Realistiskah paket umrah di bawah Rp20 juta?

umrah Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Sejumlah calon jemaah mengikuti persiapan sebelum menunaikan ibadah umrah atau manasik di Jakarta. Meski paket umrah di bawah Rp20 juta dimungkinkan, tidak semua calon jemaah mau mengambilnya.

Beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan kasus First Travel yang gagal memberangkatkan ribuan jemaah untuk menunaikan ibadah umrah. Ribuan orang itu tergiur dengan paket umrah yang ditawarkan, sebesar Rp14,3 juta.

Syam Resfiadi, pemilik biro perjalanan umrah Patuna, mengatakan harga tersebut tidak lazim.

"Harga itu tidak lazim. Konsekuensinya, banyak hal-hal yang pasti akan terjadi. Karena siapa yang menanggung? Dia punya side business apapun, untuk mencover biaya subsidi yang dibebankan kepada satu paket per orangnya, nggak akan sanggup," kata Syam.

Menurutnya, pertumbuhan keuntungan bisnis umrah rata-rata mencapai 15% hingga 20%. Sedangkan jumlah paket umrah yang ditawarkan First Travel lebih murah 20% dari harga terendah yang disediakan biro perjalanan pada umumnya.

"Kalau subsidi dari sebuah paket itu lebih dari 20% atau 40% bagaimana mencovernya? Tentu perusahaan bisnis umrah itu juga perlu untung. Masa untungnya hanya untuk mencover subsidi dari satu (jenis) usaha?"

Hak atas foto RH Wisata
Image caption Beberapa biro perjalanan umrah menyediakan paket umrah hemat di bawah Rp20 juta, seperti RH Wisata yang menawarkan harga Rp19 juta.

Umrah di bawah Rp20 juta

Bagaimanapun, setelah skandal First Travel mencuat, masih ada sejumlah biro perjalanan yang menawarkan paket umrah murah. Memang tidak seharga Rp14 juta, tapi masih di bawah Rp20 juta.

Rihlatul Hidayah Wisata atau RH Wisata, misalnya, menawarkan paket umrah seharga Rp19 juta. Bagaimana mungkin?

Nur Hafidah, direktur RH Wisata, menekankan hal itu mungkin dilakukan dengan menekan komponen termahal dari bisnis umrah, yaitu tiket pesawat.

Dia mengungkap bahwa tiket perjalanan Jakarta-Jeddah-Jakarta biasanya mencapai Rp14 juta. Namun, jika penerbangan ke Jeddah dimulai dari Kuala Lumpur atau Singapura, harganya bisa terpaut hingga Rp3 juta. Adapun untuk mencapai Kuala Lumpur atau Singapura dari, misalnya, Jakarta, ongkos tiket pergi-pulang kurang dari Rp1 juta.

"Pesawat dari Kuala Lumpur atau Singapura ini terbukti lebih hemat dari airlines lain yang start dari Jakarta. Itu kurang lebih Rp11 jutaan. Nah, kalau memang ada penerbangan yang hemat seperti ini, kenapa tidak kita ambil untuk membuat paket yang lebih hemat?" kata Nur Hafidah.

Komponen lain yang bisa ditekan adalah hotel. Dengan menggunakan hotel berbintang tiga dengan radius kurang dari satu kilometer dari Masjidil Haram, harganya jauh lebih rendah dibanding memakai hotel berbintang empat atau lima.

Untuk mendapatkan paket perjalanan hemat seperti itu, calon jemaah disyaratkan untuk memesan tiga bulan sebelum keberangkatan demi memastikan tiket murah berada di tangan.

Hak atas foto Dok Pribadi
Image caption Nur Hafidah selaku direktur RH Wisata mengaku menawarkan paket umrah murah dengan dengan menekan komponen termahal dari bisnis umrah, yaitu tiket pesawat.

Tidak kapok?

Penawaran paket umrah di bawah Rp20 juta ini disambut baik oleh sejumlah jemaah, misalnya Gun Gun. Pria asal Bandung tersebut mengaku tidak kapok dengan penawaran paket umrah murah, walaupun dia pernah menyetor dana pemberangkatan umrah ke First Travel namun tidak berangkat.

Gun-Gun beralasan telah "benar-benar mempelajari" biro perjalanan umrah dan memakai akal sehat setelah kasus First Travel.

"Saya pribadi sebenarnya pernah umrah mandiri tahun 2015, artinya saya beli tiket sendiri dan mencari akomodasi sendiri. Biayanya sekitar Rp16 juta hingga Rp17 jutaan lah. Jadi kalau harganya kalau di bawah Rp20 juta dan di atas Rp16 jutaan, itu masih bisa," katanya.

Dia mengetahui bahwa dengan memakai paket hemat, dia akan menginap di hotel bintang tiga.

"Pada dasarnya beribadah umrah itu, kalau memakai hotel bintang tiga, kita sendiri jarang di hotel. Namanya ibadah, kebanyakan di masjid. Hotel itu hanya tempat tidur dan makan. Jadi, saya tidak terlalu mempermasalahkan itu (hotel)," ujar Gun-Gun, yang menggunakan jasa RH Wisata.

