Seorang istri di Pakistan diduga membunuh suami dan 14 anggota keluarganya

Lassi Hak atas foto AFP
Image caption Poliisi mengatakan susu beracun dijadikan lassi, minuman yoghurt yang populer di Asia Selatan.

Seorang perempuan yang baru menikah di Pakistan ditangkap dengan dugaan membunuh suami dan 14 anggota keluarga suaminya dengan susu beracun.

Polisi mengatakan rencana awal Aisyah Bibi adalah menaruh racun mematikan yang dicampur dengan susu untuk suaminya pekan lalu namun tidak diminum korban.

Dia kemudian menggunakan susu tersebut menjadi lassi -minuman yoghurt yang populer di kawasan Asia selatan- dan menyuguhkannya kepada keluarga besar suaminya.

Perempuan tersangka pembunuh, menurut polisi, dipaksa menikah lewat perjodohan pada September lalu.

Pernikahan seperti itu merupakan hal yang biasa di kalangan kaum miskin yang tinggal di pedesaan Pakistan dan seringkali dijodohkan oleh keluarga pengantin.

Dalam kasus yang terjadi di kota Muzaffargarh, Provinsi Punjabi, media-media lokal melaporkan pengantin perempuan tidak berhasil ke luar dari rumah keluarga suaminya untuk kembali ke orang tuanya.

Perwira polisi senior Owais Ahmad mengukuhkan Aisyah Bibi didakwa dengan pembunuhan sementara seorang pria -yang diduga pacarnya- dan bibinya juga sudah ditangkap.

Kepada BBC Seksi Urdu, Kepolisian Muzaffargarh, mengatakan 15 orang tewas dan delapan lainnya dirawat di rumah sakit di kota Multan.

Awalnya, ketika lassi beracun itu disuguhkan, Kamis (26/10), delapan orang tewas namun jumlah korban jiwa kini meningkat menjadi 15 orang.

Jenis racun yang digunakan tersangka baru akan diketahui setelah diketahui hasil dari uji kimia atas para korban.

Semua yang ditangkap didakwa berdasarkan undang-undang antiteror.

"Kami menggunakan pasal utama tersebut untuk mencegah warga setempat melakukan kriminalitas seperti itu. Pasal tersebut biasanya nanti ditolak pengadilan," kata perwira polisi Muzaffargarh lainnya, Awais Ahmad Malik, kepada BBC.

Topik terkait

Berita terkait