Petugas di Bandara Changi 'tukar label, bagasi dikirim ke kota yang salah'

Bagasi Hak atas foto Reuters
Image caption Petugas di Changi diduga menukar ratusan label bagasi, yang membuat bagasi-bagasi tersebut dikirim ke tujuan yang salah.

Seorang petugas di Bandar Udara Internasional Changi di Singapura diajukan ke pengadilan setelah diduga sengaja menukar ratusan label bagasi yang membuat bagasi terkirim ke tujuan yang salah.

Menurut surat kabar The Strait Times, petugas bernama Tay Boon Keh, menukar label bagasi setiap hari sejak 8 November 2016 hingga Februari 2017.

Dokumen pengadilan yang digelar hari Selasa (19/09) tidak menyebutkan alasan mengapa laki-laki berusia 63 tahun tersebut menukar label bagasi.

Otorita Bandara Changi kepada The Strait Times mengatakan bahwa ini 'adalah kasus tunggal dan tidak ada pelanggaran prosedur keamanan penerbangan yang serius'.

"Meski demikian, kami sudah memperketat akses dan menambah kamera perekam (CCTV) di bagian bagasi. Patroli juga kami tingkatkan," kata juru bicara Bandara Changi.

Diperkirakan Tay mulai melakukan tindakan tersebut ketika menukar label bagasi yang mestinya diangkut oleh penerbangan dengan tujuan Penang, Malaysia.

Selama tiga bulan berikutnya bagasi-bagasi yang seharusnya diangkut oleh penerbangan dengan tujuan Hong Kong, Manila, Perth dan London, terkirim ke kota-kota lain.

Aksi penukaran label bagasi ini diduga dilakukan terhadap para penumpang yang menggunakan Singapore Airlines, SilkAir, dan Lufthansa.

Ia diperintahkan kembali hadir di pengadilan pada 17 Oktober, dan jika dinyatakan bersalah maka terancam hukuman maksimal satu tahun dan membayar denda.

Changi merupakan salah satu bandara tersibuk dunia dan tahun lalu menangani sekitar 59 juta penumpang.

Topik terkait

Berita terkait