Pengawal perempuan diangkat Raja Thailand jadi 'jenderal empat bintang khusus'

Thailand, Bangkok Hak atas foto Reuters
Image caption Kenaikan pangkat 'jenderal empat bintang khusus' -yang diumumkan The Royal Gazette- tak sampai setahun setelah Suthida meraih pangkat 'jenderal empat bintang'.

Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, mempromosikan salah seorang 'pengawal perempuan kerajaan' menjadi 'jenderal empat bintang khusus'.

Kenaikan pangkat itu -yang diumumkan oleh buletin resmi kerajaan, The Royal Gazette, pada 13 Desember- tak sampai setahun setelah perempuan tersebut mendapat pangkat 'jenderal empat bintang'.

Sebenarnya promosi terbaru untuk Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya yang menjabat sebagai Wakil Komandan Keamanan Kerajaan, diberlakukan 1 Agustus lalu namun baru diumumkan di catatan resmi kerajaan pada 10 Desember.

Menurut data Royal Gazette, Suthida hanya membutuhkan waktu empat tahun untuk naik pangkat dari letnan kolonel menjadi jenderal empat bintang, dan semuanya diputuskan oleh raja.

Pada 13 Oktober 2017 -saat mengenang satu tahun ayahnya- Raja Maha Vajiralongkorn juga menganugerahkan gelar kehormatan kepada Suthida, yaitu Dame Grand Cross (First Class) of The Most Illustrious Order of Chula Chom Klao atau Than Phu Ying.

Hak atas foto EPA
Image caption Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun -sejak menjabat putra mahkota- yang memutuskan promosi Suthida dari letkol menjadi jenderal bintang empat.

Dia merupakan perwira perempuan pertama yang meraih gelar itu sejak tahun 2004 dan yang pertama di bawah kekuasaan Raja Rama X, gelar untuk Maha Vajiralongkorn yang menggantikan ayahnya, Bhumibol Adulyadej atau Raja Rama IX, yang wafat 13 Oktober 2016.

Situs Wikipedia menulis Suthida bekerja sebagai pramugari Thai Airways sebelum ditunjuk sebagai komandan pengawal kediaman putra mahkota, Pangeran Vajiralongkorn, pada Agustus 2014.

Laporan-laporan menyebutkan setelah bercerai dengan istrinya, Srirasmi Suwadee, Pangeran Vajiralongkorn menjalin hubungan asmara dengan Suthida.

Media-media asing pada Oktober 2016 sempat pula memberitakan Suthida disiapkan sebagai 'istri' raja walau kerajaan tidak pernah menyatakan hubungan antara keduanya.

Topik terkait

Berita terkait