Serak Gulo, tradisi masyarakat keturunan India di Padang

Warga Muslim keturunan India di Kota Padang, Sumatera Barat, menggelar tradisi khusus tahunan sebagai perwujudan rasa syukur atas rezeki sepanjang tahun.

serak gulo, padang

Sumber gambar, Agus Embun

Keterangan gambar,

Seorang perempuan membagikan air asam kepada para pengunjung yang menyaksikan prosesi tradisi Serak Gulo di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (27/02). Tradisi Serak Gulo digelar setiap tahun oleh masyarakat keturunan India yang tinggal di Padang, terutama di kawasan Pasar Batipuh, Kecamatan Padang Selatan. Ali Khan Abu Bakar, Ketua Himpunan Keluarga India di Padang menyebut, di Kota Padang, tradisi ini digelar sejak Masjid Muhammadan mulai dibangun, sekitar 1843 lampau.

Sumber gambar, Agus Embun

Keterangan gambar,

Ali Khan Abu Bakar mengatakan, tradisi Serak Gulo ini diawali dengan pengumpulan gula hasil sumbangan masyarakat keturunan India yang tinggal di Kota Padang. Gula itu kemudian dibungkus kecil-kecil menggunakan kain warna-warni. Menurut Ali Khan, tradisi Serak Gulo merupakan perwujudan rasa syukur atas rezeki yang didapat selama setahun ini. Tradisi juga digelar untuk memperingati kelahiran ulama Islam asal India, Shahul Hamid. Dia disebut sebagai orang yang sudah berjuang untuk menegakkan Islam di India dan lahir pada tanggal 30 Jumadil Awal yang diperingati sebagai tanggal gelaran Serak Gulo ini.

Sumber gambar, Agus Embun

Keterangan gambar,

Para pemuda mengumpulkan gula-gula yang telah dibungkus kain warna-warni ke dalam karung. "Untuk tahun ini, kami mendapatkan sekitar 4 ton gula dari hasil sumbangan warga untuk disebarkan," ucap Ketua Himpunan Keluarga India di Padang, Ali Khan Abu Bakar.

Sumber gambar, Agus Embun

Keterangan gambar,

Tetua adat menyerahkan bendera hijau kepada para pemuda yang telah menunggu di atap masjid. Sebelum gula-gula dilemparkan, bendera-bendera hijau itu harus terlebih dulu dipasang.

Sumber gambar, Agus Embun

Keterangan gambar,

Gula-gula dalam bungkusan kecil itu dibawa ke atas atap masjid yang dihias bendera berbentuk segitiga berwarna hijau. Di bawah, masyarakat sudah menunggu untuk menangkap gula-gula dengan menyiapkan karung, kantong plastik, bahkan baju sendiri.

Sumber gambar, Agus Embun

Keterangan gambar,

Setelah berdoa bersama, para pemuda dan tetua yang berada di atas atap masjid melemparkan gula ke ratusan warga yang sudah menanti. "Untuk tahun ini, kami mendapatkan sekitar 4 ton gula dari hasil sumbangan warga untuk disebarkan," ucap Ketua Himpunan Keluarga India di Padang, Ali Khan Abu Bakar. Tradisi ini pun boleh diikuti siapa saja tanpa harus membedakan suku, etnis, dan agama.