Paduan suara Natal di India ditangkap karena dituduh mengajak 'pindah agama'

carol singers Hak atas foto Getty Images
Image caption Foto ilustrasi: Paduan suara Natal menyanyikan lagu-lagu pujian di jalan Franklin, Auckland, Selandia Baru, 14 Desember 2016.

Enam orang anggota paduan suara Natal ditangkap di negara bagian Madhya Pradesh, India, setelah seorang pria menuduh mereka mencoba mengajaknya menganut Kristen.

Negara bagian Madhya Pradesh, India, selama ini dikenal memiliki undang-undang anti-perpindahan agama yang paling ketat di India.

Salah satu dari mereka yang ditangkap adalah seorang profesor sekolah tinggi teologi Katolik.

Namun kelompok paduan suara tersebut mengatakan mereka hanya mengunjungi desa untuk menyanyikan lagu-lagu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Foto ilustrasi: aktivitas ibadah di sebuah gereja di India.

Kendaraan roda empat yang digunakan oleh penyanyi paduan suara itu juga dibakar. Diduga pelakunya adalah aktivis sayap kanan.

Polisi setempat juga melakukan tindakan hukum terhadap mereka yang dituduh membakar mobil tersebut.

Dalam tuduhannya, warga tersebut mengatakan bahwa kelompok paduan suara itu -termasuk sang profesor- telah memintanya agar "menyembah Yesus Kristus" dan menawarkan uang kepadanya untuk pindah agama.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Seorang anak di kota Iltsi, Ukraina, menjalani tradisi perayaan Natal dengan menyanyikan lagu puji-pujian di depan rumah para tetangganya, 6 Januari 2015.

Namun, Konferensi wali gereja setempat membantah tuduhan perpindahan agama secara paksa, dan mengatakan bahwa paduan suara itu berada di lokasi hanya untuk menyanyikan lagu-lagu Natal.

Di negara bagian Madhya Pradesh, yang dikuasai Partai Nasional Hindu Bharatiya Janata, setiap warga perlu memberitahu terlebih dahulu kepada pihak berwenang untuk berpindah agama.

Beberapa orang Kristen mengatakan kondisi ini membuat warga setempat rentan mengalami tindak kekerasan dari kelompok sayap kanan Hindu.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus-kasus kekerasan dan intimidasi terhadap kelompok minoritas agama mengalami lonjakan cukup tinggi.

Berita terkait