Selena Gomez: media sosial bukan dunia nyata

selena gomez Hak atas foto FREDERIC J. BROWN/GETTY IMAGES

Selena Gomez mengatakan bahwa tantangan terbesar yang dialami generasinya adalah memisahkan apa yang orang lihat di ponsel mereka dengan apa yang sebenarnya terjadi di dunia nyata.

Penyanyi dan aktris Amerika Serikat itu sempat keluar dari media sosial tahun lalu untuk mengobati serangan panik, kecemasan dan depresi yang menimpanya.

Ketika berbicara kepada Business of Fashion, dia mengatakan bahwa sekarang dia merasa terlalu banyak informasi yang tersedia secara online.

"Saya melihat putusnya koneksi kehidupan nyata ke orang-orang. Itu membuat saya sedikit khawatir," katanya.

"Menurut saya, media sosial adalah cara yang mengagumkan untuk tetap terhubung, untuk mempelajari lebih banyak hal tentang apa yang terjadi di luar gelembung kecil Anda, tapi terkadang saya pikir terlalu banyak informasi."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Selena Gomez dan The Weeknd terbuka tentang hubungan mereka di Mat Gala di New York Mei lalu.

Penyanyi berusia 25 tahun itu mengatakan bahwa masalah kesehatan mentalnya merupakan efek samping dari penyakit lupus yang dideritanya tahun lalu.

Penyakit itu mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan dia mengatakan perlu waktu sendiri untuk menghadapi masalah kesehatannya.

Tapi dia mengatakan media sosial tidak semuanya negatif dan telah memberikan generasinya suara yang lebih besar daripada yang sebelumnya.

"Kami dapat menjangkau orang-orang dari seluruh penjuru dunia hanya lewat ponsel kami, dan itu luar biasa," katanya.

"Saya dari dulu selalu ingin terhubung dengan orang-orang di mana saja saat saya tur dan itulah satu-satunya cara yang saya bisa lakukan, dan sekarang saya bisa melakukannya melalui perangkat aneh ini, hebat."

Pemilik akun dengan pengikut Instagram terbanyak di dunia (di samping dari akun Instagram itu sendiri), Selena Gomez adalah salah satu orang yang punya pengaruh besar di dunia digital terbesar dari generasinya.

Dia adalah produser eksekutif di Netflix series 13 Reasons Why dan dia menandatangani kontrak jutaan dolar dengan perusahaan mode mewah Coach.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, dia juga telah bekerja dengan Step Up, sebuah organisasi yang menerima $3 juta (Rp40 miliar) dari Coach Foundation dan bekerja dengan gadis-gadis di daerah kurang mampu.

Selena mengatakan bahwa generasinya memiliki peluang yang tidak dimiliki ibu dan neneknya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Selena Gomez dan Taylor Swift, duo sahabat berpengaruh.

"Ada lebih banyak kebebasan berekspresi, tidak hanya melalui media sosial, tapi melalui mode, dan kemampuan untuk mengatakan sesuatu dan menjadi vokal tentang perasaan Anda, mungkin seksualitas atau kepribadian Anda."

"Menjadi sedikit lebih terbuka untuk sebuah diskusi."

"Saya sadar masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, mata saya tidak tertutup untuk itu, tapi saya merasa saat ini kita berada dalam gelombang baru yang mengguncang semuanya - melalui tindakan kita, melalui komunitas, melalui segala hal, melalui mode, dan musik."

"Kita bisa membuka jalan seperti itu. Benar-benar keren."

Berita terkait