Lonceng Big Ben sebaiknya tidak dimatikan selama perbaikan empat tahun

London, Big Ben, Inggris Hak atas foto EPA
Image caption Upaya perbaikan Menara Elizabeth -tempat Big Ben- akan memakan waktu empat tahun.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan 'tidak bisa dibenarkan' jika lonceng Big Ben dimatikan selama masa perbaikan hingga tahun 2021 mendatang.

May juga menyarankan agar Ketua Parlemen Inggris, John Bercow, sebaiknya mengkaji ulang proposal itu secara mendesak.

Lonceng jam yang terkenal itu akan dicabut Senin (21/08) -kecuali untuk acara khusus- selama berlangsungnya perbaikan Menara Elizabeth, yang merupakan tempat jam itu, yang rencananya akan memakan waktu empat tahun.

Pihak berwenang di parlemen Inggris mengatakan langkah itu diperlukan untuk melindungi para pekerja yang melakukan perbaikan.

Ketika ditanya tentang keputusan tersebut, yang dikritik beberapa media Inggris, May mengatakan, "Tentu saja kita ingin menjamin keselamatan orang saat bekerja, namun tidak bisa dibenarkan bagi Big Ben untuk didiamkan selama empat tahun."

"Dan saya berharap Ketua, sebagai pimpinan Komisi Majelis Rendah, akan melihat masalah ini secara mendesak dan kita bisa tetap mendengarkan Big Ben sepanjang empat tahun."

Hak atas foto PA
Image caption Rencana awal adalah lonceng Big Ben akan dilepas dan hanya dibunyikan kembali untuk peristiwa khusus, antara lain Tahun Baru.

Komisi Majelis Rendah adalah badan yang bertanggung jawab untuk merawat Istana Westminster.

Tom Brake, anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat, yang juga menjabat anggota komisi, juga sudah menulis surat kepada direktur jenderal komisi agar mengkaji ulang keputusan tersebut.

"Saya sudah bertanya apakah seseorang bisa melakukan perhitungan tentang biaya dan sisi praktis dari membunyikan lonceng lebih sering," katanya.

"Tidak akan mungkin bagi mereka untuk tetap membunyikan lonceng setiap 15 menit seperti sekarang, hal itu tidak akan bisa dilakukan, namun mungkin bisa dan secara keuangan memungkinkan untuk membunyikannya lebih sering dari yang saat ini diusulkan," tambah Brake.

Hak atas foto PA
Image caption Mendengar lonceng secara berkepanjangan, kata Parlemen Inggris, membawa risiko merusak pendengaran para pekerja.

Upaya restorasi dengan biaya £29 juta atau sekitar Rp499 miliar disahkan pada tahun 2015 dan para anggota parlemen tidak menyadari skala penutupan jam ketika mereka menyetujuinya.

Tahun lalu, Majelis Rendah mengatakan lonceng Big Ben -yang sudah berdentang seama 157 tahun- akan dimatikan selama 'beberapa bulan' untuk memungkinkan pekerjaan perbaikan berlangsung.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Big Ben merupakan salah satu tujuan utama wisata warga dunia.

Namun awal pekan ini terungkap bahwa lonceng akan berhenti berdentang untuk periode yang lebih lama dan hanya akan dipasang kembali untuk peristiwa-peristiwa penting seperti Tahun Baru maupun peringatan Hari Pahlawan pada hari Minggu.

Langkah yang mendapat kritik dari berbagai media sementara Menteri Urusan Brexit, David Davis, menyebutnya sebagai 'gila'.

Parlemen membela diri dengan mengatakan bahwa 'mendengar lonceng secara berkepanjangan' akan berdampak serius atas pendengaran para pekerja.

Topik terkait

Berita terkait