • Kabupaten Keerom: 5 TPS
    • Kabupaten Waropen: 9 TPS
    • Kabupaten Intan Jaya: 288 TPS
    • Kabupaten Tolikara 24: TPS
    • Kabupaten Pegunungan Bintang: 1 TPS
    • Kabupaten Yahukimo: 155 TPS
    • Jayawijaya: 3 TPS

    Sebelumnya, KPU mengatakan pemungutan suara ulang itu sedang dan akan dilakukan di 2.249 tempat pemungutan suara (TPS) di 18 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

    Pemungutan suara susulan ini digelar karena kemarin (Rabu, 17/04) terkendala masalah logistik, kata Ketua KPU Arief Budiman. Penyebab lainnya karena bencana alam, misalnya banjir di Kota Jambi.

    Dalam Pemilu 2019, ada 810.193 TPS di seluruh Indonesia, sehingga yang belum bisa menggelar pemungutan suara pada Rabu kemarin sekitar 0,28%, sebut KPU.

    Selain di Papua, TPS-TPS lain yang Rabu kemarin belum bisa melaksanakan pemungutan suara, sebagaimana dipaparkan Ketua KPU, Arief Budiman:

    • Nias Selatan: 113 TPS
    • Kutai Barat: 20 TPS
    • Banggai: 391 TPS
    • Jambi: 24 TPS
    • Kabupaten Bintan: 2 TPS
    • Kabupaten Banyuasin: 445 TPS
    • Kabupaten Mahakam Ulu: 4 TPS
    • Kutai Kartanegara: 8 TPS
    • Berau: 11 TPS
    papua
    Image caption: Warga Papua memberikan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di Kampung Kimima Distrik Kurulu, Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (17/4).
  9. Quick count mendekati 100%

    quick count
  10. Komentar pengamat: 'Mestinya tidak langsung mengklaim menang'

    Quote Message: Kedua capres seharusnya mengajak seluruh pendukung untuk mengawasi proses yang sedang berlangsung, hingga pada saatnya nanti (yaitu) rekapitulasi dan penetapan hasil di tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum. Pernyataan bahwa 'saya sudah menang' atau 'saya sudah menjadi presiden' itu harus dihindari. from Titi Anggraini Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
    Titi AnggrainiDirektur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
    Quote Message: Klaim menang (dari kubu Prabowo) bisa punya dampak ke bawah, para pengikutnya percaya bahwa mereka menang. Nanti, kalau misalnya KPU mengatakan bahwa Prabowo kalah, nanti berkembang narasi KPU curang. Ini berbahaya. Lebih baik serukan untuk menunggu hasil resmi dari KPU. from Hamdi Muluk Pengamat psikologi politik Universitas Indonesia
    Hamdi MulukPengamat psikologi politik Universitas Indonesia
    Quote Message: Mungkin ada situasi yang membuat Prabowo berbicara seperti itu. Harus dicermati pula, mungkin ini adalah keberlanjutan dari pernyataan yang disampaikan saat kampanye, misalnya tentang potensi kecurangan, tentang mereka yang tidak diuntungkan. Itu jargon yang disampaikan ... kita berharap pernyataan sudah menang tidak akan memicu gesekan baru di tingkat bawah. from Sri Budi Eko Wardani Pengamat politik Universitas Indonesia
    Sri Budi Eko WardaniPengamat politik Universitas Indonesia
  11. Perolehan suara melalui quick count untuk pemilu legislatif

    quick count pileg
  12. Hasil perolehan per provinsi: Joko Widodo unggul di 16 wilayah dan Prabowo di 18 wilayah

    hasil pilpres per provinsi
  13. Prabowo: 'Saya presidennya seluruh rakyat Indonesia'

    Prabowo Subianto
  14. Pemilih lintas iman di Yogyakarta

    pemilu di Panti Rapih, Yogyakarta

    Warga memasukkan surat suara kedalam surat suara saat Pemilu 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 Panti Rapih, Yogyakarta, Rabu (17/4/19).

    TPS dengan panitia serta dihadiri pemilih berlatar belakang lintas iman dan profesi itu merupakan wujud nyata toleransi masyarakat dalam pesta demokrasi Indonesia 2019.

    pemilu toleransi di Yogyakarta
  15. Prabowo klaim ungguli Jokowi 62%

    pemilu
    Image caption: Prabowo Subianto menyampaikan klaim bahwa dirinya telah mengungguli pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    Untuk kedua kalinya dalam jarak beberapa jam, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan klaim di hadapan pendukungnya bahwa dirinya telah mengungguli perolehan suara capres nomor urut 01, Joko Widodo.

    “Detik ini, hari ini kita berada 62%,” pekik Prabowo yang diikuti gegap gempita pendukungnya, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Callistasia Wijaya.

    Prabowo mengaku "sudah diyakinkan oleh ahli-ahli statistik bahwa ini tidak berubah banyak. Bisa naik 1%, bisa turun 1%."

    Belakangan dia berseru, “Saya akan dan sudah menjadi presidennya seluruh rakyat Indonesia”.

    Pada akhir pidatonya, Prabowo berseru "Allahu Akbar" sebanyak tiga kali diikuti oleh sujud syukur menghadap kiblat.

  16. Google Doodle mengangkat pemilu Indonesia

    Indonesian Elections 2019: Google Doodle

    Google Doogle mengangkat pemilihan umum Indonesia melalui Indonesia Elections 2019.

