Angin segar perjuangan cuti untuk ayah yang baru saja memiliki anak

Cuti melahirkan Hak atas foto Getty Images
Image caption Negara-negara Eropa banyak yang memberi jatah cuti ayah untuk kelahiran anak.

Di Indonesia, memang belum ada aturan khusus hak cuti ayah untuk kelahiran anak. Namun, beberapa perusahaan mulai memberi perhatian khusus dan menambah jatah cuti bagi karyawan pria yang istrinya baru saja melahirkan.

Terbaru, PT Johnson & Johnson Indonesia--produsen obat-obatan, peralatan medis, dan barang konsumsi yang berkantor pusat di New Jersey, Amerika Serikat--memberikan hak cuti mendampingi istri yang melahirkan kepada karyawan laki-laki selama dua bulan, dan tetap membayar gaji mereka selama periode tersebut.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Budi Wahyuni menyambut baik kebijakan perusahaan yang sudah memberikan jatah cuti yang lebih banyak bagi pekerja pria yang istrinya melahirkan.

"Tujuannya adalah berbagi tugas dengan istri yang sedang mengalami proses reproduksi. [Masa cuti ideal] minimal sampai dengan masa nifas selesai, dua bulan bagus, lewat masa nifas," ujar Budi kepada BBC Indonesia, Selasa (3/10).

Country Leader of Communications & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne, menjelaskan saat ini di Indonesia biasanya suami diberikan jatah cuti dua hari saja kalau istrinya melahirkan.

Sekarang dengan adanya kebijakan global yang berlaku sejak Agustus lalu, karyawan pria di Johnson & Johnson mendapatkan cuti selama dua bulan.

"Tujuannya di sini adalah memberikan kesempatan bagi para orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas agar mereka dekat dengan putra-putrinya, terutama dengan bayi yang baru dilahirkan," jelas Devy.

Tidak hanya bagi orang tua kandung, kebijakan ini juga berlaku bagi orangtua yang mengadopsi anak. Tujuannya adalah untuk membentuk ikatan dengan bayi yang baru dilahirkan atau yang baru diadopsi.

Sebelumnya, perusahaan PT Unilever Indonesia juga memberi masa libur bagi karyawan pria yang istrinya tengah melahirkan, sebanyak lima hari, terdiri dari satu hari untuk mengantar istri melahirkan dan libur empat hari setelah kelahiran.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Studi menemukan waktu paling krusial untuk ikatan ayah dan anak adalah pada tiga bulan pertama setelah kelahiran bayi.

Petisi cuti dua minggu untuk bapak

Tahun lalu, muncul petisi yang mendesak pemerintah memberikan cuti bagi suami yang istrinya melahirkan dari dua hari menjadi dua minggu.

Ahmad Zaini dan Adi Noegroho adalah dua ayah di balik petisi tersebut. Menurut Ahmad, petisi ini merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan peran bapak dalam pengasuhan anak sedini mungkin.

Diakui Ahmad, sebagai seorang pekerja ia cukup beruntung bisa mengambil cuti tujuh hari ketika istrinya melahirkan ketiga anak mereka. Namun, tidak semua ayah mendapat kesempatan itu.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Pengalaman tak terlupakan melihat kelahiran anak pertama menjadi pemicu Ahmad untuk membuat petisi cuti tambahan untuk ayah.

Pasalnya, dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja laki-laki hanya mendapat hak tidak bekerja selama dua hari ketika istri melahirkan, waktu yang dipandang sangat sempit.

"Jumlah yang sangat tidak cukup. Itu pun di lapangan pelaksanaannya sangat tergantung dengan kebijakan perusahaan atau instansi pemberi kerja. Tidak sedikit kejadian suami yang tidak mendapat izin untuk mendampingi istri saat melahirkan. Kami meminta pemerintah secara resmi memberikan cuti ayah untuk kelahiran anak (paternity leave) minimal dua minggu," tegas keduanya dalam petisi di Change.org.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Petisi ini ditututp dengan jumlah 32.000 dukungan

Maka dari itu, keduanya membuat petisi agar pemerintah bisa memberikan cuti khusus untuk ayah lebih lama, yaitu sekitar dua pekan.

Senada, Komnas Perempuan menilai peraturan tersebut harus direvisi. Apalagi, angka kematian ibu akibat melahirkan terus meningkat yang sudah pasti harus menjadi perhatian.

"Dengan tingginya angka kematian ibu akibat melahirkan, memang perlu dipikirkan cuti bagi suamiyang istrinya akan melahirkan. Di Kompas Perempuan, ada cuti dua minggu bagi suami yang istrinya melahirkan," ujar Budi.

Cuti Ayah di seluruh dunia

Selama ini hanya sedikit negara yang menerapkan cuti bagi suami yang istrinya melahirkan, kebanyakan adalah negara-negara di Eropa.

Islandia memberi jatah cuti kepada ayah selama 480 hari, Kanada selama 245 hari, Australia selama 126 hari, Italia selama 90 hari, Norwegia selama 70 hari.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat justru tidak memberikan jatah cuti kepada pekerja laki-laki yang baru saja memiliki anak. Sama halnya dengan Jepang, Cina, Irlandia dan India.

Sementara itu, negara Afrika ternyata sudah menerapkan cuti ayah ini.

Contohnya negara Afrika Barat seperti Kamerun, Chad, Gabon, Pantai Gading memberikan cuti selama 10 hari. Sementara Kenya memanjakan ayah dengan cuti sampai dua minggu.

Berita terkait