Rumah susun gratis untuk wartawan Azerbaijan di Hari Pers

azerbaijan Hak atas foto President.az
Image caption Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev (kanan) mengalokasikan jutaan dollar untuk membangun rumah susun untuk wartawan.

Saat Azerbaijan merayakan Hari Pers Nasional pada 22 Juli, sebanyak 225 wartawan dihadiahi rumah susun gratis oleh pemerintah.

Hari Pers Nasional menandai terbitnya surat kabar berbahasa Azerbaijan pertama, Akinci, pada tahun 1875. Presiden Azerbaijan sebelumnya, Heydar Aliyev, memprakarsai peringatan tahunannya pada 2010.

Tahun ini, pengganti sekaligus putranya, Ilham Aliyev, memeringati perayaan tersebut dengan sejumlah inisiatif, termasuk memberi rumah susun gratis, menggelontorkan dana untuk mengembangkan media massa, dan mengucurkan lebih banyak dana untuk membangun blok rumah susun khusus wartawan.

Biaya rata-rata rumah susun dengan satu kamar di pinggiran Baku adalah 84.300 manat, atau US$50.000, sementara gaji rata-rata wartawan Azerbaijan adalah 500 manat, atau US$297 per bulan.

Ini bukan kali pertama wartawan menerima hadiah macam itu. Pemerintah sudah meresmikan blok pertama rumah susun untuk wartawan sejak 2013, seperti dilaporkan surat kabar Xalq Qazeti.

'Wartawan adalah pembantu saya'

Berbicara pada sebuah upacara di Baku untuk meresmikan rumah susun terbaru, Aliyev mengatakan, "Pejabat ... tahu bahwa kebebasan berbicara dan media tidak akan membiarkan mereka mendapatkan kekurangan dalam pekerjaan mereka, karena itulah wartawan adalah pembantu saya."

"Saya bersyukur kepada Anda untuk itu," tambahnya.

Pada kesempatan lain, awal pekan ini, tatkala Aliyey didapuk sebagai "sahabat pers", dia mengatakan bahwa kebebasan berbicara "sepenuhnya dipastikan" di Azerbaijan dan bahwa tidak ada batasan pada media.

Badan pengawas media yang berbasis di AS, Freedom House memiliki pandangan yang berbeda.

Badan ini mengelompokkan media di negara ini sebagai "tidak bebas". Azerbaijan juga menduduki peringkat 162 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia yang dikeluarkan oleh Reporter Without Borders pada 2017.

Hak atas foto President.az
Image caption Presiden Ilham Aliyev mengatakan "wartawan adalah pembantu saya",

'Sungguh bersyukur'

Bermacam reaksi terhadap berita tentang rumah susun ini bermunculan.

Pendiri salah satu surat kabar, Yeni Musavat, yang empat wartawannya dihadiahi rumah susun, menganggap hal itu sebagai "sebuah penilaian yang bagus".

Sebuah editorial di situs pro-pemerintah, Haqqin - editor, direktur jenderal dan pemiliknya juga merupakan penerima hadiah- mengatakan, "Kami dengan tulus berterima kasih kepada Presiden dan berharap rekan-rekan kami yang lain termasuk di antara mereka yang diberi rumah susun di blok baru yang akan dibangun untuk wartawan!"

Yang lainnya tidak setuju.

Wartawan investigasi terkenal, Khadija Ismayil, yang telah dilecehkan dalam penyelidikan korupsi, memuji wartawan "yang mengalahkan hasrat mereka dan tidak menerima rumah susun segara sogokan".

"Rumahmu ada di dalam hati kita," kata dia.

Beberapa justru lebih menghina. "Tidak ada yang namanya rumah susun gratis. Sudah jelas sekarang apa kewajiban moral yang menerima hadiah mewah ini," kata wartawan Kamal Ali.

Satu kartun yang beredar di media sosial bahkan lebih kasar. Kartun ini menggambarkan rumah susun sebagai sekumpulan bokong raksasa, dengan antrean pemilik baru yang bersemangat menunggu untuk masuk.

Topik terkait

Berita terkait