Walau dihujat, penyanyi perempuan Afghanistan tetap tampil di konser kemerdekaan

ARYANA SAYEED Hak atas foto ARYANA SAYEED/FACEBOOK
Image caption Aryana Sayeed merupakan penyanyi, penggubah, dan juga bintang TV terkenal di Afghanistan namun tak sedikit pula yang mengecamnya.

Penyanyi perempuan terkenal Afghanistan, Aryana Sayeed, menegaskan akan tetap tampil dalam konser untuk merayakan Hari Kemerdekaan Afghanistan pada 19 Agustus.

Sebelumnya muncul spekulasi bahwa konser itu akan dibatalkan, namun Sayeed membantah dan lewat pesan di Facebook, dia mengungkapkan patriotisme dan semangatnya untuk persatuan Afghanistan.

Dia menambahkan keuntungan dari konser akan diberikan kepada orang-orang yang terkena dampak perang.

Aryana merupakan penyanyi, penggubah lagu, dan juga bintang TV terkenal namun dalam masyarakat konservatif seperti di Afghanistan, dia juga memicu hujatan selain mengundang pujian.

Tampil dengan pakaian gaya 'Barat' serta tidak mengenakan kerudung, membuat sekelompok orang menganggap dia melanggar norma-norma nasional.

Ditambah lagi dengan siaran langsung video-nya di Facebook selama delapan menit dengan pesan yang memperdayakan perempuan beberapa waktu lalu.

Dengan pengikut di media sosial itu yang mencapai hampir 1,9 juta, videonya disaksikan sampai 119.000 kali pada hari pertama saja.

Hak atas foto ARYANA SAYEED/FACEBOOK
Image caption Aryana menegaskan persiapan konser kemerdekaan terus berlangsung.

Beberapa penggemarnya mengungkapkan dukungan, antara lain Omid Ahmadi yang menulis, "Kami mendukung Anda. Konsermu adalah pukulan di gigi orang-orang yang berpikiran keliru."

Yang lain, seperti Sahil Seerat, menulis, "Saya berharap, dengan perkenan Allah, konser musikmu akan berjalan aman dan Allah bersamamu."

Namun beberapa orang menuduhnya 'menyesatkan ribuan orang' dan bahkan ada yang menulis kemungkinan serangan bunuh diri di konser tersebut sementara yang lainnya mengatakan dia sebenarnya 'dibenci' dan agar merayakannya di di negara lain.

Bukan pertama kali dia memicu kontroversi. Bulan Mei, Aryana membakar pakaian berwarna kulit yang digunakannya dalam sebuah konser setelah beberapa tokoh agama dan sekelompok warga mencap pakaian ketat itu menentang budaya Afghanistan dan tidak Islamis.

Hak atas foto ARYANA SAYEED/FACEBOOK
Image caption Aryana menggunakan Facebook dan Instagram untuk menampilkan foto tentang pakaian dan juga rias wajahnya.

Aryana -yang pernah tinggal di Pakistan, Swiss, dan kini menetap di Inggris- dikenal dengan pandangannya yang liberal dan pakaian ala Barat.

Selain memiliki hampir 1,9 juta pengikut di Facebook, dia juga diikuti sekitar 257.000 orang di Instagram, tempat dia menerbitkan banyak foto pakaian dan rias wajahnya.

Topik terkait

Berita terkait