'Pupup Panda': Ketika kotoran Panda diolah jadi kertas tisu

Panda Hak atas foto AFP
Image caption Kotoran panda mengandung serat bambu yang tinggi.

Panda Cina, selain merupakan atraksi wisata dunia juga dimanfaatkan sebagai alat untuk 'diplomasi lembut' dengan pemberian atau peminjaman panda ke berbagai kebun bintang dunia.

Kini satwa endemik di Cina itu juga akan menjadi sumber kertas tisu.

Pusat perlindungan nasional panda di Provinsi Sichuan sudah menandatangani kesepakatan dengan sebuah perusahaan kertas untuk mendaur ulang kotoran satwa tersebut.

Perusahaan kertas akan mengolah kotoran yang kaya akan kandungan serat bambu tersebut menjadi tisu merek 'Panda Poo' atau 'Pupup Panda', menurut laporan koran Chengdu Shangbao.

Satu panda dewasa menghasilkan lebih dari 10kg kotoran setiap harinya.

Selain kotoran itu -yang secara halus disebut 'bola hijau'- panda juga menghasilkan sekitar 50kg sampah makanan setiap harinya, berupa bambu yang tidak dimakan atau bahan-bahan yang dimuntahkannya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Panda juga menjadi alat 'diplomasi lembut' Cina dengan dihadiahkan atau dipinjamkan ke beberapa negara, seperti ke Prancis pada awal Novemver 2017.

Kesepakatan pengolahan kotoran panda menjadi kertas tisu itu ditandatangani oleh China Conservation and Research Centre for the Giant Panda dengan Sichuan Qianwei Fengsheng Paper Company, Senin (18/12).

Berdasarkan kesepakatan maka perusahaan kertas akan mengumpulkan kotoran dan sampah makanan panda setiap pekan, yang selama ini digunakan untuk pupuk alami.

Begitu tiba di pabrik maka kotoran dan sampah akan melewati proses daur ulang yang rumit yang terdiri dari 60 tahap, seperti pemasakan hingga mendidih, pasteurisasi, dan ekstraksi serat.

Hak atas foto AFP
Image caption Setiap harinya seekor panda dewasa menghasilkan kotoran sampai 10kg.

Presiden perusahaan, Yang Chaolin, menjelaskan kepada surat kabar Chengdu Shangbao bahwa dalam proses pencernaan bambu, panda akan meniadakan fruktosa dan mengekstraksi serat tanaman, sebuah proses yang penting dalam produksi kertas.

"Dengan cara itu, semuanya mendapat yang mereka inginkan dan Anda bisa mengatakan masing-masing meraih keuntungan, baik kami maupun panda," tutur Yang.

Dia menambahkan materi itu kemudian akan dibuat menjadi kertas tisu, serbet kertas, dan kertas pembersih toilet untuk dipasarkan dengan merek 'Panda Poo' atau 'Pupup Panda'.

Satu kotak akan dijual dengan harga 43 Yuan atau sekitar Rp.88.000.

Bukan pertama kali sebenarnya ada upaya membuat kertas dari kotoran panda di Cina karena tahun lalu media pemerintah melaporkan seorang pensiunan yang mengolah kotoran panda menjadi kertas dengan tangan sendiri.

Topik terkait

Berita terkait