Bayi yang lahir dari korban pemerkosaan berusia 13 tahun di India meninggal

India, Rape, Hak atas foto AFP
Image caption Sebuah penelitian pemerintah mengungkapkan 53,22% anak yang disurvei melaporkan menderita kejahatan seksual.

Bayi dari korban pemerkosaan yang berusia 13 tahun di India meninggal pada usia dua hari, setelah Mahkamah Agung memutuskan untuk menghentikan kehamilannya.

Walau sempat dirawat secara intensif, bayi tersebut akhirnya meninggal dunia.

Usia kandungan anak perempuan berusia 13 tahun yang menjadi korban pemerkosaan itu sudah 32 minggu dan dia melahirkan dengan bantuan operasi Caesar, Jumat ((07/09) pekan lalu.

Seorang rekan kerja ayahnya ditangkap dengan tuduhan memperkosanya.

Bulan lalu, seorang korban pemerkosaan berusia 10 tahun melahirkan bayi perempuan di Chandigarh, India utara.

Dia mengandung 32 minggu dan permintaanya untuk aborsi ditolak Mahkamah Agung karena para dokter berpendapat sudah terlalu berisiko untuk menghentikan kehamilannya.

____________________________________________________________________

Skala kekerasan anak di India

  • Seorang anak berusia di bawah 16 tahun diperkosa setiap 155 menit, dan seorang anak berusia di bawah 10 tahun diperkosa setiap 13 jam
  • Lebih dari 10.000 anak diperkosa sepanjang tahun 2015
  • 240 juta perempuan di India menikah sebelum berusia 18 tahun
Hak atas foto Getty Images
Image caption India biasanya mengizinkan aborsi bagi kandungan di atas 20 tahun hanya jika keselamatan ibu dalam bahaya.
  • 53,22% anak yang ikut dalam sebuah penelitian pemerintah melaporkan menderita kejahatan seksual
  • 50% dari pelaku kejahatan dikenal oleh anak-anak yang menjadi korban atau merupakan 'orang yang dipercaya atau yang merawat mereka'

Sumber: Pemerintah Undia, UNICEF

____________________________________________________________________

Dalam kasus anak perempuan yang berusia 13 tahun, kehamilannya diketahui pada 9 Agustus lalu ketika orang tuanya membawa dia ke dokter untuk menjalani perawatan karena diduga menderita obesitas,

Seorang pengacara di Delhi kemudian meminta izin kepada Mahkamah Agung agar kehamilannya dihentikan.

Dan lewat keputusan 'yang tidak biasa' Mahkamah Agung memberikan izin karena India biasanya mengizinkan aborsi bagi kandungan di atas 20 tahun hanya jika keselamatan ibu dalam bahaya.

Hak atas foto AFP

Para dokter menyarankan diberi waktu dua pekan lagi agar jabang bayinya lebih berkembang namun hakim memerintahkan untuk menghentikan kehamilan secepat mungkin demi mencegah trauma bagi anak perempuan tersebut.

Di bawah pimpinan Dr Ashok Anand, korban pemerkosaan 13 tahun itu kemudian menjalani operasi Caesar di Mumbai dan karena kandungannya sudah cukup 'dewasa' maka upaya aborsi menghasilkan kelahiran seorang bayi laki-laki.

"Ibunya dalam keadaan baik dan akan bisa ke luar dari rumah sakit dalam waktu beberapa hari," jelas Dr Anand kepada BBC, Senin (11/09).

Berat badan bayi laki-laki yang sempat lahir itu tergolong 'kurang' karena hanya 1,8kg dan tidak diketahui penyebab kematiannya namun media setempat melaporkan karena masalah paru-paru dan kesulitan bernafas.

Ibu yang berusia 13 tahun sudah diberitahu tentang kematian bayinya dan menghadapi berita itu dengan baik.

Kasus anak perempuan berusia 13 tahun yang hamil karena pemerkosaan merupakan yang ketiga yang tercatat sepanjang tahun ini di India.

Selain korban pemerkosaan berusia 10 tahun di Chandigarh, pada Bulan Mei seorang anak perempuan berusia 10 tahun lainnya ditemukan hamil di negara bagian Haryana dan boleh menjalani aborsi karena usia kandungannya masih di bawah 20 minggu.

Nama ketiga anak perempuan korban pemerkosaan itu tidak diungkapkan dengan alasan hukum.

Wartawan BBC di Delhi, Geeta Pandey, mengatakan kehamilan anak perempuan yang diperkosa diketahui terlambat karena mereka masih terlalu kecil untuk mengetahuinya sementara para orang tua juga tidak menyadari 'pertanda-pertanda jelas' karena tidak pernah membayangkan anak perempuan yang masih amat muda bisa mengandung.

Berita terkait