    Indonesia Elections 2019
  17. Unggul di perhitungan cepat, Jokowi tunggu pengumuman resmi KPU

    Video content

    Video caption: Unggul di perhitungan cepat, Jokowi tunggu pengumuman resmi KPU

    Mayoritas lembaga survei mengunggulkan pasangan Joko Widodo - Maruf Amin di quick count, namun Jokowi mengimbau pendukungnya untuk menunggu pengumuman resmi KPU.

    "Kita harus bersabar menunggu penghitungan KPU secara resmi," kata Jokowi dalam konferensi pers di Djakarta Theater, Rabu (17/04).

    Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan penghitungan resmi atau real count diumumkan KPU pada tanggal 22 Mei mendatang.

    Sementara proses penetapan capres dan cawapres terpilih dalam Pemilu 2019 akan dilakukan setelah KPU menghitung suara secara berjenjang.

  18. Aksi 'gundul' di Solo untuk Joko Widodo

    aksi gundul di Solo

    Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menggelar aksi cukur gundul rambutnya setelah pasangan calon presiden nomor urut 01 menang dalam quick count sementara.

    FX Hadi Rudyatmo yang juga Wali Kota Solo itu melakukan aksi potong gundul itu di kantor DPC PDIP Solo di Brengosan, Solo, Rabu malam (17/04)/

    Selain wali kota, aksi gundul itu juga diikuti oleh Ketua Tim Kemenangan Daerah, Jokowi-Amin Solo, Her Suprabu dan para kader PDIP.

    Ketua DPC PDIP Solo yang akrab disapa Rudy itu mengungkapkan hasil perhitungan sementara yang mengunggulkan pasangan Jokowi-Amin patut disyukuri.

    Rasa syukur ditu diwujudkan dengan aksi cukur gundul. "Kita syukuri dengan gundul untuk buang sial.

    "Jadi kita itu syukuran," kata Rudy kepada wartawan di Solo Fajar Sidiq yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

    Jumlah peserta aksi cukur gundul itu, disebutkan Rudy, tidak dibatasi. Para kader maupun simpatisan yang ingin mengikuti aksi gundul untuk diperisilahkan.

    "Berapa orang kami persilahkan dan semampunya tukang cukur," ungkapnya.

    Ia juga mempersilakan aksi gundul dilanjutkan Kamis (18/04).

    Aksi itu juga sebagai bentuk syukur karena PDIP meraih suara sekitar 23% berdasarkan hitung cepat.

    "Kita sebetulnya sudah dari awal mau aksi gundul, tapi kita harus nunggu perhitungan partai. Namun kalau secara nasional, tentunya PDIP dengan perolehan itu memenangkan pemilu," katanya.

    aksi gundul di Solo
  19. Quick Count: 'Jokowi hanya menang di 16 provinsi, tapi jumlah pemilih banyak'

    Jokowi

    Hasil quick count yang dilakukan oleh Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menunjukkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin hanya menang di 16 Provinsi.

    Adapun pasangan Capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menguasai lebih banyak yaitu 18 provinsi.

    Meski demikian, menurut Manajer Riset Charta Politika Ahmad Baihaqi, Jokowi unggul di provinsi dengan jumlah pemilih yang lebih banyak.

    Ahmad Baihaqi menjelaskan wilayah kemenangan Jokowi-Ma'ruf hasil quick count Charta Politika ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung.

    Mereka juga unggul di beberapa provinsi, seperti Papua, NTT, Bali, Kaltim, Sulut, Bengkulu.

    Kubu Jokowi, menurutnya, juga menguasai suara di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.

    Sementara Pasangan Prabowo Sandi masih menguasai antara lain Jawa Barat, Sumatera Utara, Banten, DKI, Riau, Kalimantan Barat, serta Sumatera Barat.

    Kubu 02 juga menguasai Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam, Kalimantan Selatan, Jambi, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan dan Sulawesi Tengah.

    Tentang keunggulan Prabowo di Sulawesi Selatan, Ahmad Baihaqi berargumen: "Figur yang dilakukan oleh pasangan 01 ini, terkait wakil sudah tidak terlalu berpengaruh, Pak JK, kemudian masyarakat di sana cenderung beralih ke 02".

    Untuk Banten, menurut Charta Politika, upaya yang dilakukan Jokowi Ma'ruf berulang kali tidak berpengaruh.

    Di DKI selisih 01 dan 02 hanya tipis. Prabowo, kata Ahmad, tidak bisa menyerang basis lawan seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara Jokowi, mampu mencuri suara di basis Prabowo termasuk di Jawa Barat.

    Charta Politika juga mencatat hasil pilpres versi Quick count 2019 tidak jauh berbeda dengan hasil resmi hitung suara Komisi Pemilihan Umum KPU lima tahun silam.

    "Pemilih masing-masing calon sudah betul-betuk militansi, untuk 01 sekian dan 02 sekian, yang bisa diolah hanya menyerang basis lawan," tambah Ahmad, seperti dilaporkan wartawan Arin Swandari untuk BBC News Indonesia.

  20. Quickcount pileg DPR RI: PSI tidak lolos ambang batas parlemen

    pileg

    Hasil quickcount pemilihan legislatif DPR RI menunjukkan Partai Solidaritas Indonesia tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4% suara.

    Andy Budiman selaku caleg PSI sekaligus ketua tim kampanye PSI mengakui kekalahan partainya melalui sebuah cuitan.

    View more on twitter