Pimpinan Xiaomi klaim perusahaannya berkembang terlalu pesat

Xiaomi Lei Jun Hak atas foto WANG ZHAO
Image caption Dalam sebuah surat terbuka kepada stafnya, kepala eksekutif Xiaomi Lei Jun mengatakan: "Dalam beberapa tahun pertama, kita berkembang terlalu pesat."

Raksasa ponsel Cina, Xiaomi, mengatakan mereka tidak akan mengungkapkan berapa banyak ponsel yang sudah terjual pada tahun 2016 setelah mengklaim bahwa perusahaan itu berkembang "terlalu pesat".

Produsen ponsel terbesar keempat di dunia ini berhasil menjual 71 juta perangkatnya pada 2015 - meningkat dari 6,6 juta unit pada tahun 2012.

Namun, menurut sejumlah analis, perusahaan itu sempat mengalami penurunan permintaan dalam 12 bulan terakhir, bahkan jumlah penjualan turun sebesar 27% pada kuartal ketiga.

Para ahli mengatakan produsen-produsen ponsel Cina berjuang keras di pasar global yang semakin kompetitif.

Dalam surat terbuka kepada stafnya, kepala eksekutif Xiaomi Lei Jun mengatakan: "Dalam beberapa tahun pertama, kita berkembang terlalu pesat. Kita bukan hanya menciptakan sebuah keajaiban, tapi juga mengalami pertumbuhan jangka panjang. Jadi kita harus sedikit mengurangi kegiatan, namun lebih meningkatkan kualitas di beberapa bagian dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk jangka panjang di masa depan."

'Tidak ada keuntungan'

Sejak meluncurkan ponsel pertamanya pada 2011, Xiaomi telah berkembang pesat. Penjualan melonjak sebanyak 57,6 juta unit pada tahun 2014, menurut para pelacak pasar IDC.

Namun, perusahaan swasta ini hanya menjual 39 juta ponsel dalam sembilan bulan pertama pada tahun 2016, saat pangsa pasar global terjatuh.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Xiaomi juga memiliki toko-toko ritel sendiri.

Perusahaan, yang juga menjual berbagai perangkat dan menjalankan berbagai toko ritel, mengaku bahwa dalam mereka masih belum meraih keuntungan dari penjualan ponsel-ponselnya pada bulan November.

Francisco Jeronimo, seorang direktur riset di IDC, mengatakan kepada BBC: "semua produsen ponsel Cina menghadapi masalah yang sama.

"Pasar telepon pintar secara keseluruhan dan secara global sangat sulit serta tidak berkembang, jadi apa yang harus mereka lakukan adalah menarik klien dari merek lain. Tapi mereka bukan merek terkenal, terutama di luar China, yang membuatnya sulit untuk bersaing dengan merek-merek seperti Apple dan Samsung."

Pernyataan Xiaomi ini muncul setelah pesaing bisnis ponsel Cina lainnya, Leeco, juga mengklaim telah berkembang terlalu cepat pada bulan November.

Dalam surat kepada stafnya, pendiri perusahaan Leeco, Jia Yueting, mengatakan perusahaan menghadapi masalah cash-flow dan kesulitan mengumpulkan dana sebagai akibat dari perkembangan perusahaan yang terlalu cepat.

Hak paten

Meski berbagai tantangan dihadapi Xiaomi, Jun mengatakan ia optimis tentang masa depan perusahaan itu.

Dalam suratnya ia mengklaim bahwa penjualan produknya di India mencapai US$1miliar (atau sekitar 13 triliun) untuk pertama kalinya pada tahun 2016, sedangkan penjualan piranti pintar meraih keuntungan US$2,2 miliar (atau sekitar Rp26 triliun).

Ia pun mengatakan Xiaomi telah mendaftarkan lebih dari 16.000 hak paten di seluruh dunia, yang mana sebanyak 3.612 telah disetujui.

"Hanya dengan inovasi berkesinambungan kita mampu memperkenalkan produk-produk terobosan di pasar ponsel mutakhir yang sangat kompetitif," katanya.

Topik terkait