Bus otomatis tanpa pengemudi tabrakan di hari pertama di jalanan

The technology was first tested in Vegas at the start of this year Hak atas foto Navya
Image caption Teknologi ini pertama kali diuji-coba di Las Vegas, awal tahun.

Bis otomatis tanpa pengemudi mengalami tabrakan di hari pertama beroperasi di jalanan Las Vegas.

Kendaraan itu 'membawa sejumlah penumpang', bertabrakan dengan sebuah truk yang sedang melaju dengan kecepatan rendah.

Tak ada yang terluka saat kecelakaan terjadi. Menurut pihak berwenang, kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi truk, yang kemudian ditilang oleh polisi.

Bus ulang-alik itu merupakan yang pertama dalam jenisnya yang digunakan di jalanan di AS.

Sehari sebelumnya, Waymo -perusahaan yang dimiliki Alphabet, perusahaan induk Google- mengumumkan diluncurkannya sebuah armada taksi tanpa pengemudi di Phoenix, Arizona.

Seorang juru bicara kota Las Vegas mengatakan kepada BBC, bahwa tabrakan itu merupakan 'senggolan' biasa saja, tidak berarti. Dan, bus akan kembali beroperasi di jalanan hari Kamis (9/11) sesudah menjalani tes diagnostik rutin.

Bus dirancang untuk mengantar para penumpang kapal feri ke kawasan wisata terkenal, menggunakan sebuah sistem yang dikembangkan oleh Navya -sebuah perusahaan Prancis yang juga melakukan uji teknologi di London.

Bus itu sedang mengangkut 15 orang, dengan kecepatan bisa mencapai 45 km/jam, namun biasanya menderu dalam kecepatan 25km/jam.

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Bis tanpa pengemudi, bertenaga listrik.

"Sebuah truk pengantar barang keluar jalur'," begitu diumumkan Jace Radke, seorang juru bicara kota.

"Bus tanpa pengemudi itu kemudian melakukan apa yang seharusnya, lalu berhenti. Sangat disayangkan, elemen manusia yakni pengemudi truk tidak berhenti."

Kendaraan tanpa pengemudi mengalami sejumlah tabrakan sebelumnya, dan hampir semuanya terkait dengan kesalahan manusia.

Beberapa waktu lalu, sebuah mobil tanpa sopir yang sedang diujicoba oleh perusahaan taksi online Uber di Arizona, terguling sesudah sebuah mobil lain yang dikemudikan manusia tidak memberikan jalan sebagaimana seharusnya.

Image caption Bis otonom Navya bisa dipacu hingga 45 km/jam.

Pada tahun 2016, sebuah kecelakaan melibatkan mobil tanpa sopir Tesla Model S menewaskan seorang korban. Penyelidikan menyimpulkan, kegagalan komputer merupakan salah satu penyebabnya. Tesla diinstruksikan untuk membuat keterbatasan teknologi mereka lebih jelas bagi para pengemudi lain.

Para pakar berpendapat, kendati ada kecelakaan-kecelakaan itu, teknologi 'mengemudi sendiri' sudah berada di tingkat yang mampu membuat jalanan jauh lebih aman. Sebuah studi dari RAND Corporation pekan lalu menyebutkan bahwa mobil tanpa pengemudi harus diluncurkan terlepas dari sejumlah ketidak-sempurnaannya.

"Terus menunggu kendaraan yang sangat otonom yang berkali lipat lebih aman dibanding pengemudi manusia akan membuat kita kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan nyawa," kata laporan tersebut.

Topik terkait

Berita terkait