Secara keseluruhan, pria tersebut mengatakan dirinya puas dengan pelayanan paket umrah hemat.

"Ternyata di RH Wisata, hotelnya cukup baik dengan budget segitu ya. Jarak hotelnya dengan Masjidil Haram cukup dekat. Pelayanannya nggak asal-asalan lah," tegasnya.

Hak atas foto RH Wisata
Image caption Sejumlah jemaah Indonesia menjalankan ibadah umrah.

Segmentasi jemaah

Meski paket umrah di bawah Rp20 juta dimungkinkan, toh tidak semua biro perjalanan menggarapnya secara besar-besaran.

Muharam Ahmad, direktur biro perjalanan umrah Wahana sekaligus wakil ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji atau Himpuh, mengungkap bahwa tiket murah yang menjadi komponen andalan paket umrah hemat tidak tersedia dalam jumlah banyak.

"Paket umrah di bawah Rp20 juta itu bisa, betul. Sampai ke Rp15 juta pun memungkinkan. Ibaratnya, sekarang ada promosi tiket Jakarta-Bali seharga Rp25.000. Apakah itu bisa? Bisa! Tapi berapa kapasitas kursi pesawat yang disediakan untuk harga segitu? Tidak seluruh kursi di pesawat," katanya.

Berlandaskan kenyataan itu, Muharam mengatakan tiket murah yang kerap dipesan setengah tahun hingga setahun sebelum keberangkatan, tidak bisa dijadikan alat untuk memberangkatkan jemaah secara besar-besaran.

Muharam juga mengungkap alasan lain mengapa biro perjalanan yang dia kelola tidak berfokus pada paket hemat.

"Tidak semua jemaah mau mengambil paket umrah hemat. Wahana yang kebetulan sudah mengambil segmen menengah ke atas, begitu meluncurkan produk biaya rendah sampai di Rp19.650.00, sudah dua bulan tidak ada yang mendaftar," kata Muharam.

Para calon jemaah, papar Muharam, justru berminat pada paket-paket lain yang lebih mahal, seperti paket ekonomi mulai dari Rp27 juta, paket premium mulai dari Rp33 juta, dan paket platinum seharga Rp45 juta.

Yang membedakan setiap paket adalah fasilitas hotel serta jarak dari hotel ke Masjidil Haram. Untuk paket premium, sebagai contoh, program perjalanan ibadah umrah selama sembilan hari, tiga malam di Madinah dan empat malam di Makkah dengan fasilitas hotel berbintang lima dan dengan jarak kurang dari 100m dari Masjidil Haram.

Penerbangan menggunakan pesawat Saudia Arabian Airlines langsung ke kota Madinah selama sembilan jam, dan melaksanakan ritual umrah dua kali.

Hak atas foto Reuters
Image caption Data Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menunjukkan jumlah visa umrah yang telah dikeluarkan untuk Indonesia pada 2016 mencapai 699,6 ribu jemaah, meningkat 7,2% dari 2015. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah umrah terbesar ketiga di dunia, setelah Mesir dan Pakistan.

Harga referensi

Menanggapi keberadaan paket umrah dengan harga bervariasi, Kementerian Agama memastikan akan memperketat aturan penyelenggaraan umrah dengan merevisi sejumlah regulasi .

Arfi Hatim, kepala sub direktorat pembinaan umrah Kementerian Agama, mengatakan regulasi yang ada seperti Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah memang telah mengatur standar minimal, seperti penerbangan satu kali transit, hotel bintang tiga, dan konsumsi higienis.

Namun, setelah kasus First Travel mencuat, belum ada harga acuan dan standar waktu pemberangkatan umrah. Karena itulah, Kementerian Agama bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Komisi Pengawas Haji Indonesia, bakal merilis harga referensi.

"Harga referensi itu merupakan harga acuan bagi penyelenggara dalam menjual paket layanan kepada masyarakat. Jadi harga referensi itu berdasarkan kepada standar terendah daripada pelayanan minimal. Mungkin kisarannya Rp18 juta sampai Rp20 juta. Itu sudah masuk dalam tahap pembahasan akhir, nanti kami rilis tahun ini," kata Arfi.

Selain harga referensi, Arfi mengatakan Kementerian Agama bakal menetapkan standar waktu keberangkatan. "Jika mendaftar sekarang, maksimal harus berangkat enam bulan mendatang," ujar Arfi.

Arfi mengatakan harga referensi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah umrah. Sedangkan, untuk penyelenggara perjalanan umrah yang menjual paket umrah di bawah harga referensi, Kementerian Agama akan melakukan audit untuk membuktikan kewajarannya.

"Jadi apabila ada penyelenggara yang menjual di bawha harga referensi yang telah ditetapkan, maka akan dilakukan audit atau investigasi. Apakah ada yang tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal. Tentu konsekuensinya sanksi. Yang pertama sanksi administrasi peringatan tertulis, yang kedua pembekuan, dan yang ketiga dan terberat adalah pencabutan ijin operasional," tandas Arfi.

Topik terkait

Berita terkait